<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Guru SD Tewas Ditusuk Mantan Suami, Polisi : Dugaan Kuat Sudah Direncanakan   </title><description>Guru SD, Ati Rohaeni (50) tewas ditusuk mantan suaminya yang bernama Nano Mujianto (56), di halaman sekolah</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544077/guru-sd-tewas-ditusuk-mantan-suami-polisi-dugaan-kuat-sudah-direncanakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544077/guru-sd-tewas-ditusuk-mantan-suami-polisi-dugaan-kuat-sudah-direncanakan"/><item><title> Guru SD Tewas Ditusuk Mantan Suami, Polisi : Dugaan Kuat Sudah Direncanakan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544077/guru-sd-tewas-ditusuk-mantan-suami-polisi-dugaan-kuat-sudah-direncanakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544077/guru-sd-tewas-ditusuk-mantan-suami-polisi-dugaan-kuat-sudah-direncanakan</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/08/337/2544077/guru-sd-tewas-ditusuk-mantan-suami-polisi-dugaan-kuat-sudah-direncanakan-nUbMD58y1x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penusuk Guru SD di Bandung (foto: MNC Portal/Agung)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/08/337/2544077/guru-sd-tewas-ditusuk-mantan-suami-polisi-dugaan-kuat-sudah-direncanakan-nUbMD58y1x.jpg</image><title>Penusuk Guru SD di Bandung (foto: MNC Portal/Agung)</title></images><description>
BANDUNG - Guru SD, Ati Rohaeni (50) tewas ditusuk mantan suaminya yang bernama Nano Mujianto (56), di halaman sekolah tempat korban mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tilil Bandung, Jalan Puyuh, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Senin 7 Februari 2022.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung melalui Kapolsek Coblong, Kompol Nanang S menjelaskan, bahwa dugaan kuat pembunuhan tersebut sudah direncanakan oleh pelaku merujuk pada kronologi peristiwa yang terjadi di gerbang SDN 032 Tilil.

&quot;Kalau berdasarkan fakta yang ada dan saksi, dugaan kuat direncanakan,&quot; ungkap Nanang di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Guru SD Ditusuk hingga Tewas di Bandung, Pelaku Terancam Hukuman Mati!&amp;nbsp;
Nanang membeberkan, tiga hari sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, pelaku dan korban sempat melakukan musyawarah keluarga yang difasilitasi pihak SDN Tilil 032 Bandung. Namun, kata Nanang, pelaku tidak puas dengan hasil musyawarah tersebut.

&quot;Kemudian, yang bersangkutan (pelaku) pada hari Senin menunggu korban di pintu gerbang sekolah. Berdasarkan, fakta tersangka sudah ada niat,&quot; kata Nanang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Guru SD Tewas Ditusuk Mantan Suami, Anak Korban: Hukum Pelakunya dengan Berat!
Pelaku yang kini sudah diamankan dan berstatus tersangka itu, lanjut Nanang, menusuk korban menggunakan pisau dapur. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal muasal pisau tersebut.

&quot;Kita dalami pisau itu dari mana, yang pasti ada di tersangka,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8wNy8xLzE0NDc4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nanang melanjutkan, korban yang ditemukan tewas tergeletak di halaman sekolah mengalami luka tusukan di bagian perut. Menurut Nanang, luka tusukan yang diderita korban cukup dalam hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

&quot;Satu tusukan di bagian perut. (Kedalaman) sembilan centimeter, dekat dengan jantung dan usus,&quot; sebutnya.

Nanang juga mengatakan, pelaku terbilang dingin dalam melakukan aksi jahatnya itu. Bahkan, sambil menunggu korban tiba di sekolah, pelaku sempat nongkrong sambil minum kopi di warung sekitar sekolah.

&quot;Sebelum kejadian, pelaku nongkrong sambil minum kopi di warung,&quot; katanya.

Saat korban tiba di gerbang sekolah, pelaku kemudian beranjak dari warung dan menghampiri korban yang tengah berjalan menuju ruang kelas. Pelaku langsung mengunci leher korban dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menusukkan pisau ke perut korban.

&quot;Korban dipiting, pelaku ada di belakang korban. Pelaku kemudian menusuk perut korban,&quot; katanya.

&quot;Kita tidak dapat menolong, korban dibawa ke rumah sakit karena sudah meninggal dunia (di TKP),&quot; sambung Nanang.

Disinggung motif pelaku, Nanang menyebutkan bahwa ada sejumlah motif yang membuat pelaku gelap mata dan nekat menghabisi mantan istrinya itu, salah satunya keinginan rujuk pelaku ditolak oleh korban.

&quot;Ada beberapa motif yang terjadi salah satunya itu tadi berdasarkan keterangan saksi yang bersangkutan itu ingin rujuk lagi, namun korban menolak,&quot; terangnya.

Selain motif tersebut, Nanang juga menyebutkan bahwa pelaku merasa kecewa terhadap korban karena tidak dilibatkan dalam rencana pernikahan anak mereka.

&quot;Ada juga yang mengatakan saksi tersangka ingin ikut bergabung ke acara pernikahan anak tapi tidak diperkenankan. Berdasarkan fakta yang ada salah satu latar belakang dugaan pembunuhan tersebut kekecewaan,&quot; tandasnya.

Nanang menambahkan, dengan dugaan kuat pembunuhan tersebut direncanakan, pelaku kini menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
</description><content:encoded>
BANDUNG - Guru SD, Ati Rohaeni (50) tewas ditusuk mantan suaminya yang bernama Nano Mujianto (56), di halaman sekolah tempat korban mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tilil Bandung, Jalan Puyuh, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Senin 7 Februari 2022.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung melalui Kapolsek Coblong, Kompol Nanang S menjelaskan, bahwa dugaan kuat pembunuhan tersebut sudah direncanakan oleh pelaku merujuk pada kronologi peristiwa yang terjadi di gerbang SDN 032 Tilil.

&quot;Kalau berdasarkan fakta yang ada dan saksi, dugaan kuat direncanakan,&quot; ungkap Nanang di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Guru SD Ditusuk hingga Tewas di Bandung, Pelaku Terancam Hukuman Mati!&amp;nbsp;
Nanang membeberkan, tiga hari sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, pelaku dan korban sempat melakukan musyawarah keluarga yang difasilitasi pihak SDN Tilil 032 Bandung. Namun, kata Nanang, pelaku tidak puas dengan hasil musyawarah tersebut.

&quot;Kemudian, yang bersangkutan (pelaku) pada hari Senin menunggu korban di pintu gerbang sekolah. Berdasarkan, fakta tersangka sudah ada niat,&quot; kata Nanang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Guru SD Tewas Ditusuk Mantan Suami, Anak Korban: Hukum Pelakunya dengan Berat!
Pelaku yang kini sudah diamankan dan berstatus tersangka itu, lanjut Nanang, menusuk korban menggunakan pisau dapur. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal muasal pisau tersebut.

&quot;Kita dalami pisau itu dari mana, yang pasti ada di tersangka,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8wNy8xLzE0NDc4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nanang melanjutkan, korban yang ditemukan tewas tergeletak di halaman sekolah mengalami luka tusukan di bagian perut. Menurut Nanang, luka tusukan yang diderita korban cukup dalam hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

&quot;Satu tusukan di bagian perut. (Kedalaman) sembilan centimeter, dekat dengan jantung dan usus,&quot; sebutnya.

Nanang juga mengatakan, pelaku terbilang dingin dalam melakukan aksi jahatnya itu. Bahkan, sambil menunggu korban tiba di sekolah, pelaku sempat nongkrong sambil minum kopi di warung sekitar sekolah.

&quot;Sebelum kejadian, pelaku nongkrong sambil minum kopi di warung,&quot; katanya.

Saat korban tiba di gerbang sekolah, pelaku kemudian beranjak dari warung dan menghampiri korban yang tengah berjalan menuju ruang kelas. Pelaku langsung mengunci leher korban dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menusukkan pisau ke perut korban.

&quot;Korban dipiting, pelaku ada di belakang korban. Pelaku kemudian menusuk perut korban,&quot; katanya.

&quot;Kita tidak dapat menolong, korban dibawa ke rumah sakit karena sudah meninggal dunia (di TKP),&quot; sambung Nanang.

Disinggung motif pelaku, Nanang menyebutkan bahwa ada sejumlah motif yang membuat pelaku gelap mata dan nekat menghabisi mantan istrinya itu, salah satunya keinginan rujuk pelaku ditolak oleh korban.

&quot;Ada beberapa motif yang terjadi salah satunya itu tadi berdasarkan keterangan saksi yang bersangkutan itu ingin rujuk lagi, namun korban menolak,&quot; terangnya.

Selain motif tersebut, Nanang juga menyebutkan bahwa pelaku merasa kecewa terhadap korban karena tidak dilibatkan dalam rencana pernikahan anak mereka.

&quot;Ada juga yang mengatakan saksi tersangka ingin ikut bergabung ke acara pernikahan anak tapi tidak diperkenankan. Berdasarkan fakta yang ada salah satu latar belakang dugaan pembunuhan tersebut kekecewaan,&quot; tandasnya.

Nanang menambahkan, dengan dugaan kuat pembunuhan tersebut direncanakan, pelaku kini menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
</content:encoded></item></channel></rss>
