<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Covid-19, Masyarakat Diimbau Jangan Takut Tes PCR</title><description>Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan tes Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544351/waspada-covid-19-masyarakat-diimbau-jangan-takut-tes-pcr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544351/waspada-covid-19-masyarakat-diimbau-jangan-takut-tes-pcr"/><item><title>Waspada Covid-19, Masyarakat Diimbau Jangan Takut Tes PCR</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544351/waspada-covid-19-masyarakat-diimbau-jangan-takut-tes-pcr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544351/waspada-covid-19-masyarakat-diimbau-jangan-takut-tes-pcr</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544351/waspada-covid-19-masyarakat-diimbau-jangan-takut-tes-pcr-XgVzwLSw79.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tes Covid-19  (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544351/waspada-covid-19-masyarakat-diimbau-jangan-takut-tes-pcr-XgVzwLSw79.jpg</image><title>Ilustrasi tes Covid-19  (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan tes Covid-19 agar penularan dapat dicegah dan perawatan dapat dilakukan sejak dini jika terinfeksi.

&quot;Masyarakat dimohon untuk tidak takut teridentifikasi positif bahkan sampai menghindari dites rapid test antigen atau PCR (polymerase chain reaction),&quot; ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Lonjakan Kasus Covid-19 Lampaui Puncak Gelombang Pertama&amp;nbsp;
Ia menegaskan, terinfeksi Covid-19 dan teridentifikasi positif pada rapid test antigen dan PCR bukan merupakan hal yang tabu. &quot;Semakin cepat seseorang diketahui positif justru semakin penularan dapat dicegah dan perawatan dapat dilakukan sejak dini,&quot; tuturnya.

Wiku mengemukakan, lebih dari 90 persen penambahan kasus nasional saat ini disumbang oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Ia mengatakan, pengendalian kasus pada daerah hotspot di Jawa-Bali, terutama pada wilayah aglomerasi seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menentukan perlindungan terhadap wilayah lain yang kasusnya belum tinggi.

&quot;Sebab sedikit saja lolosnya orang positif dari daerah hotspot dapat berkontribusi atas naiknya kasus di daerah lain,&quot; ucapnya.
BACA JUGA:Satgas Sebut Testing Kunci Cegah Pelaku Perjalanan Bawa Covid-19 ke Daerah Lain&amp;nbsp;Dengan demikian, Wiku mengatakan, testing (pengujian Covid-19) merupakan penentu mobilitas yang aman, karena hanya dengan testing kita dapat mengenali orang yang positif.

&quot;Masyarakat yang terpaksa bepergian dari daerah hotspot ke daerah lainnya, sebelumnya wajib melakukan rapid test antigen atau PCR untuk memastikan dirinya tidak terinfeksi,&quot; tuturnya.

Sesuai dengan aturan satgas dan Kementerian Kesehatan, Wiku menyampaikan, orang yang positif wajib menjalani masa isolasi dan tidak boleh bepergian ke wilayah lainnya.

&quot;Mohon masyarakat menyadari bahwa tindakan demikian membahayakan banyak orang, terlebih kelompok rentan di sekitar kita yang berisiko meninggal akibat Covid-19,&quot; ujarnya.

Maka itu, lanjut dia, ketersediaan rapid test antigen dan PCR dengan akurasi yang tinggi menjadi penting untuk di upayakan. &quot;Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan pemeriksaan mutu eksternal berupa kalibrasi dan optimasi alat dan bahan setiap tiga bulan untuk menjamin akurasi alat yang digunakan,&quot; kata Wiku.
</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan tes Covid-19 agar penularan dapat dicegah dan perawatan dapat dilakukan sejak dini jika terinfeksi.

&quot;Masyarakat dimohon untuk tidak takut teridentifikasi positif bahkan sampai menghindari dites rapid test antigen atau PCR (polymerase chain reaction),&quot; ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Lonjakan Kasus Covid-19 Lampaui Puncak Gelombang Pertama&amp;nbsp;
Ia menegaskan, terinfeksi Covid-19 dan teridentifikasi positif pada rapid test antigen dan PCR bukan merupakan hal yang tabu. &quot;Semakin cepat seseorang diketahui positif justru semakin penularan dapat dicegah dan perawatan dapat dilakukan sejak dini,&quot; tuturnya.

Wiku mengemukakan, lebih dari 90 persen penambahan kasus nasional saat ini disumbang oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Ia mengatakan, pengendalian kasus pada daerah hotspot di Jawa-Bali, terutama pada wilayah aglomerasi seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menentukan perlindungan terhadap wilayah lain yang kasusnya belum tinggi.

&quot;Sebab sedikit saja lolosnya orang positif dari daerah hotspot dapat berkontribusi atas naiknya kasus di daerah lain,&quot; ucapnya.
BACA JUGA:Satgas Sebut Testing Kunci Cegah Pelaku Perjalanan Bawa Covid-19 ke Daerah Lain&amp;nbsp;Dengan demikian, Wiku mengatakan, testing (pengujian Covid-19) merupakan penentu mobilitas yang aman, karena hanya dengan testing kita dapat mengenali orang yang positif.

&quot;Masyarakat yang terpaksa bepergian dari daerah hotspot ke daerah lainnya, sebelumnya wajib melakukan rapid test antigen atau PCR untuk memastikan dirinya tidak terinfeksi,&quot; tuturnya.

Sesuai dengan aturan satgas dan Kementerian Kesehatan, Wiku menyampaikan, orang yang positif wajib menjalani masa isolasi dan tidak boleh bepergian ke wilayah lainnya.

&quot;Mohon masyarakat menyadari bahwa tindakan demikian membahayakan banyak orang, terlebih kelompok rentan di sekitar kita yang berisiko meninggal akibat Covid-19,&quot; ujarnya.

Maka itu, lanjut dia, ketersediaan rapid test antigen dan PCR dengan akurasi yang tinggi menjadi penting untuk di upayakan. &quot;Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan pemeriksaan mutu eksternal berupa kalibrasi dan optimasi alat dan bahan setiap tiga bulan untuk menjamin akurasi alat yang digunakan,&quot; kata Wiku.
</content:encoded></item></channel></rss>
