<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BOR Nasional di Angka 20%, Kemenkes: Berada Pada Ambang Batas Aman</title><description>Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) secara nasional baru di angka 20% atau sebanyak 16.712 pasien&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/05/337/2542666/bor-nasional-di-angka-20-kemenkes-berada-pada-ambang-batas-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/05/337/2542666/bor-nasional-di-angka-20-kemenkes-berada-pada-ambang-batas-aman"/><item><title>BOR Nasional di Angka 20%, Kemenkes: Berada Pada Ambang Batas Aman</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/05/337/2542666/bor-nasional-di-angka-20-kemenkes-berada-pada-ambang-batas-aman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/05/337/2542666/bor-nasional-di-angka-20-kemenkes-berada-pada-ambang-batas-aman</guid><pubDate>Sabtu 05 Februari 2022 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/05/337/2542666/bor-nasional-di-angka-20-kemenkes-berada-pada-ambang-batas-aman-BJ7QUSwoef.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/05/337/2542666/bor-nasional-di-angka-20-kemenkes-berada-pada-ambang-batas-aman-BJ7QUSwoef.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) secara nasional baru di angka 20% atau sebanyak 16.712 pasien yang dirawat. Sehingga, BOR nasional masih berada pada ambang batas yang aman.

&amp;ldquo;Secara nasional, tren perawatan pasien atau yang biasa disebut BOR di Indonesia masih berada pada ambang batas yang aman. Hingga hari ini, baru 20% (16.712) pasien yang dirawat dari 80.344 tempat tidur yang tersedia untuk penanganan Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Nadia dalam keterangan resminya, Sabtu (5/2/2022).
BACA JUGA:Cegah Mafia Karantina di Bandara Soetta, Satgas Covid-19: Tambah Pengawasan di Blind Spot&amp;nbsp;
Nadia juga mengatakan, bahwa jumlah ketersedian tempat tidur perawatan khusus pasien Covid-19 pun masih bisa ditambahkan lebih banyak lagi apabila dibutuhkan, seperti halnya langkah yang dilakukan pemerintah tahun lalu.

Nadia mengatakan data terbaru dari Kota Depok, Jawa Barat misalnya, menunjukkan bahwa meskipun konfirmasi kasus positif lebih tinggi daripada gelombang kedua 2021 lalu, pasien yang dirawat di rumah sakitnya baru mencapai 52%. Sementara itu kapasitas ruangan yang dialihkan untuk pasien Covid-19 masih 22% dari 30% ruangan untuk penanganan Covid-19.
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenkes Klaim Angka Keterisian Tempat Tidur Masih Landai&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini artinya masih ada setidaknya 8% persen tambahan ruang rumah sakit untuk dijadikan tempat intensif penanganan pasien Covid-19. Ini berbeda halnya dengan puncak kasus pada periode Juli-Agustus 2021 di mana jumlah konfirmasi kasus di Depok lebih sedikit daripada jumlah konfirmasi per hari ini, tapi pasien yang dirawat lebih banyak,&amp;rdquo; jelas Nadia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8wNC8xLzE0NDcwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Nadia mengatakan protokol perlu kembali dilaksanakan dengan disiplin, selain itu juga harus dibatasi mobilitas untuk menekan transmisi penularan.

&amp;ldquo;Upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah kembali menekan jumlah kasus dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan membatasi mobilitas masyarakat. Cakupan vaksinasi dosis lengkap juga harus terus dikejar berbarengan dengan dosis vaksin ketiga untuk memperkuat imunitas kelompok,&amp;rdquo; tegas Nadia.

Nadia juga menyampaikan bahwa cakupan vaksinasi yang cukup tinggi saat ini yang mencapai 89% untuk dosis pertama dan 62% untuk dosis kedua dinilai mampu mengurangi dampak kesakitan dan kematian dari infeksi Covid-19.

&amp;ldquo;Kita masih perlu terus mendorong cakupan vaksinasi dosis lengkap yang lebih tinggi lagi untuk mencegah dampak lebih lanjut bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Pemberian dosis ketiga (booster) juga sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 lebih parah lagi,&amp;rdquo; katanya.

Masyarakat diimbau agar kembali sadar akan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. &amp;ldquo;Meski jumlah kasus meningkat dan keterisian rumah sakit dapat terkendali, namun menekan jumlah infeksi Covid-19 akan menjaga fasilitas layanan kesehatan tetap memadai,&amp;rdquo; tutup Nadia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) secara nasional baru di angka 20% atau sebanyak 16.712 pasien yang dirawat. Sehingga, BOR nasional masih berada pada ambang batas yang aman.

&amp;ldquo;Secara nasional, tren perawatan pasien atau yang biasa disebut BOR di Indonesia masih berada pada ambang batas yang aman. Hingga hari ini, baru 20% (16.712) pasien yang dirawat dari 80.344 tempat tidur yang tersedia untuk penanganan Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Nadia dalam keterangan resminya, Sabtu (5/2/2022).
BACA JUGA:Cegah Mafia Karantina di Bandara Soetta, Satgas Covid-19: Tambah Pengawasan di Blind Spot&amp;nbsp;
Nadia juga mengatakan, bahwa jumlah ketersedian tempat tidur perawatan khusus pasien Covid-19 pun masih bisa ditambahkan lebih banyak lagi apabila dibutuhkan, seperti halnya langkah yang dilakukan pemerintah tahun lalu.

Nadia mengatakan data terbaru dari Kota Depok, Jawa Barat misalnya, menunjukkan bahwa meskipun konfirmasi kasus positif lebih tinggi daripada gelombang kedua 2021 lalu, pasien yang dirawat di rumah sakitnya baru mencapai 52%. Sementara itu kapasitas ruangan yang dialihkan untuk pasien Covid-19 masih 22% dari 30% ruangan untuk penanganan Covid-19.
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenkes Klaim Angka Keterisian Tempat Tidur Masih Landai&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini artinya masih ada setidaknya 8% persen tambahan ruang rumah sakit untuk dijadikan tempat intensif penanganan pasien Covid-19. Ini berbeda halnya dengan puncak kasus pada periode Juli-Agustus 2021 di mana jumlah konfirmasi kasus di Depok lebih sedikit daripada jumlah konfirmasi per hari ini, tapi pasien yang dirawat lebih banyak,&amp;rdquo; jelas Nadia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8wNC8xLzE0NDcwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Nadia mengatakan protokol perlu kembali dilaksanakan dengan disiplin, selain itu juga harus dibatasi mobilitas untuk menekan transmisi penularan.

&amp;ldquo;Upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah kembali menekan jumlah kasus dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan membatasi mobilitas masyarakat. Cakupan vaksinasi dosis lengkap juga harus terus dikejar berbarengan dengan dosis vaksin ketiga untuk memperkuat imunitas kelompok,&amp;rdquo; tegas Nadia.

Nadia juga menyampaikan bahwa cakupan vaksinasi yang cukup tinggi saat ini yang mencapai 89% untuk dosis pertama dan 62% untuk dosis kedua dinilai mampu mengurangi dampak kesakitan dan kematian dari infeksi Covid-19.

&amp;ldquo;Kita masih perlu terus mendorong cakupan vaksinasi dosis lengkap yang lebih tinggi lagi untuk mencegah dampak lebih lanjut bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Pemberian dosis ketiga (booster) juga sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 lebih parah lagi,&amp;rdquo; katanya.

Masyarakat diimbau agar kembali sadar akan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. &amp;ldquo;Meski jumlah kasus meningkat dan keterisian rumah sakit dapat terkendali, namun menekan jumlah infeksi Covid-19 akan menjaga fasilitas layanan kesehatan tetap memadai,&amp;rdquo; tutup Nadia.
</content:encoded></item></channel></rss>
