<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM: Lebih dari 3 Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Tewas</title><description>Komnas HAM menemukan ada lebih dari tiga penghuni kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana yang tewas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543524/komnas-ham-lebih-dari-3-penghuni-kerangkeng-bupati-langkat-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543524/komnas-ham-lebih-dari-3-penghuni-kerangkeng-bupati-langkat-tewas"/><item><title>Komnas HAM: Lebih dari 3 Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543524/komnas-ham-lebih-dari-3-penghuni-kerangkeng-bupati-langkat-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543524/komnas-ham-lebih-dari-3-penghuni-kerangkeng-bupati-langkat-tewas</guid><pubDate>Senin 07 Februari 2022 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543524/komnas-ham-lebih-dari-3-penghuni-kerangkeng-bupati-langkat-tewas-tTLDFrO7i0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisiner Komnas HAM, Chairul Anam (foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543524/komnas-ham-lebih-dari-3-penghuni-kerangkeng-bupati-langkat-tewas-tTLDFrO7i0.jpg</image><title>Komisiner Komnas HAM, Chairul Anam (foto: MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah fakta mengenaskan terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM menemukan ada lebih dari tiga penghuni kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana yang tewas.
&quot;Lebih dari tiga orang (penghuni kerangkeng yang tewas),&quot; kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Dalam kesempatan ini, Komnas HAM bakal mendalami jumlah pasti penghuni kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang tewas. Sebab, Komnas HAM menduga ada banyak penghuni kerangkeng milik Terbit Rencana yang tewas.
&quot;Sebenarnya angka tiga (jumlah korban tewas) itu angka Sabtu kemarin. Itu yang kami bilang lebih dari satu, dan saat ini kami sedang mendalami lagi, karena potensial juga nambah,&quot; ungkapnya.
Berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran tim Komnas HAM, kata Anam, sedikitnya terdapat 52 orang yang menghuni kerangkeng manusia tersebut. Komnas HAM menemukan adanya dugaan kekerasan terhadap penghuni kerangkeng berikut pola, bentuk, hingga alatnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Usut Kerangkeng Manusia, Komnas HAM Periksa Bupati Nonaktif Langkat Siang Ini
&quot;Kalau soal kondisi dan sebagainya seperti yang sudah kami bilang sebelumnya, kami menemukan adanya kekerasan, bentuk kekerasan, pola kekerasan, sampai alat kekerasannya,&quot; beber Anam.
Baca juga:&amp;nbsp;Bupati Langkat Terbit Rencana Akan Diperiksa soal Kerangkeng ManusiaSekadar informasi, kedatangan Choirul Anam ke Gedung Merah Putih KPK, hari ini, untuk memeriksa Terbit Rencana Perangin Angin terkait temuan kerangkeng manusia. Anam telah membawa sejumlah foto, video, hingga dokumen berkaitan kerangkeng manusia tersebut untuk dikonfirmasi ke Terbit Rencana.
Sebelumnya, Migrant Care mengungkap temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Kerangkeng tersebut diduga digunakan oleh Terbit untuk memenjarakan para pekerja sawit di lahan miliknya. Ada dugaan perbudakan modern yang dilakukan oleh Terbit Rencana.
Terbit Rencana Perangin Angin sendiri merupakan salah satu pihak yang diamankan oleh KPK saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Langkat. Ia juga saat ini sudah menyandang status tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di daerahnya.
Migran Care telah melaporkan dugaan perbudakan modern Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin tersebut ke Komnas HAM. Komnas HAM telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di rumah Bupati Langkat. Terlebih, setelah menerima aduan bahwa ada juga penyiksaan terhadap para pekerja sawit tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;KPK Persilahkan Komnas HAM Periksa Bupati Langkat, Choirul Anam: Kami Berharap Pekan Ini
(fkh)</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah fakta mengenaskan terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM menemukan ada lebih dari tiga penghuni kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana yang tewas.
&quot;Lebih dari tiga orang (penghuni kerangkeng yang tewas),&quot; kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Dalam kesempatan ini, Komnas HAM bakal mendalami jumlah pasti penghuni kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang tewas. Sebab, Komnas HAM menduga ada banyak penghuni kerangkeng milik Terbit Rencana yang tewas.
&quot;Sebenarnya angka tiga (jumlah korban tewas) itu angka Sabtu kemarin. Itu yang kami bilang lebih dari satu, dan saat ini kami sedang mendalami lagi, karena potensial juga nambah,&quot; ungkapnya.
Berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran tim Komnas HAM, kata Anam, sedikitnya terdapat 52 orang yang menghuni kerangkeng manusia tersebut. Komnas HAM menemukan adanya dugaan kekerasan terhadap penghuni kerangkeng berikut pola, bentuk, hingga alatnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Usut Kerangkeng Manusia, Komnas HAM Periksa Bupati Nonaktif Langkat Siang Ini
&quot;Kalau soal kondisi dan sebagainya seperti yang sudah kami bilang sebelumnya, kami menemukan adanya kekerasan, bentuk kekerasan, pola kekerasan, sampai alat kekerasannya,&quot; beber Anam.
Baca juga:&amp;nbsp;Bupati Langkat Terbit Rencana Akan Diperiksa soal Kerangkeng ManusiaSekadar informasi, kedatangan Choirul Anam ke Gedung Merah Putih KPK, hari ini, untuk memeriksa Terbit Rencana Perangin Angin terkait temuan kerangkeng manusia. Anam telah membawa sejumlah foto, video, hingga dokumen berkaitan kerangkeng manusia tersebut untuk dikonfirmasi ke Terbit Rencana.
Sebelumnya, Migrant Care mengungkap temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Kerangkeng tersebut diduga digunakan oleh Terbit untuk memenjarakan para pekerja sawit di lahan miliknya. Ada dugaan perbudakan modern yang dilakukan oleh Terbit Rencana.
Terbit Rencana Perangin Angin sendiri merupakan salah satu pihak yang diamankan oleh KPK saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Langkat. Ia juga saat ini sudah menyandang status tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di daerahnya.
Migran Care telah melaporkan dugaan perbudakan modern Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin tersebut ke Komnas HAM. Komnas HAM telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di rumah Bupati Langkat. Terlebih, setelah menerima aduan bahwa ada juga penyiksaan terhadap para pekerja sawit tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;KPK Persilahkan Komnas HAM Periksa Bupati Langkat, Choirul Anam: Kami Berharap Pekan Ini
(fkh)</content:encoded></item></channel></rss>
