<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Waspada, Badan Geologi Minta Warga Jauhi Gunung Anak Krakatau Radius 2 Km</title><description>Hal itu seiring meningkatnya aktivitas gunung tersebut sejak dua hari terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/04/337/2542577/status-waspada-badan-geologi-minta-warga-jauhi-gunung-anak-krakatau-radius-2-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/04/337/2542577/status-waspada-badan-geologi-minta-warga-jauhi-gunung-anak-krakatau-radius-2-km"/><item><title>Status Waspada, Badan Geologi Minta Warga Jauhi Gunung Anak Krakatau Radius 2 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/04/337/2542577/status-waspada-badan-geologi-minta-warga-jauhi-gunung-anak-krakatau-radius-2-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/04/337/2542577/status-waspada-badan-geologi-minta-warga-jauhi-gunung-anak-krakatau-radius-2-km</guid><pubDate>Jum'at 04 Februari 2022 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/04/337/2542577/status-waspada-badan-geologi-minta-warga-jauhi-gunung-anak-krakatau-radius-2-km-yacQvIXiXo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dispar Banten)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/04/337/2542577/status-waspada-badan-geologi-minta-warga-jauhi-gunung-anak-krakatau-radius-2-km-yacQvIXiXo.jpeg</image><title>Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dispar Banten)</title></images><description>BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi meminta masyarakat menjauhi area Gunung Anak Krakatau sejauh 2 Km. Hal itu seiring meningkatnya aktivitas gunung tersebut sejak dua hari terakhir.&amp;nbsp;

&quot;Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada, kami merekomendasikan agar masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 km dari kawah aktif,&quot; ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Jumat (4/2/2022).&amp;nbsp;

Menurut dia, berdasarkan peta kawasan rawan bencana menunjukkan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter &amp;plusmn;2 Km dan area di sekitarnya merupakan kawasan rawan bencana. Berdasarkan data-data visual dan instrumental, potensi bahaya dari&amp;nbsp;aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material lava, aliran lava dan&amp;nbsp; hujan abu lebat di sekitar kawah dalam radius 2 km dari kawah aktif.&amp;nbsp;

Sementara itu, hujan abu yang lebih tipis dapat terpapar di area yang lebih jauh bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Baca juga:&amp;nbsp;Aktivitas Meningkat, Gunung Anak Krakatau Alami 9 Kali Letusan
&quot;Potensi bahaya longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau secara historis merupakan&amp;nbsp;ancaman bahaya permanen yang perlu selalu diwaspadai dan diantisipasi utamanya oleh instansi yang berwenang dalam peringatan dini bahaya ikutan gunungapi seperti tsunami, &quot; katanya.&amp;nbsp;

Longsoran tubuh gunungapi tidak dapat diprediksi waktu kejadian dan volumenya&amp;nbsp; Juga tidak bergantung pada kondisi gunung api ini sedang mengalami erupsi maupun tidak. Longsoran tubuh gunung api dapat terjadi dengan atau tanpa diawali peningkatan aktivitas gunung api.
</description><content:encoded>BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi meminta masyarakat menjauhi area Gunung Anak Krakatau sejauh 2 Km. Hal itu seiring meningkatnya aktivitas gunung tersebut sejak dua hari terakhir.&amp;nbsp;

&quot;Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada, kami merekomendasikan agar masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 km dari kawah aktif,&quot; ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Jumat (4/2/2022).&amp;nbsp;

Menurut dia, berdasarkan peta kawasan rawan bencana menunjukkan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter &amp;plusmn;2 Km dan area di sekitarnya merupakan kawasan rawan bencana. Berdasarkan data-data visual dan instrumental, potensi bahaya dari&amp;nbsp;aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material lava, aliran lava dan&amp;nbsp; hujan abu lebat di sekitar kawah dalam radius 2 km dari kawah aktif.&amp;nbsp;

Sementara itu, hujan abu yang lebih tipis dapat terpapar di area yang lebih jauh bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Baca juga:&amp;nbsp;Aktivitas Meningkat, Gunung Anak Krakatau Alami 9 Kali Letusan
&quot;Potensi bahaya longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau secara historis merupakan&amp;nbsp;ancaman bahaya permanen yang perlu selalu diwaspadai dan diantisipasi utamanya oleh instansi yang berwenang dalam peringatan dini bahaya ikutan gunungapi seperti tsunami, &quot; katanya.&amp;nbsp;

Longsoran tubuh gunungapi tidak dapat diprediksi waktu kejadian dan volumenya&amp;nbsp; Juga tidak bergantung pada kondisi gunung api ini sedang mengalami erupsi maupun tidak. Longsoran tubuh gunung api dapat terjadi dengan atau tanpa diawali peningkatan aktivitas gunung api.
</content:encoded></item></channel></rss>
