<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Mengaku Miliki Nenek Moyang dari China, Marganya Tan</title><description>Gus Dur membuka salam dengan mengucapkan, &quot;Ni hou.&quot; Langsung saja ruang itu dipenuhi respons gelegar tepuk tangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2543501/humor-gus-dur-mengaku-miliki-nenek-moyang-dari-china-marganya-tan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2543501/humor-gus-dur-mengaku-miliki-nenek-moyang-dari-china-marganya-tan"/><item><title>Humor Gus Dur: Mengaku Miliki Nenek Moyang dari China, Marganya Tan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2543501/humor-gus-dur-mengaku-miliki-nenek-moyang-dari-china-marganya-tan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2543501/humor-gus-dur-mengaku-miliki-nenek-moyang-dari-china-marganya-tan</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543501/humor-gus-dur-mengaku-miliki-nenek-moyang-dari-china-marganya-tan-bLv5Vv5RT0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/337/2543501/humor-gus-dur-mengaku-miliki-nenek-moyang-dari-china-marganya-tan-bLv5Vv5RT0.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai pemimpin dengan gaya humornya yang cerdas dan menggelitik.
Seperti dikutip dari buku 'Tertawa Bersama Gus Presiden Dur' karya Hermawan Sulistyo, salah satu humor Gus Dur yang membuat banyak orang terpingk-pingkal yakni saat ia berkunjung ke luar negeri. Mayoritas penduduk di negeri tersebut keturunan Tionghoa.
Negeri pertama yang dikunjungi Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia kala itu adalah Singapura. Sebagai Presiden baru yang dikenal dengan sikapnya yang pluralis, sambutan pun meluap, hingga seluruh ballroom Hotel Shangri-la Singapore penuh sesak oleh tamu undangan.
Selain para pejabat, mayoritas tamu undangan terdiri dari para pengusaha dan wakil negara-negara lain yang memiliki kedutaan besar di negeri negeri tersebut.
Gus Dur membuka salam dengan mengucapkan, &quot;Ni hou.&quot; Langsung saja ruang itu dipenuhi respons gelegar tepuk tangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Punya Dua Tanggal Lahir Gara-Gara Ini
Setelah itu, Gus Dur berpidato dalam bahasa Inggris. Ia mengatakan tidak bisa berbahasa China, tetapi memiliki hubungan dengan China.
Putrinya, Yenny Wahid, adalah sinolog (ahli China) lulusan Universitas Indonesia (UI). Gus Dur melanjutkan bahwa salah seorang nenek moyangnya adalah migran China bermarga Tan yang datang ke Indonesia sekira 500 tahun lalu.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Anjing Bill Clinton Dibikin Stres, Kok Bisa?Sontak semua orang yang ada di dalam ballroom itu pun kembali memberikan oleh tepuk tangan meriah kepada Gus Dur.
Pernyataan Gus Dur tersebut menimbulkan heboh, terutama di kalangan keluarganya, karena tidak ada catatan silsilah bahwa salah seorang nenek moyang mereka berasal dari China.
Gus Dur pun menjawabnya ketika berada di kamar hotel, &quot;Biarin saja, yang penting para pengusaha itu senang. Kalau penasaran, cari saja moyang saya 500 tahun yang lalu, kalau ketemu. Ha-ha-ha,&quot; ucapnya.
Patut dicatat, marga (she) Tan adalah salah satu orang China yang paling kaya dengan jaringan luas di seluruh dunia.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Tiga Jenis Setan, Nomor Tiga Paling Susah Diusir
(fkh)</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai pemimpin dengan gaya humornya yang cerdas dan menggelitik.
Seperti dikutip dari buku 'Tertawa Bersama Gus Presiden Dur' karya Hermawan Sulistyo, salah satu humor Gus Dur yang membuat banyak orang terpingk-pingkal yakni saat ia berkunjung ke luar negeri. Mayoritas penduduk di negeri tersebut keturunan Tionghoa.
Negeri pertama yang dikunjungi Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia kala itu adalah Singapura. Sebagai Presiden baru yang dikenal dengan sikapnya yang pluralis, sambutan pun meluap, hingga seluruh ballroom Hotel Shangri-la Singapore penuh sesak oleh tamu undangan.
Selain para pejabat, mayoritas tamu undangan terdiri dari para pengusaha dan wakil negara-negara lain yang memiliki kedutaan besar di negeri negeri tersebut.
Gus Dur membuka salam dengan mengucapkan, &quot;Ni hou.&quot; Langsung saja ruang itu dipenuhi respons gelegar tepuk tangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Punya Dua Tanggal Lahir Gara-Gara Ini
Setelah itu, Gus Dur berpidato dalam bahasa Inggris. Ia mengatakan tidak bisa berbahasa China, tetapi memiliki hubungan dengan China.
Putrinya, Yenny Wahid, adalah sinolog (ahli China) lulusan Universitas Indonesia (UI). Gus Dur melanjutkan bahwa salah seorang nenek moyangnya adalah migran China bermarga Tan yang datang ke Indonesia sekira 500 tahun lalu.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Anjing Bill Clinton Dibikin Stres, Kok Bisa?Sontak semua orang yang ada di dalam ballroom itu pun kembali memberikan oleh tepuk tangan meriah kepada Gus Dur.
Pernyataan Gus Dur tersebut menimbulkan heboh, terutama di kalangan keluarganya, karena tidak ada catatan silsilah bahwa salah seorang nenek moyang mereka berasal dari China.
Gus Dur pun menjawabnya ketika berada di kamar hotel, &quot;Biarin saja, yang penting para pengusaha itu senang. Kalau penasaran, cari saja moyang saya 500 tahun yang lalu, kalau ketemu. Ha-ha-ha,&quot; ucapnya.
Patut dicatat, marga (she) Tan adalah salah satu orang China yang paling kaya dengan jaringan luas di seluruh dunia.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Tiga Jenis Setan, Nomor Tiga Paling Susah Diusir
(fkh)</content:encoded></item></channel></rss>
