<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Omicron Varian Baru Ditemukan di 5 Negara Afrika</title><description>Lima negara Afrika, yakni Botswana, Kenya, Malawi, Senegal, dan Afrika Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/04/18/2542443/who-omicron-varian-baru-ditemukan-di-5-negara-afrika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/04/18/2542443/who-omicron-varian-baru-ditemukan-di-5-negara-afrika"/><item><title>WHO: Omicron Varian Baru Ditemukan di 5 Negara Afrika</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/04/18/2542443/who-omicron-varian-baru-ditemukan-di-5-negara-afrika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/04/18/2542443/who-omicron-varian-baru-ditemukan-di-5-negara-afrika</guid><pubDate>Jum'at 04 Februari 2022 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/04/18/2542443/who-omicron-varian-baru-ditemukan-di-5-negara-afrika-EopY8bWHDf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Varian Omicron baru (Foto: New York Post)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/04/18/2542443/who-omicron-varian-baru-ditemukan-di-5-negara-afrika-EopY8bWHDf.jpg</image><title>Varian Omicron baru (Foto: New York Post)</title></images><description>JOHANNESBURG - Menurut ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Niksy Gumede-Moeletsi, Kamis (3/2), Omicron subvarian BA.2 ditemukan di lima negara di Afrika.

Ia menyatakan khawatir soal penemuan tersebut karena sampel-sampel BA.2 kemungkinan tidak terlihat sebagai suatu bentuk Omicron.
Gumede-Moeletsi mengatakan BA.2 telah dilaporkan muncul di lima negara Afrika, yakni Botswana, Kenya, Malawi, Senegal, dan Afrika Selatan.

&quot;Kami sangat khawatir,&quot; katanya dalam acara jumpa pers.

Ia menambahkan bahwa BA.2 saat ini terbukti sulit dikenali karena tidak selalu terdata dalam kriteria Kegagalan Target S-Gene, yang biasanya digunakan untuk membedakan Omicron yang asli dari varian-varian lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Ilmuwan Mulai Waspadai Kenaikan Kasus Positif Covid-19 karena Varian BA.2&amp;nbsp;
Gumede-Moeletsi juga mengatakan WHO sedang bekerja sama secara erat dengan kalangan laboratorium.

WHO juga telah meminta kalangan tersebut agar meneruskan sampel-sampel yang tidak terdeteksi sebagai Omicron untuk diteliti lebih lanjut, supaya gambaran yang lebih akurat bisa dihasilkan menyangkut penularan BA.2.
Baca juga:&amp;nbsp;Varian Omicron Bermutasi Jadi BA.2, Apakah Lebih Berbahaya?

Omicron versi BA.1 agak lebih mudah dilacak dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya karena BA.1 kehilangan salah satu dari tiga gen target dalam pengujian PCR pada umumnya.



BA.2, yang terkadang dikenal sebagai subvarian &quot;siluman&quot;, tidak mempunyai gen target yang hilang seperti varian asli Omicron.

Para pakar mengatakan sama dengan varian-varian lainnya, orang yang terinfeksi BA.2 bisa terdeteksi melalui alat uji mandiri virus corona, kendati alat itu tidak bisa menunjukkan varian mana yang menjadi penyebab infeksi.

</description><content:encoded>JOHANNESBURG - Menurut ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Niksy Gumede-Moeletsi, Kamis (3/2), Omicron subvarian BA.2 ditemukan di lima negara di Afrika.

Ia menyatakan khawatir soal penemuan tersebut karena sampel-sampel BA.2 kemungkinan tidak terlihat sebagai suatu bentuk Omicron.
Gumede-Moeletsi mengatakan BA.2 telah dilaporkan muncul di lima negara Afrika, yakni Botswana, Kenya, Malawi, Senegal, dan Afrika Selatan.

&quot;Kami sangat khawatir,&quot; katanya dalam acara jumpa pers.

Ia menambahkan bahwa BA.2 saat ini terbukti sulit dikenali karena tidak selalu terdata dalam kriteria Kegagalan Target S-Gene, yang biasanya digunakan untuk membedakan Omicron yang asli dari varian-varian lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Ilmuwan Mulai Waspadai Kenaikan Kasus Positif Covid-19 karena Varian BA.2&amp;nbsp;
Gumede-Moeletsi juga mengatakan WHO sedang bekerja sama secara erat dengan kalangan laboratorium.

WHO juga telah meminta kalangan tersebut agar meneruskan sampel-sampel yang tidak terdeteksi sebagai Omicron untuk diteliti lebih lanjut, supaya gambaran yang lebih akurat bisa dihasilkan menyangkut penularan BA.2.
Baca juga:&amp;nbsp;Varian Omicron Bermutasi Jadi BA.2, Apakah Lebih Berbahaya?

Omicron versi BA.1 agak lebih mudah dilacak dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya karena BA.1 kehilangan salah satu dari tiga gen target dalam pengujian PCR pada umumnya.



BA.2, yang terkadang dikenal sebagai subvarian &quot;siluman&quot;, tidak mempunyai gen target yang hilang seperti varian asli Omicron.

Para pakar mengatakan sama dengan varian-varian lainnya, orang yang terinfeksi BA.2 bisa terdeteksi melalui alat uji mandiri virus corona, kendati alat itu tidak bisa menunjukkan varian mana yang menjadi penyebab infeksi.

</content:encoded></item></channel></rss>
