<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Buzzer, Mahfud MD: Fenomenanya Jangan Ditudingkan ke Pemerintah</title><description>Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti fenomena buzzer yang belakangan kerap diperbincangkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544376/soroti-buzzer-mahfud-md-fenomenanya-jangan-ditudingkan-ke-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544376/soroti-buzzer-mahfud-md-fenomenanya-jangan-ditudingkan-ke-pemerintah"/><item><title>Soroti Buzzer, Mahfud MD: Fenomenanya Jangan Ditudingkan ke Pemerintah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544376/soroti-buzzer-mahfud-md-fenomenanya-jangan-ditudingkan-ke-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544376/soroti-buzzer-mahfud-md-fenomenanya-jangan-ditudingkan-ke-pemerintah</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544376/soroti-buzzer-mahfud-md-fenomenanya-jangan-ditudingkan-ke-pemerintah-SwxlgxpU6o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544376/soroti-buzzer-mahfud-md-fenomenanya-jangan-ditudingkan-ke-pemerintah-SwxlgxpU6o.jpg</image><title>Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti fenomena buzzer yang belakangan kerap diperbincangkan. Ia menilai buzzer kerap dialamatkan kepada mereka yang mendukung pemerintah.

Bahkan, pemerintah kerap kali dituding turut memelihara buzzer itu sendiri. Di sisi lain, kata dia, terdapat sejumlah pihak yang menyerang beragam kebijakan yang dibuat pemerintah dan mereka tidak disebut sebagai buzzer.

&quot;Kalau kita sebut si A, si B, selalu membela pemerintah. Tapi ada di seberang, si A, si B, si C selalu menyerang kebijakan pemerintah. Lalu, ini tidak disebut buzzer. Sehingga fenomena buzzer ini jangan ditudingkan ke pemerintah, tapi ke kita bersama,&quot; kata Mahfud dalam diskusi virtual Dewan Pers, Selasa (8/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mahfud MD: Pemerintah Andalkan Pers untuk Dapat Dukungan Publik
Ambiguitas dalam praktek-praktek yang dilakukan buzzer itulah yang menjadi sorotan Mahfud. Dia mencontohkan, yakni ketika ada orang yang terjerat kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Penangkapan itu lantas dibarengi dengan reaksi semua orang yang menyesalkan dan meminta agar aparat penegak hukum tidaklah asal dalam menangkap. Tetapi, ketika ada penangkapan oknum yang melakukan korupsi, maka kelompok yang sama meminta hukum itu ditegakkan secara adil.

&quot;Ini ambigu. Pandangan-pandangan itu banyak di tengah masyarakat kita yang kemudian bermain di antara buzzer-buzzer yang tidak punya media yang tidak bisa dipertanggung jawabkan seperti tadi,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Ungkap Tiga Aliran Ekstrem yang Mengarah Aksi Terorisme, Apa saja?
</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti fenomena buzzer yang belakangan kerap diperbincangkan. Ia menilai buzzer kerap dialamatkan kepada mereka yang mendukung pemerintah.

Bahkan, pemerintah kerap kali dituding turut memelihara buzzer itu sendiri. Di sisi lain, kata dia, terdapat sejumlah pihak yang menyerang beragam kebijakan yang dibuat pemerintah dan mereka tidak disebut sebagai buzzer.

&quot;Kalau kita sebut si A, si B, selalu membela pemerintah. Tapi ada di seberang, si A, si B, si C selalu menyerang kebijakan pemerintah. Lalu, ini tidak disebut buzzer. Sehingga fenomena buzzer ini jangan ditudingkan ke pemerintah, tapi ke kita bersama,&quot; kata Mahfud dalam diskusi virtual Dewan Pers, Selasa (8/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mahfud MD: Pemerintah Andalkan Pers untuk Dapat Dukungan Publik
Ambiguitas dalam praktek-praktek yang dilakukan buzzer itulah yang menjadi sorotan Mahfud. Dia mencontohkan, yakni ketika ada orang yang terjerat kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Penangkapan itu lantas dibarengi dengan reaksi semua orang yang menyesalkan dan meminta agar aparat penegak hukum tidaklah asal dalam menangkap. Tetapi, ketika ada penangkapan oknum yang melakukan korupsi, maka kelompok yang sama meminta hukum itu ditegakkan secara adil.

&quot;Ini ambigu. Pandangan-pandangan itu banyak di tengah masyarakat kita yang kemudian bermain di antara buzzer-buzzer yang tidak punya media yang tidak bisa dipertanggung jawabkan seperti tadi,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Ungkap Tiga Aliran Ekstrem yang Mengarah Aksi Terorisme, Apa saja?
</content:encoded></item></channel></rss>
