<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Plasma Konvalesen hingga Ivermectin Dilarang untuk Covid-19, Ini Penggantinya</title><description>Kemenkes, kata Nadia, telah mengganti obat-obatan yang dicabut tersebut seperti Favipiravir yang menggantikan Oseltamivir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545727/plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545727/plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya"/><item><title>Plasma Konvalesen hingga Ivermectin Dilarang untuk Covid-19, Ini Penggantinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545727/plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/11/337/2545727/plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya</guid><pubDate>Jum'at 11 Februari 2022 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/11/337/2545727/plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya-tY6BJ1TOyC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: interaksyon</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/11/337/2545727/plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya-tY6BJ1TOyC.jpg</image><title>Foto: interaksyon</title></images><description>JAKARTA -Sejumlah obat untuk Covid-19 seperti Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, Azithromycin hingga Plasma Konvalesen telah dicabut dan dilarang penggunaaanya. Selain itu, obat seperti Oseltamivir pun sudah tidak masuk dalam paket obat Covid-19 di telemedicine.
(Baca juga: Breaking News! Plasma Konvalesen hingga Ivermectin Dilarang untuk Pengobatan Covid-19)
&amp;ldquo;Betul (sudah dicabut), jadi kalau di telemedicine kan ada vitamin ya, kalau OTG kita selalu memberikan vitamin, tetapi dengan gejala ringan Oseltamivir sudah tidak ada lagi dan diganti dengan Favipiravir,&amp;rdquo;  ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Jumat (11/2/2022).
Dia menjelaskan pada prinsipnya sebenarnya namanya obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan Covid-19 pasti sudah ditentukan manfaatnya dan juga sudah dipastikan efek sampingnya itu terhadap manusia tentunya tidak berbahaya.
&amp;ldquo;Jadi sama seperti vaksin, dia melalui uji klinis juga melalui beberapa kajian,&amp;rdquo; kata Nadia.
(Baca juga: Pecah Rekor! Kasus Harian Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 3.000 Sehari)
Nadia mengatakan sama seperti obat-obat yang awalnya digunakan dan diperkirakan akan membantu pengobatan Covid-19, kemudian dengan semakin banyaknya ilmu pengetahuan, juga semakin banyaknya pengalaman, maka kemudian dilihat bahwa obat-obat ini tidak memberikan secara signifikan terhadap kesembuhan ataupun pengobatan Covid-19. Sehingga, obat-obatan tersebut dicabut.
Kemenkes, kata Nadia, telah mengganti obat-obatan yang dicabut tersebut seperti Favipiravir yang menggantikan Oseltamivir.
&amp;ldquo;Tapi kita tahu sekarang kan ada obat-obat baru ya seperti tadi sebenarnya Favipiravir itu bukan obat baru, pada waktu kita menggunakan Oseltamivir tapi Favipiravir sudah ada. Tapi Favipiravir digunakan untuk kondisi yang lebih berat lagi.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Nah jadi memang kalau kita melihat bahwa kondisi-kondisi tadi tentunya sudah dipertimbangkan dan masyarakat tidak perlu takut pada waktu dokter memberikan itu sudah di perhatikan ya dari sisi tentunya keamanannya,&amp;rdquo; tutup Nadia.

</description><content:encoded>JAKARTA -Sejumlah obat untuk Covid-19 seperti Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, Azithromycin hingga Plasma Konvalesen telah dicabut dan dilarang penggunaaanya. Selain itu, obat seperti Oseltamivir pun sudah tidak masuk dalam paket obat Covid-19 di telemedicine.
(Baca juga: Breaking News! Plasma Konvalesen hingga Ivermectin Dilarang untuk Pengobatan Covid-19)
&amp;ldquo;Betul (sudah dicabut), jadi kalau di telemedicine kan ada vitamin ya, kalau OTG kita selalu memberikan vitamin, tetapi dengan gejala ringan Oseltamivir sudah tidak ada lagi dan diganti dengan Favipiravir,&amp;rdquo;  ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Jumat (11/2/2022).
Dia menjelaskan pada prinsipnya sebenarnya namanya obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan Covid-19 pasti sudah ditentukan manfaatnya dan juga sudah dipastikan efek sampingnya itu terhadap manusia tentunya tidak berbahaya.
&amp;ldquo;Jadi sama seperti vaksin, dia melalui uji klinis juga melalui beberapa kajian,&amp;rdquo; kata Nadia.
(Baca juga: Pecah Rekor! Kasus Harian Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 3.000 Sehari)
Nadia mengatakan sama seperti obat-obat yang awalnya digunakan dan diperkirakan akan membantu pengobatan Covid-19, kemudian dengan semakin banyaknya ilmu pengetahuan, juga semakin banyaknya pengalaman, maka kemudian dilihat bahwa obat-obat ini tidak memberikan secara signifikan terhadap kesembuhan ataupun pengobatan Covid-19. Sehingga, obat-obatan tersebut dicabut.
Kemenkes, kata Nadia, telah mengganti obat-obatan yang dicabut tersebut seperti Favipiravir yang menggantikan Oseltamivir.
&amp;ldquo;Tapi kita tahu sekarang kan ada obat-obat baru ya seperti tadi sebenarnya Favipiravir itu bukan obat baru, pada waktu kita menggunakan Oseltamivir tapi Favipiravir sudah ada. Tapi Favipiravir digunakan untuk kondisi yang lebih berat lagi.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Nah jadi memang kalau kita melihat bahwa kondisi-kondisi tadi tentunya sudah dipertimbangkan dan masyarakat tidak perlu takut pada waktu dokter memberikan itu sudah di perhatikan ya dari sisi tentunya keamanannya,&amp;rdquo; tutup Nadia.

</content:encoded></item></channel></rss>
