<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Prediksi Berakhirnya Fase Akut Pandemi Covid-19 pada Juni Atau Juli</title><description>Tedros mengatakan melewati ambang vaksinasi itu bukan masalah kesempatan, tetapi masalah pilihan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/12/18/2546156/who-prediksi-berakhirnya-fase-akut-pandemi-covid-19-pada-juni-atau-juli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/12/18/2546156/who-prediksi-berakhirnya-fase-akut-pandemi-covid-19-pada-juni-atau-juli"/><item><title>WHO Prediksi Berakhirnya Fase Akut Pandemi Covid-19 pada Juni Atau Juli</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/12/18/2546156/who-prediksi-berakhirnya-fase-akut-pandemi-covid-19-pada-juni-atau-juli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/12/18/2546156/who-prediksi-berakhirnya-fase-akut-pandemi-covid-19-pada-juni-atau-juli</guid><pubDate>Sabtu 12 Februari 2022 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/12/18/2546156/who-prediksi-berakhirnya-fase-akut-pandemi-covid-19-pada-juni-atau-juli-Pg7l4Goowu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/12/18/2546156/who-prediksi-berakhirnya-fase-akut-pandemi-covid-19-pada-juni-atau-juli-Pg7l4Goowu.jpg</image><title>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Foto: AFP)</title></images><description>JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengulangi seruannya untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19&amp;nbsp; terhadap sekitar 70% populasi dunia. Dia menambahkan bahwa ini akan memastikan &quot;fase akut&quot; pandemi Covid-19 berakhir tahun ini.
Berbicara pada konferensi pers di Afrika Selatan pada Jumat (11/2), Tedros mengatakan harapan pandemi terburuk akan berakhir pada pertengahan tahun ini sekitar Juni atau Juli jika target vaksinasi tercapai. Komentarnya muncul beberapa hari setelah memperingatkan bahwa virus corona belum &amp;ldquo;selesai dengan kami.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Melewati ambang vaksinasi itu bukan masalah kesempatan, tetapi masalah pilihan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia menambahkan bahwa keputusan untuk memobilisasi sumber daya untuk memenuhi target itu &amp;ldquo;ada di tangan&amp;nbsp;kita.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO Peringatkan Risiko Tinggi Lonjakan Infeksi Omicron di Seluruh Dunia
Dia mencatat bahwa lebih dari 10 miliar dosis telah diberikan secara global selama dua tahun terakhir. Namun dia engatakan &amp;ldquo;kemenangan ilmiah&amp;rdquo; dari pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 telah &amp;ldquo;dirusak oleh ketidakadilan yang luas dalam akses.&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;WHO: Ada Skandal dalam Kesenjangan Vaksin Covid-19 Global
&amp;ldquo;Sementara lebih dari separuh populasi dunia sekarang sepenuhnya divaksinasi,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;ldquo;84% populasi Afrika belum menerima satu dosis. Konsentrasi produksi vaksin di beberapa negara berpenghasilan tinggi harus disalahkan atas &amp;ldquo;banyak dari ketidakadilan ini,&amp;rdquo; katanya.



Hanya 11% orang Afrika yang dilaporkan telah divaksinasi, menjadikannya benua yang paling sedikit diinokulasi di dunia. Pekan lalu, kantor WHO di Afrika mengatakan kawasan itu perlu meningkatkan tingkat vaksinasi &amp;ldquo;enam kali&amp;rdquo; untuk memenuhi target 70% WHO.



Untuk itu, Tedros menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produksi vaksin lokal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dia menunjuk pada perkembangan baru-baru ini dari vaksin mRNA Covid yang diproduksi secara lokal pertama di benua itu &amp;ndash; dibuat menggunakan urutan suntikan Moderna &amp;ndash; sebagai langkah yang menjanjikan. Vaksin ini dibuat oleh Afrigen Biologics and Vaccines melalui proyek transfer teknologi percontohan, yang didukung oleh WHO dan inisiatif COVAX.



&amp;ldquo;Kami berharap vaksin ini lebih cocok dengan konteks penggunaannya, dengan batasan penyimpanan yang lebih sedikit dan dengan harga yang lebih rendah,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut dia, vaksin itu akan siap untuk memulai uji klinis akhir tahun ini, dengan persetujuan diharapkan pada 2024 mendatang.

</description><content:encoded>JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengulangi seruannya untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19&amp;nbsp; terhadap sekitar 70% populasi dunia. Dia menambahkan bahwa ini akan memastikan &quot;fase akut&quot; pandemi Covid-19 berakhir tahun ini.
Berbicara pada konferensi pers di Afrika Selatan pada Jumat (11/2), Tedros mengatakan harapan pandemi terburuk akan berakhir pada pertengahan tahun ini sekitar Juni atau Juli jika target vaksinasi tercapai. Komentarnya muncul beberapa hari setelah memperingatkan bahwa virus corona belum &amp;ldquo;selesai dengan kami.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Melewati ambang vaksinasi itu bukan masalah kesempatan, tetapi masalah pilihan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia menambahkan bahwa keputusan untuk memobilisasi sumber daya untuk memenuhi target itu &amp;ldquo;ada di tangan&amp;nbsp;kita.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO Peringatkan Risiko Tinggi Lonjakan Infeksi Omicron di Seluruh Dunia
Dia mencatat bahwa lebih dari 10 miliar dosis telah diberikan secara global selama dua tahun terakhir. Namun dia engatakan &amp;ldquo;kemenangan ilmiah&amp;rdquo; dari pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 telah &amp;ldquo;dirusak oleh ketidakadilan yang luas dalam akses.&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;WHO: Ada Skandal dalam Kesenjangan Vaksin Covid-19 Global
&amp;ldquo;Sementara lebih dari separuh populasi dunia sekarang sepenuhnya divaksinasi,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;ldquo;84% populasi Afrika belum menerima satu dosis. Konsentrasi produksi vaksin di beberapa negara berpenghasilan tinggi harus disalahkan atas &amp;ldquo;banyak dari ketidakadilan ini,&amp;rdquo; katanya.



Hanya 11% orang Afrika yang dilaporkan telah divaksinasi, menjadikannya benua yang paling sedikit diinokulasi di dunia. Pekan lalu, kantor WHO di Afrika mengatakan kawasan itu perlu meningkatkan tingkat vaksinasi &amp;ldquo;enam kali&amp;rdquo; untuk memenuhi target 70% WHO.



Untuk itu, Tedros menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produksi vaksin lokal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dia menunjuk pada perkembangan baru-baru ini dari vaksin mRNA Covid yang diproduksi secara lokal pertama di benua itu &amp;ndash; dibuat menggunakan urutan suntikan Moderna &amp;ndash; sebagai langkah yang menjanjikan. Vaksin ini dibuat oleh Afrigen Biologics and Vaccines melalui proyek transfer teknologi percontohan, yang didukung oleh WHO dan inisiatif COVAX.



&amp;ldquo;Kami berharap vaksin ini lebih cocok dengan konteks penggunaannya, dengan batasan penyimpanan yang lebih sedikit dan dengan harga yang lebih rendah,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut dia, vaksin itu akan siap untuk memulai uji klinis akhir tahun ini, dengan persetujuan diharapkan pada 2024 mendatang.

</content:encoded></item></channel></rss>
