<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Tembakkan Rudal Baru dengan Jarak Tempuh 1.450 Km</title><description>Rudal itu dipamerkan saat kunjungan para pemimpin militer utama Iran ke pangkalan rudal elit Pengawal Revolusi (IRGC).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/10/18/2544972/iran-tembakkan-rudal-baru-dengan-jarak-tempuh-1-450-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/10/18/2544972/iran-tembakkan-rudal-baru-dengan-jarak-tempuh-1-450-km"/><item><title>Iran Tembakkan Rudal Baru dengan Jarak Tempuh 1.450 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/10/18/2544972/iran-tembakkan-rudal-baru-dengan-jarak-tempuh-1-450-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/10/18/2544972/iran-tembakkan-rudal-baru-dengan-jarak-tempuh-1-450-km</guid><pubDate>Kamis 10 Februari 2022 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/10/18/2544972/iran-tembakkan-rudal-baru-dengan-jarak-tempuh-1-450-km-eBqMImAYFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iran tembakkan rudal baru (Sepahnews via AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/10/18/2544972/iran-tembakkan-rudal-baru-dengan-jarak-tempuh-1-450-km-eBqMImAYFi.jpg</image><title>Iran tembakkan rudal baru (Sepahnews via AP)</title></images><description>DUBAI - Menurut Kantor Berita Tasnim, Iran meluncurkan rudal baru dengan daya jangkau 1.450 km pada Rabu (9/2), sehari setelah pembicaraan tidak langsung di Wina tentang pakta nuklir 2015 kembali digelar.

Rudal itu dipamerkan saat kunjungan para pemimpin militer utama Iran ke pangkalan rudal elit Pengawal Revolusi (IRGC).
&quot;Senjata strategis itu merupakan rudal jarak jauh generasi ketiga yang dikembangkan IRGC yang menggunakan bahan bakar padat dan mampu menembus perisai rudal dengan kemampuan manuver yang tinggi,&quot; kata kantor berita itu.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ngeri! Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Terbesar Sejak 2017
&quot;Model &quot;Kheibarshekan&quot; yang telah dimodifikasi mengurangi sepertiga bebannya dibanding dengan rudal serupa,&quot; lanjutnya. Waktu persiapan peluncuran rudal dipercepat seperenam dari waktu normal.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Putin Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Nuklir Rusia-AS Terbaru
Delegasi pembicaraan di Wina mengatakan mereka telah menghasilkan progres terbatas sejak pembicaraan tersebut kembali digelar pada November.
Negara-negara Barat menyebutkan masih ada sedikit waktu sebelum kemajuan nuklir Iran membuat pakta nuklir 2015, yang membatasi mereka, sia-sia.



Pejabat keamanan senior Iran Ali Shamkhani pada Rabu (9/2) mengkritik pendekatan Amerika Serikat (AS).



&quot;Suara dari Pemerintah AS membuktikan tidak adanya koordinasi di negara itu untuk membuat keputusan politik ke arah kemajuan pembicaraan Wina,&quot; cuit Shamkhani di Twitter.



</description><content:encoded>DUBAI - Menurut Kantor Berita Tasnim, Iran meluncurkan rudal baru dengan daya jangkau 1.450 km pada Rabu (9/2), sehari setelah pembicaraan tidak langsung di Wina tentang pakta nuklir 2015 kembali digelar.

Rudal itu dipamerkan saat kunjungan para pemimpin militer utama Iran ke pangkalan rudal elit Pengawal Revolusi (IRGC).
&quot;Senjata strategis itu merupakan rudal jarak jauh generasi ketiga yang dikembangkan IRGC yang menggunakan bahan bakar padat dan mampu menembus perisai rudal dengan kemampuan manuver yang tinggi,&quot; kata kantor berita itu.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ngeri! Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Terbesar Sejak 2017
&quot;Model &quot;Kheibarshekan&quot; yang telah dimodifikasi mengurangi sepertiga bebannya dibanding dengan rudal serupa,&quot; lanjutnya. Waktu persiapan peluncuran rudal dipercepat seperenam dari waktu normal.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Putin Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Nuklir Rusia-AS Terbaru
Delegasi pembicaraan di Wina mengatakan mereka telah menghasilkan progres terbatas sejak pembicaraan tersebut kembali digelar pada November.
Negara-negara Barat menyebutkan masih ada sedikit waktu sebelum kemajuan nuklir Iran membuat pakta nuklir 2015, yang membatasi mereka, sia-sia.



Pejabat keamanan senior Iran Ali Shamkhani pada Rabu (9/2) mengkritik pendekatan Amerika Serikat (AS).



&quot;Suara dari Pemerintah AS membuktikan tidak adanya koordinasi di negara itu untuk membuat keputusan politik ke arah kemajuan pembicaraan Wina,&quot; cuit Shamkhani di Twitter.



</content:encoded></item></channel></rss>
