<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19 Soroti Testing di 22 Provinsi Lebih Rendah dari Nasional</title><description>Angka testing Covid-19 di 22 provinsi lebih rendah dari rata-rata nasional.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545563/satgas-covid-19-soroti-testing-di-22-provinsi-lebih-rendah-dari-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545563/satgas-covid-19-soroti-testing-di-22-provinsi-lebih-rendah-dari-nasional"/><item><title>Satgas Covid-19 Soroti Testing di 22 Provinsi Lebih Rendah dari Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545563/satgas-covid-19-soroti-testing-di-22-provinsi-lebih-rendah-dari-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545563/satgas-covid-19-soroti-testing-di-22-provinsi-lebih-rendah-dari-nasional</guid><pubDate>Jum'at 11 Februari 2022 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/11/337/2545563/satgas-covid-19-soroti-testing-di-22-provinsi-lebih-rendah-dari-nasional-EQIA78pcCi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti angka testing di 22 provinsi lebih rendah dari nasional. (Foto : Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/11/337/2545563/satgas-covid-19-soroti-testing-di-22-provinsi-lebih-rendah-dari-nasional-EQIA78pcCi.jpg</image><title>Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti angka testing di 22 provinsi lebih rendah dari nasional. (Foto : Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyoroti 22 provinsi yang memiliki angka testing rasio di bawah rata-rata nasional.

&amp;ldquo;Sangat disayangkan masih ada 22 provinsi dengan angka rasio testingnya masih di bawah rasio testing nasional,&amp;rdquo; kata Wiku dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Jumat (11/2/2022).

Bahkan, kata Wiku, 2 dari provinsi tersebut di antaranya berasal dari Pulau Jawa-Bali, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.

&amp;ldquo;Rasio testing di Jawa Timur adalah 5 orang dari 1.000 orang di tes. Sementara di Jawa Tengah angkanya tergolong sangat rendah, yakni 2 dari 1.000 orang dites,&amp;rdquo; ujarnya.

Wiku menjelaskan, berdasarkan data per 6 Februari 2022, angka testing nasional saat ini masih jauh di atas standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Angka testing nasional saat ini menunjukkan angka testing 7 dari 1.000 orang.

BACA JUGA:BOR RS Covid-19 di DKI Capai 60 Persen, ICU 44 persen

&amp;ldquo;Angka ini sudah melebihi standar WHO yang menetapkan 1 dari 1.000 orang,&amp;rdquo; katanya.

Oleh karena itu, Wiku kembali mengingatkan, testing merupakan penentu mobilitas yang aman. Karena hanya dengan testing dapat mengenali orang yang positif. sehingga dapat mencegah orang yang positif berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

Karena itu, pimpinan daerah pada 22 provinsi tersebut, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah, diminta untuk kembali memasifkan testing.

&amp;ldquo;Jangan sampai data yang dilaporkan lebih kecil dari kondisi kasus sebenarnya dan berimbas pada penentuan kebijakan yang kurang sesuai dengan situasi riil di lapangan,&amp;rdquo; tutur Wiku.
</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyoroti 22 provinsi yang memiliki angka testing rasio di bawah rata-rata nasional.

&amp;ldquo;Sangat disayangkan masih ada 22 provinsi dengan angka rasio testingnya masih di bawah rasio testing nasional,&amp;rdquo; kata Wiku dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Jumat (11/2/2022).

Bahkan, kata Wiku, 2 dari provinsi tersebut di antaranya berasal dari Pulau Jawa-Bali, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.

&amp;ldquo;Rasio testing di Jawa Timur adalah 5 orang dari 1.000 orang di tes. Sementara di Jawa Tengah angkanya tergolong sangat rendah, yakni 2 dari 1.000 orang dites,&amp;rdquo; ujarnya.

Wiku menjelaskan, berdasarkan data per 6 Februari 2022, angka testing nasional saat ini masih jauh di atas standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Angka testing nasional saat ini menunjukkan angka testing 7 dari 1.000 orang.

BACA JUGA:BOR RS Covid-19 di DKI Capai 60 Persen, ICU 44 persen

&amp;ldquo;Angka ini sudah melebihi standar WHO yang menetapkan 1 dari 1.000 orang,&amp;rdquo; katanya.

Oleh karena itu, Wiku kembali mengingatkan, testing merupakan penentu mobilitas yang aman. Karena hanya dengan testing dapat mengenali orang yang positif. sehingga dapat mencegah orang yang positif berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

Karena itu, pimpinan daerah pada 22 provinsi tersebut, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah, diminta untuk kembali memasifkan testing.

&amp;ldquo;Jangan sampai data yang dilaporkan lebih kecil dari kondisi kasus sebenarnya dan berimbas pada penentuan kebijakan yang kurang sesuai dengan situasi riil di lapangan,&amp;rdquo; tutur Wiku.
</content:encoded></item></channel></rss>
