<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Minta Warga Desa Wadas Kedepankan Musyawarah</title><description>Polda Jawa Tengah (Jateng) meminta warga Desa Wadas, Purworejo, untuk tidak mau diadu dan mengedepankan musyarawah</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544685/polisi-minta-warga-desa-wadas-kedepankan-musyawarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544685/polisi-minta-warga-desa-wadas-kedepankan-musyawarah"/><item><title>Polisi Minta Warga Desa Wadas Kedepankan Musyawarah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544685/polisi-minta-warga-desa-wadas-kedepankan-musyawarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/09/337/2544685/polisi-minta-warga-desa-wadas-kedepankan-musyawarah</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544685/polisi-minta-warga-desa-wadas-kedepankan-musyawarah-sbBYtwCN8C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/337/2544685/polisi-minta-warga-desa-wadas-kedepankan-musyawarah-sbBYtwCN8C.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Polda Jawa Tengah (Jateng) meminta warga Desa Wadas, Purworejo, untuk tidak mau diadu dan mengedepankan musyarawah, dalam pro-kontra rencana pembangunan Bendungan Bener oleh pemerintah.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan, tujuan pembangunan Bendungan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, dengan tersedianya air dan irigasi teknis yang dibangun menyertai bendungan.

&quot;Melalui bendungan tersebut nantinya lahan daerah sekitar akan menjadi subur, karena terairi secara simultan. Bahan pembangunan bendungan tersebut salah satunya diambil dari Wadas yang mengandung andesit,&quot; kata Iqbal kepada wartawan, Jakarta, Rabu, (9/2/2022).
BACA JUGA:Polisi Pulangkan 23 Warga Desa Wadas yang Sempat Diamankan&amp;nbsp;
Iqbal menyebut, ada 617 warga yang memilki tanah di daerah Wadas yang akan dibeli pemerintah dengan harga yang menguntungkan. BPN Jawa Tengah telah menetapkan harga atas tanah sesuai yang berlaku dan pastinya menguntungkan. Hasilnya ada 317 warga di daerah Wadas yang setuju tanahnya dibeli dan dibebaskan untuk pembangunan bendungan.

&quot;Namun masih ada warga lainnya yang belum setuju atas rencana pemerintah tersebut. Mereka pun telah diajak dialog oleh Pemprov Jawa Tengah. Bahkan Pemprov Jateng telah meminta Komnas HAM sebagai mediator atas warga yang masih pro kontra,&quot; ujar Iqbal.
BACA JUGA:Soal Konflik Desa Wadas, Mahfud: Sesuai Prosedur Tak Ada Kekerasan dan Tembakan&amp;nbsp;Pihak kontra pun, kata Iqbal, telah menempuh jalur hukum melalui PTUN dan hingga kasasi pun kalah. Sebagian warga yang kontra juga sering meneror warga yang setuju atas rencana pembangunan wadas.

&quot;Peristiwa bentrokan di Desa Wadas, Purworejo dipicu pro-kontra sesama warga sendiri atas rencana pembangunan Bendungan Bener oleh pemerintah,&quot; ucap Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan langkah BPN yang didampingi petugas kepolisian kemarin adalah ingin mengukur tanah milik 317 warga yang sudah setuju untuk dibeli. Sayangnya upaya tersebut diprovokasi oleh oknum tak dikenal, sehingga warga yang kontra emosi dan menghalang-halangi tim BPN yang akan mengukur tanah.

&quot;Sebaiknya warga Wadas terus bermusyawarah agar tetap rukun dan harmonis desanya. Jangan mau diprovokasi oleh orang yang tak jelas. Jangan juga mau diadu sesama warga. Kepolisian akan menjamin kenyamanan dan keamanan semua warga Wadas,&quot; tutup Iqbal.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Polda Jawa Tengah (Jateng) meminta warga Desa Wadas, Purworejo, untuk tidak mau diadu dan mengedepankan musyarawah, dalam pro-kontra rencana pembangunan Bendungan Bener oleh pemerintah.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan, tujuan pembangunan Bendungan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, dengan tersedianya air dan irigasi teknis yang dibangun menyertai bendungan.

&quot;Melalui bendungan tersebut nantinya lahan daerah sekitar akan menjadi subur, karena terairi secara simultan. Bahan pembangunan bendungan tersebut salah satunya diambil dari Wadas yang mengandung andesit,&quot; kata Iqbal kepada wartawan, Jakarta, Rabu, (9/2/2022).
BACA JUGA:Polisi Pulangkan 23 Warga Desa Wadas yang Sempat Diamankan&amp;nbsp;
Iqbal menyebut, ada 617 warga yang memilki tanah di daerah Wadas yang akan dibeli pemerintah dengan harga yang menguntungkan. BPN Jawa Tengah telah menetapkan harga atas tanah sesuai yang berlaku dan pastinya menguntungkan. Hasilnya ada 317 warga di daerah Wadas yang setuju tanahnya dibeli dan dibebaskan untuk pembangunan bendungan.

&quot;Namun masih ada warga lainnya yang belum setuju atas rencana pemerintah tersebut. Mereka pun telah diajak dialog oleh Pemprov Jawa Tengah. Bahkan Pemprov Jateng telah meminta Komnas HAM sebagai mediator atas warga yang masih pro kontra,&quot; ujar Iqbal.
BACA JUGA:Soal Konflik Desa Wadas, Mahfud: Sesuai Prosedur Tak Ada Kekerasan dan Tembakan&amp;nbsp;Pihak kontra pun, kata Iqbal, telah menempuh jalur hukum melalui PTUN dan hingga kasasi pun kalah. Sebagian warga yang kontra juga sering meneror warga yang setuju atas rencana pembangunan wadas.

&quot;Peristiwa bentrokan di Desa Wadas, Purworejo dipicu pro-kontra sesama warga sendiri atas rencana pembangunan Bendungan Bener oleh pemerintah,&quot; ucap Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan langkah BPN yang didampingi petugas kepolisian kemarin adalah ingin mengukur tanah milik 317 warga yang sudah setuju untuk dibeli. Sayangnya upaya tersebut diprovokasi oleh oknum tak dikenal, sehingga warga yang kontra emosi dan menghalang-halangi tim BPN yang akan mengukur tanah.

&quot;Sebaiknya warga Wadas terus bermusyawarah agar tetap rukun dan harmonis desanya. Jangan mau diprovokasi oleh orang yang tak jelas. Jangan juga mau diadu sesama warga. Kepolisian akan menjamin kenyamanan dan keamanan semua warga Wadas,&quot; tutup Iqbal.


</content:encoded></item></channel></rss>
