<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Roda Ekonomi Digital Harus Jangkau Pelaku Usaha Besar hingga Kecil</title><description>Wapres berujar kemandirian digital harus menjadi suatu gerakan dan kesadaran bersama segenap elemen bangsa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543367/wapres-roda-ekonomi-digital-harus-jangkau-pelaku-usaha-besar-hingga-kecil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543367/wapres-roda-ekonomi-digital-harus-jangkau-pelaku-usaha-besar-hingga-kecil"/><item><title>Wapres: Roda Ekonomi Digital Harus Jangkau Pelaku Usaha Besar hingga Kecil</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543367/wapres-roda-ekonomi-digital-harus-jangkau-pelaku-usaha-besar-hingga-kecil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543367/wapres-roda-ekonomi-digital-harus-jangkau-pelaku-usaha-besar-hingga-kecil</guid><pubDate>Senin 07 Februari 2022 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543367/wapres-roda-ekonomi-digital-harus-jangkau-pelaku-usaha-besar-hingga-kecil-LImBsqVlmY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Maruf Amin (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543367/wapres-roda-ekonomi-digital-harus-jangkau-pelaku-usaha-besar-hingga-kecil-LImBsqVlmY.jpg</image><title>Wapres KH Maruf Amin (Foto : Antara)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia harus mampu berdikari secara digital. Menurut dia digitalisasi memberikan dampak luas pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, seperti hadirnya e-commerce, e-payment, dan edutech yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Tidak terkecuali bidang pelayanan publik menjadi salah satu wujud nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan adanya kerja sama dalam mewujudkan masyarakat yang berdikari secara digital di berbagai bidang untuk kemandirian bangsa.
&amp;ldquo;Indonesia harus berdikari secara digital. Roda ekonomi digital juga harus mampu menjangkau pelaku usaha besar, hingga mikro dan kecil,&amp;rdquo; ujar Ma'ruf pada acara Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022, yang diselenggarakan secara virtual, Senin (7/2/22).
Wapres berujar kemandirian digital harus menjadi suatu gerakan dan kesadaran bersama segenap elemen bangsa. Setiap peran aktif dari masyarakat akan semakin memperkuat upaya membangun kedaulatan di tengah berbagai tantangan digitalisasi.
Baca juga:&amp;nbsp;Potensi Ekonomi Digital Rp1.700 Triliun, UMKM Dapat Berapa?
Wapres menuturkan digitalisasi saat ini menjadi mesin penggerak perekonomian nasional. Ekonomi digital Indonesia diprediksi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp1.700 triliun.
&amp;ldquo;Ada sekitar 21 juta konsumen digital baru selama pandemi. Akumulasi nilai pembelian pengguna internet di Indonesia juga naik dua digit sebesar 49%, dari USD 47 miliar diperkirakan menembus menjadi USD 70 miliar di akhir tahun 2021,&amp;rdquo; papar Wapres.
Baca juga:&amp;nbsp;Terungkap! Ini Penghambat Digitalisasi UMKMWapres menegaskan pemerintah terus melindungi iklim usaha yang kondusif dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan sisi positif digitalisasi dan membuka ruang bagi anak bangsa untuk menciptakan inovasi digital.
&amp;ldquo;Kita ingin mengembangkan aspek positif digitalisasi, seperti pemberdayaan ekonomi, kemajuan ekonomi kreatif dan UMKM, serta memberi ruang bagi inovasi digital karya anak bangsa,&amp;rdquo; ucap Wapres.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, pengaturan secara proporsional harus diimplementasikan,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Potensi Pasar Digital RI Capai Rp2.100 Triliun, Jokowi: Jangan Diambil Negara Lain

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia harus mampu berdikari secara digital. Menurut dia digitalisasi memberikan dampak luas pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, seperti hadirnya e-commerce, e-payment, dan edutech yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Tidak terkecuali bidang pelayanan publik menjadi salah satu wujud nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan adanya kerja sama dalam mewujudkan masyarakat yang berdikari secara digital di berbagai bidang untuk kemandirian bangsa.
&amp;ldquo;Indonesia harus berdikari secara digital. Roda ekonomi digital juga harus mampu menjangkau pelaku usaha besar, hingga mikro dan kecil,&amp;rdquo; ujar Ma'ruf pada acara Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022, yang diselenggarakan secara virtual, Senin (7/2/22).
Wapres berujar kemandirian digital harus menjadi suatu gerakan dan kesadaran bersama segenap elemen bangsa. Setiap peran aktif dari masyarakat akan semakin memperkuat upaya membangun kedaulatan di tengah berbagai tantangan digitalisasi.
Baca juga:&amp;nbsp;Potensi Ekonomi Digital Rp1.700 Triliun, UMKM Dapat Berapa?
Wapres menuturkan digitalisasi saat ini menjadi mesin penggerak perekonomian nasional. Ekonomi digital Indonesia diprediksi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp1.700 triliun.
&amp;ldquo;Ada sekitar 21 juta konsumen digital baru selama pandemi. Akumulasi nilai pembelian pengguna internet di Indonesia juga naik dua digit sebesar 49%, dari USD 47 miliar diperkirakan menembus menjadi USD 70 miliar di akhir tahun 2021,&amp;rdquo; papar Wapres.
Baca juga:&amp;nbsp;Terungkap! Ini Penghambat Digitalisasi UMKMWapres menegaskan pemerintah terus melindungi iklim usaha yang kondusif dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan sisi positif digitalisasi dan membuka ruang bagi anak bangsa untuk menciptakan inovasi digital.
&amp;ldquo;Kita ingin mengembangkan aspek positif digitalisasi, seperti pemberdayaan ekonomi, kemajuan ekonomi kreatif dan UMKM, serta memberi ruang bagi inovasi digital karya anak bangsa,&amp;rdquo; ucap Wapres.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, pengaturan secara proporsional harus diimplementasikan,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Potensi Pasar Digital RI Capai Rp2.100 Triliun, Jokowi: Jangan Diambil Negara Lain

</content:encoded></item></channel></rss>
