<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Syekh Nawawi Al-Bantani Bangun Karakter Muslim Toleran di Nusantara</title><description>Syekh Nawawi juga dikenal dengan kitab hasil karyanya tentang ilmu pengetahuan dan budaya Islam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544079/wapres-syekh-nawawi-al-bantani-bangun-karakter-muslim-toleran-di-nusantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544079/wapres-syekh-nawawi-al-bantani-bangun-karakter-muslim-toleran-di-nusantara"/><item><title>Wapres: Syekh Nawawi Al-Bantani Bangun Karakter Muslim Toleran di Nusantara</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544079/wapres-syekh-nawawi-al-bantani-bangun-karakter-muslim-toleran-di-nusantara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/08/337/2544079/wapres-syekh-nawawi-al-bantani-bangun-karakter-muslim-toleran-di-nusantara</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/08/337/2544079/wapres-syekh-nawawi-al-bantani-bangun-karakter-muslim-toleran-di-nusantara-Xnk65812Vk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/08/337/2544079/wapres-syekh-nawawi-al-bantani-bangun-karakter-muslim-toleran-di-nusantara-Xnk65812Vk.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut ulama besar asal Banten Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan sosok yang membangun karakter toleran dan moderat pada diri Muslim di Nusantara. Syekh Nawawi juga dikenal dengan kitab hasil karyanya tentang ilmu pengetahuan dan budaya Islam.
Wapres berujar, peradaban Islam dalam bentuk kitab Turots merupakan warisan ilmu pengetahuan dan budaya Islam yang berasal dari pemikiran para ulama sejak zaman dahulu kala. Untuk itu, sumbangsih para ulama terhadap literasi peradaban Islam perlu dibangkitkan kembali untuk menginspirasi lahirnya karya-karya baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.
&amp;ldquo;Saya berharap sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam yang kaya di masa silam, seyogianya ingatan, spirit, dan kesadaran Bangsa Indonesia akan kemegahan dan kebesaran leluhur kita dapat dibangkitkan kembali untuk mendorong munculnya karya-karya baru tentang keislaman,&amp;rdquo; ucapnya pada acara Pameran Turots Ulama Nusantara, Pekan Memorial Syekh Nawawi Banten melalui konferensi video di Jakarta, Selasa (8/02/2022).
Dalam pameran yang bertajuk &amp;ldquo;Kebangkitan Turots Nusantara: Dari Indonesia untuk Peradaban Dunia&amp;rdquo; tersebut, Wapres menuturkan, karya-karya baru tentang keislaman setidaknya dapat memberikan kemanfaatan bagi umat Islam untuk memberikan petunjuk dalam kebaikan.
&amp;ldquo;Sarat akan ilmu pengetahuan, sesuai dengan perkembangan zaman, seraya tetap mengajak pada jalan kebaikan, dan menguatkan persatuan dan kesatuan,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Hari Pers Nasional, Wapres Singgung Kedaulatan Nasional di Bidang Digital
Lebih jauh Wapres mengungkapkan bahwa turots ulama jumlahnya sangat banyak dan berusia ratusan tahun, tersebar di berbagai perpustakaan dunia, mulai dari perpustakaan di Eropa hingga Timur Tengah, namun masih banyak yang belum terpublikasikan karena masih berupa naskah tua yang ditulis dengan tangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Roda Ekonomi Digital Harus Jangkau Pelaku Usaha Besar hingga Kecil&amp;ldquo;Untuk itu, diperlukan adanya upaya &quot;tahqiq&quot; atau mengeluarkan nash secara benar tanpa cacat dengan pemeriksaan secara seksama dan detail,&amp;rdquo; tuturnya.
Oleh karena itu, Wapres menilai penerbitan kembali karya-karya ulama Nusantara penting untuk dilakukan, sebagai jembatan yang menyambungkan warisan pemikiran masa silam dengan realita pembaca masa kini.
Dari banyaknya ulama yang membuat karya tulis budaya Islam di Indonesia, Wapres mencontohkan salah satunya, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani yang karya-karyanya menunjukkan ulama Islam Indonesia tidak kalah hebatnya dengan ulama-ulama Timur Tengah dalam bidang keilmuan.
&amp;ldquo;Selain dikenal dengan kitab-kitab hasil karyanya tersebut, Syekh Nawawi memberikan andil dalam membangun karakter muslim Nusantara yang toleran, moderat, serta penuh rahmah, kasih sayang dan welas asih,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Syekh Nawawi Al-Bantani juga memberikan contoh dan semangat kepada para Ulama di Indonesia, khususnya generasi muda, untuk membuat karya tulis yang berkualitas sejak ratusan tahun yang lalu. Karya literasi dan kajiannya menumbuhkan jiwa nasionalisme,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Belasungkawa 3 Prajurit TNI Gugur, Wapres Minta Kejadian di Papua Ditangani dengan Baik
Selanjutnya, Wapres mengatakan, Turots Ulama Indonesia dijadikan sebagai basis pijakan membangun identitas dan jati diri keislaman bangsa Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Radikalisme Harus Kita Cegah Bersama
&amp;ldquo;Utamanya dalam menghadapi berbagai tantangan dunia modern, menuju Indonesia yang unggul, tangguh, dan berkarakter, seperti yang kita cita-citakan,&amp;rdquo; ucapnya.
Wapres pun berpesan, utamanya kepada generasi muda muslim agar dapat mengikuti semangat warisan Syekh Nawawi Al-Bantani yang menguasai khazanah keilmuan dunia Islam.Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga meresmikan Pameran Turots Ulama Indonesia serta Peluncuran Kompilasi 11 Kitab Ulama Nusantara.
Sejalan dengan Wapres, Rais A&amp;rsquo;am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar juga berharap turots-turots tersebut dapat dikembangkan. Di samping itu, generasi-generasi muda dari Indonesia dapat mendunia dengan melahirkan tulisan-tulisan yang sangat bermanfaat bagi umat Islam.
&amp;ldquo;Sudah mulai banyak tulisan-tulisan kitab-kitab yang besar, dan nanti akan disusun siapa lagi yang mengikuti jejak beliau [Syekh Nawawi Al-Bantani], mungkin ini masih belum terhimpun, banyak penulis-penulis kita, mualif-mualif, tapi Insya Allah dengan peringatan ini mereka akan tertarik, terbangun semangatnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan sekaligus Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Agung Firman Sampurna, Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa, Duta Besar Negara Sahabat, serta Perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sementara Wapres didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: 41 Sekolah DKI Jakarta Sebagian Siswanya Positif Covid-19
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut ulama besar asal Banten Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan sosok yang membangun karakter toleran dan moderat pada diri Muslim di Nusantara. Syekh Nawawi juga dikenal dengan kitab hasil karyanya tentang ilmu pengetahuan dan budaya Islam.
Wapres berujar, peradaban Islam dalam bentuk kitab Turots merupakan warisan ilmu pengetahuan dan budaya Islam yang berasal dari pemikiran para ulama sejak zaman dahulu kala. Untuk itu, sumbangsih para ulama terhadap literasi peradaban Islam perlu dibangkitkan kembali untuk menginspirasi lahirnya karya-karya baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.
&amp;ldquo;Saya berharap sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam yang kaya di masa silam, seyogianya ingatan, spirit, dan kesadaran Bangsa Indonesia akan kemegahan dan kebesaran leluhur kita dapat dibangkitkan kembali untuk mendorong munculnya karya-karya baru tentang keislaman,&amp;rdquo; ucapnya pada acara Pameran Turots Ulama Nusantara, Pekan Memorial Syekh Nawawi Banten melalui konferensi video di Jakarta, Selasa (8/02/2022).
Dalam pameran yang bertajuk &amp;ldquo;Kebangkitan Turots Nusantara: Dari Indonesia untuk Peradaban Dunia&amp;rdquo; tersebut, Wapres menuturkan, karya-karya baru tentang keislaman setidaknya dapat memberikan kemanfaatan bagi umat Islam untuk memberikan petunjuk dalam kebaikan.
&amp;ldquo;Sarat akan ilmu pengetahuan, sesuai dengan perkembangan zaman, seraya tetap mengajak pada jalan kebaikan, dan menguatkan persatuan dan kesatuan,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Hari Pers Nasional, Wapres Singgung Kedaulatan Nasional di Bidang Digital
Lebih jauh Wapres mengungkapkan bahwa turots ulama jumlahnya sangat banyak dan berusia ratusan tahun, tersebar di berbagai perpustakaan dunia, mulai dari perpustakaan di Eropa hingga Timur Tengah, namun masih banyak yang belum terpublikasikan karena masih berupa naskah tua yang ditulis dengan tangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Roda Ekonomi Digital Harus Jangkau Pelaku Usaha Besar hingga Kecil&amp;ldquo;Untuk itu, diperlukan adanya upaya &quot;tahqiq&quot; atau mengeluarkan nash secara benar tanpa cacat dengan pemeriksaan secara seksama dan detail,&amp;rdquo; tuturnya.
Oleh karena itu, Wapres menilai penerbitan kembali karya-karya ulama Nusantara penting untuk dilakukan, sebagai jembatan yang menyambungkan warisan pemikiran masa silam dengan realita pembaca masa kini.
Dari banyaknya ulama yang membuat karya tulis budaya Islam di Indonesia, Wapres mencontohkan salah satunya, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani yang karya-karyanya menunjukkan ulama Islam Indonesia tidak kalah hebatnya dengan ulama-ulama Timur Tengah dalam bidang keilmuan.
&amp;ldquo;Selain dikenal dengan kitab-kitab hasil karyanya tersebut, Syekh Nawawi memberikan andil dalam membangun karakter muslim Nusantara yang toleran, moderat, serta penuh rahmah, kasih sayang dan welas asih,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Syekh Nawawi Al-Bantani juga memberikan contoh dan semangat kepada para Ulama di Indonesia, khususnya generasi muda, untuk membuat karya tulis yang berkualitas sejak ratusan tahun yang lalu. Karya literasi dan kajiannya menumbuhkan jiwa nasionalisme,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Belasungkawa 3 Prajurit TNI Gugur, Wapres Minta Kejadian di Papua Ditangani dengan Baik
Selanjutnya, Wapres mengatakan, Turots Ulama Indonesia dijadikan sebagai basis pijakan membangun identitas dan jati diri keislaman bangsa Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Radikalisme Harus Kita Cegah Bersama
&amp;ldquo;Utamanya dalam menghadapi berbagai tantangan dunia modern, menuju Indonesia yang unggul, tangguh, dan berkarakter, seperti yang kita cita-citakan,&amp;rdquo; ucapnya.
Wapres pun berpesan, utamanya kepada generasi muda muslim agar dapat mengikuti semangat warisan Syekh Nawawi Al-Bantani yang menguasai khazanah keilmuan dunia Islam.Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga meresmikan Pameran Turots Ulama Indonesia serta Peluncuran Kompilasi 11 Kitab Ulama Nusantara.
Sejalan dengan Wapres, Rais A&amp;rsquo;am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar juga berharap turots-turots tersebut dapat dikembangkan. Di samping itu, generasi-generasi muda dari Indonesia dapat mendunia dengan melahirkan tulisan-tulisan yang sangat bermanfaat bagi umat Islam.
&amp;ldquo;Sudah mulai banyak tulisan-tulisan kitab-kitab yang besar, dan nanti akan disusun siapa lagi yang mengikuti jejak beliau [Syekh Nawawi Al-Bantani], mungkin ini masih belum terhimpun, banyak penulis-penulis kita, mualif-mualif, tapi Insya Allah dengan peringatan ini mereka akan tertarik, terbangun semangatnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan sekaligus Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Agung Firman Sampurna, Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa, Duta Besar Negara Sahabat, serta Perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sementara Wapres didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: 41 Sekolah DKI Jakarta Sebagian Siswanya Positif Covid-19
</content:encoded></item></channel></rss>
