<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PVMBG Beberkan Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau</title><description>Andiani melaporkan kondisi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan adanya asap kawah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544680/pvmbg-beberkan-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544680/pvmbg-beberkan-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau"/><item><title>PVMBG Beberkan Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544680/pvmbg-beberkan-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544680/pvmbg-beberkan-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544680/pvmbg-beberkan-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau-BGfE1OP31u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau saat erupsi (foto: dok PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544680/pvmbg-beberkan-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau-BGfE1OP31u.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau saat erupsi (foto: dok PVMBG)</title></images><description>

JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Andiani melaporkan kondisi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan adanya asap kawah.

&amp;ldquo;Kondisi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 8 dari catatan kami tidak menunjukkan adanya asap kawah. Untuk tanggal 7 masih terlihat adanya asap kawah namun dengan ketinggian 25 sampai 50 meter,&amp;rdquo; kata Andiani saat Konferensi Pers: Kondisi Terkini Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/2/2022).
BACA JUGA:Badan Geologi: Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi sejak Desember 2021&amp;nbsp;
Namun begitu, PVMBG mencatat pada 3 Februari lalu aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat ditandai dengan munculnya asap kawah yang menerus dan diikuti dengan letusan.

&amp;ldquo;Jadi kalau sebelum-sebelumnya sebelum tanggal 3 Februari itu memang ada asap kawah tetapi sifatnya tidak menerus. Dan pada tanggal 3 Februari itu mulai ada asap kawah yang kemudian menerus dan diikuti dengan letusan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Badan Geologi: Status Masih Level 2
Andiani pun meminta masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada serta tidak mempercayai berita-berita bohong yang beredar.

&amp;ldquo;Namun yang penting adalah kita tetap harus hati-hati dan waspada dan tentunya tidak mempercayai berita-berita bohong yang beredar yang mungkin tidak diketahui sumbernya,&amp;rdquo; tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono melaporkan pihaknya telah mendeteksi aktivitas gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Desember 2021 lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari data pemantauan kegempaan sejak Desember 2021, terpantau gempa-gempa vulkanik yang terekam sejak pertengahan Desember 2021, yang ini menunjukkan ya terjadinya supply magma dari bawah permukaan,&amp;rdquo; kata Eko.
&amp;nbsp;
Eko juga mengatakan gempa-gempa vulkanik ini mengindikasikan adanya over pressure pada Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi peningkatan kegempaan yang terpantau sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Januari 2022. &amp;ldquo;Dimana kegempaan didominasi oleh kegempaan frekuensi rendah, ini adalah menunjukkan gempa-gempa yang dangkal ya.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sedangkan kegempaan dangkal sempat menurun sampai dengan sampai selama dua hari ini. Dan pada tanggal pada tanggal 3 Februari muncul getaran tremor menerus yang diikuti oleh aktivitas hembusan menerus,&amp;rdquo; papar Eko.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono melaporkan pihaknya telah mendeteksi aktivitas gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Desember 2021 lalu.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Dari data pemantauan kegempaan sejak Desember 2021, terpantau gempa-gempa vulkanik yang terekam sejak pertengahan Desember 2021, yang ini menunjukkan ya terjadinya supply magma dari bawah permukaan,&amp;rdquo; kata Eko.&amp;nbsp;Eko juga mengatakan gempa-gempa vulkanik ini mengindikasikan adanya over pressure pada Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi peningkatan kegempaan yang terpantau sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Januari 2022. &amp;ldquo;Dimana kegempaan didominasi oleh kegempaan frekuensi rendah, ini adalah menunjukkan gempa-gempa yang dangkal ya.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&amp;ldquo;Sedangkan kegempaan dangkal sempat menurun sampai dengan sampai selama dua hari ini. Dan pada tanggal pada tanggal 3 Februari muncul getaran tremor menerus yang diikuti oleh aktivitas hembusan menerus,&amp;rdquo; papar Eko.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><content:encoded>

JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Andiani melaporkan kondisi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan adanya asap kawah.

&amp;ldquo;Kondisi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 8 dari catatan kami tidak menunjukkan adanya asap kawah. Untuk tanggal 7 masih terlihat adanya asap kawah namun dengan ketinggian 25 sampai 50 meter,&amp;rdquo; kata Andiani saat Konferensi Pers: Kondisi Terkini Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/2/2022).
BACA JUGA:Badan Geologi: Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi sejak Desember 2021&amp;nbsp;
Namun begitu, PVMBG mencatat pada 3 Februari lalu aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat ditandai dengan munculnya asap kawah yang menerus dan diikuti dengan letusan.

&amp;ldquo;Jadi kalau sebelum-sebelumnya sebelum tanggal 3 Februari itu memang ada asap kawah tetapi sifatnya tidak menerus. Dan pada tanggal 3 Februari itu mulai ada asap kawah yang kemudian menerus dan diikuti dengan letusan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Badan Geologi: Status Masih Level 2
Andiani pun meminta masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada serta tidak mempercayai berita-berita bohong yang beredar.

&amp;ldquo;Namun yang penting adalah kita tetap harus hati-hati dan waspada dan tentunya tidak mempercayai berita-berita bohong yang beredar yang mungkin tidak diketahui sumbernya,&amp;rdquo; tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono melaporkan pihaknya telah mendeteksi aktivitas gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Desember 2021 lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari data pemantauan kegempaan sejak Desember 2021, terpantau gempa-gempa vulkanik yang terekam sejak pertengahan Desember 2021, yang ini menunjukkan ya terjadinya supply magma dari bawah permukaan,&amp;rdquo; kata Eko.
&amp;nbsp;
Eko juga mengatakan gempa-gempa vulkanik ini mengindikasikan adanya over pressure pada Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi peningkatan kegempaan yang terpantau sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Januari 2022. &amp;ldquo;Dimana kegempaan didominasi oleh kegempaan frekuensi rendah, ini adalah menunjukkan gempa-gempa yang dangkal ya.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sedangkan kegempaan dangkal sempat menurun sampai dengan sampai selama dua hari ini. Dan pada tanggal pada tanggal 3 Februari muncul getaran tremor menerus yang diikuti oleh aktivitas hembusan menerus,&amp;rdquo; papar Eko.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono melaporkan pihaknya telah mendeteksi aktivitas gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Desember 2021 lalu.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Dari data pemantauan kegempaan sejak Desember 2021, terpantau gempa-gempa vulkanik yang terekam sejak pertengahan Desember 2021, yang ini menunjukkan ya terjadinya supply magma dari bawah permukaan,&amp;rdquo; kata Eko.&amp;nbsp;Eko juga mengatakan gempa-gempa vulkanik ini mengindikasikan adanya over pressure pada Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi peningkatan kegempaan yang terpantau sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Januari 2022. &amp;ldquo;Dimana kegempaan didominasi oleh kegempaan frekuensi rendah, ini adalah menunjukkan gempa-gempa yang dangkal ya.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&amp;ldquo;Sedangkan kegempaan dangkal sempat menurun sampai dengan sampai selama dua hari ini. Dan pada tanggal pada tanggal 3 Februari muncul getaran tremor menerus yang diikuti oleh aktivitas hembusan menerus,&amp;rdquo; papar Eko.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
