<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM: Bupati Langkat Pekerjakan Penghuni Kerangkeng Tanpa Diupah</title><description>Terbit Rencana diperiksa terkait temuan kerangkeng manusia di rumah pribadinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543676/komnas-ham-bupati-langkat-pekerjakan-penghuni-kerangkeng-tanpa-diupah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543676/komnas-ham-bupati-langkat-pekerjakan-penghuni-kerangkeng-tanpa-diupah"/><item><title>Komnas HAM: Bupati Langkat Pekerjakan Penghuni Kerangkeng Tanpa Diupah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543676/komnas-ham-bupati-langkat-pekerjakan-penghuni-kerangkeng-tanpa-diupah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/07/337/2543676/komnas-ham-bupati-langkat-pekerjakan-penghuni-kerangkeng-tanpa-diupah</guid><pubDate>Senin 07 Februari 2022 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543676/komnas-ham-bupati-langkat-pekerjakan-penghuni-kerangkeng-tanpa-diupah-5rAH2R88nR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerangkeng di kediaman Bupati Langkat Terbit Rencana (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543676/komnas-ham-bupati-langkat-pekerjakan-penghuni-kerangkeng-tanpa-diupah-5rAH2R88nR.jpg</image><title>Kerangkeng di kediaman Bupati Langkat Terbit Rencana (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) rampung memeriksa Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/2/2022). Terbit Rencana diperiksa terkait temuan kerangkeng manusia di rumah pribadinya.
Hasil sementara pemeriksaan hari ini, kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Terbit Rencana Perangin Angin telah mempekerjakan penghuni kerangkeng di ladang sawit miliknya tanpa diupah. Terbit Rencana diduga telah melakukan perbudakan modern.
&quot;Ya, yang bekerja di pabrik sawit, kami sudah cek pabriknya. Iya (bekerja tanpa dibayar),&quot; kata Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Komnas HAM bakal menindaklanjuti pengakuan Terbit Rencana Perangin Angin hari ini ke sejumlah pihak. Salah satunya, dengan meminta masukan dari berbagai ahli. Terutama, soal dugaan perbudakan modern dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
&quot;Minggu ini kami akan panggil ahli TPPO atau perbudakan modern, sehingga kita bisa melihat ini kasus perbudakan modern, TPPO, atau kasus yang lain, itu yang kami sedang uji,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Tragis! Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Tewas Usai Dikurung Sepekan
Sebelumnya, Komnas HAM mengungkap ada lebih dari tiga penghuni kerangkeng manusia di rumah milik Terbit Rencana Perangin Angin yang meninggal dunia. Selain itu, Komnas HAM juga menemukan adanya alat kekerasan di tempat tersebut. Fakta dan temuan itu berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran tim Komnas HAM.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Rampung Periksa Bupati Langkat, Sejumlah Fakta Terungkap!Diketahui, temuan kerangkeng manusia ini berawal dari Migrant Care. Migrant Care mengungkap temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Kerangkeng tersebut diduga digunakan oleh Terbit untuk memenjarakan para pekerja sawit di lahan miliknya. Ada dugaan perbudakan modern yang dilakukan oleh Terbit Rencana.
Terbit Rencana Perangin Angin sendiri merupakan salah satu pihak yang diamankan oleh KPK saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Langkat. Ia juga saat ini sudah menyandang status tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di daerahnya.
Migran Care telah melaporkan dugaan perbudakan modern Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin tersebut ke Komnas HAM. Komnas HAM telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di rumah Bupati Langkat. Terlebih, setelah menerima aduan bahwa ada juga penyiksaan terhadap para pekerja sawit tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Bupati Langkat Muncul Perdana dengan Tangan Diborgol Usai Heboh Kerangkeng Manusia
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) rampung memeriksa Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/2/2022). Terbit Rencana diperiksa terkait temuan kerangkeng manusia di rumah pribadinya.
Hasil sementara pemeriksaan hari ini, kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Terbit Rencana Perangin Angin telah mempekerjakan penghuni kerangkeng di ladang sawit miliknya tanpa diupah. Terbit Rencana diduga telah melakukan perbudakan modern.
&quot;Ya, yang bekerja di pabrik sawit, kami sudah cek pabriknya. Iya (bekerja tanpa dibayar),&quot; kata Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Komnas HAM bakal menindaklanjuti pengakuan Terbit Rencana Perangin Angin hari ini ke sejumlah pihak. Salah satunya, dengan meminta masukan dari berbagai ahli. Terutama, soal dugaan perbudakan modern dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
&quot;Minggu ini kami akan panggil ahli TPPO atau perbudakan modern, sehingga kita bisa melihat ini kasus perbudakan modern, TPPO, atau kasus yang lain, itu yang kami sedang uji,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Tragis! Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Tewas Usai Dikurung Sepekan
Sebelumnya, Komnas HAM mengungkap ada lebih dari tiga penghuni kerangkeng manusia di rumah milik Terbit Rencana Perangin Angin yang meninggal dunia. Selain itu, Komnas HAM juga menemukan adanya alat kekerasan di tempat tersebut. Fakta dan temuan itu berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran tim Komnas HAM.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Rampung Periksa Bupati Langkat, Sejumlah Fakta Terungkap!Diketahui, temuan kerangkeng manusia ini berawal dari Migrant Care. Migrant Care mengungkap temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Kerangkeng tersebut diduga digunakan oleh Terbit untuk memenjarakan para pekerja sawit di lahan miliknya. Ada dugaan perbudakan modern yang dilakukan oleh Terbit Rencana.
Terbit Rencana Perangin Angin sendiri merupakan salah satu pihak yang diamankan oleh KPK saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Langkat. Ia juga saat ini sudah menyandang status tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di daerahnya.
Migran Care telah melaporkan dugaan perbudakan modern Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin tersebut ke Komnas HAM. Komnas HAM telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di rumah Bupati Langkat. Terlebih, setelah menerima aduan bahwa ada juga penyiksaan terhadap para pekerja sawit tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Bupati Langkat Muncul Perdana dengan Tangan Diborgol Usai Heboh Kerangkeng Manusia
</content:encoded></item></channel></rss>
