<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ngalap Berkah dari Gelas Minuman Imam</title><description>Imam Anshori Saleh, seorang jurnalis yang selalu mendampinginya tiba-tiba dikejutkan aksi Gus Dur yang mengambil gelas teh bekas Imam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2545778/humor-gus-dur-ngalap-berkah-dari-gelas-minuman-imam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2545778/humor-gus-dur-ngalap-berkah-dari-gelas-minuman-imam"/><item><title>Humor Gus Dur: Ngalap Berkah dari Gelas Minuman Imam</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2545778/humor-gus-dur-ngalap-berkah-dari-gelas-minuman-imam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2545778/humor-gus-dur-ngalap-berkah-dari-gelas-minuman-imam</guid><pubDate>Sabtu 12 Februari 2022 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/11/337/2545778/humor-gus-dur-ngalap-berkah-dari-gelas-minuman-imam-aTIK5Z1cPA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/11/337/2545778/humor-gus-dur-ngalap-berkah-dari-gelas-minuman-imam-aTIK5Z1cPA.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupukan pemimpin yang dikenal dengan gaya humornya yang cerdas dan menggelitik.
Tinggal di pondok pesantren membentuk kepribadian Gus Dur menjadi rendah hati. Meski berasal dari kalangan darah biru ulama besar, namun dirinya punya selera makanan yang merakyat.
Suatu ketika Gus Dur disuguhi teh panas dan dua piring kue saat berkunjung ke sebuah pesantren di Kediri, Jawa Timur. Imam Anshori Saleh, seorang jurnalis yang selalu mendampinginya tiba-tiba dikejutkan aksi Gus Dur yang mengambil gelas teh bekas Imam.
Imam juga terlambat mengingatkan.&quot;Lho, Gus itu sudah saya minum,&quot; kata dia dikutip dari buku Mata Batin Gus Dur: Cerita-Cerita Unik Bersama Sang Kiai karya Imam Anshori Saleh
&quot;Nggak apa-apa, Mas. Saya ingin ngalap berkah sampeyan, kok (mendapat keberkahanmu),&quot; ujar Gus Dur menepis rasa sungkan Imam dengan candaan.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cara Anak Presiden Agar Populer, Lempar Ayahnya dari Pesawat?
Tamu yang berada di ruangan itu pun tergelak. Gus Dur dengan tenang langsung menghabiskan teh di gelas sampai habis.
&quot;Dulu waktu di pondok, saya biasa minum rame-rame dari satu gelas. Biasa-biasa saja,&quot; ucap Gus Dur.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Orang Indonesia Tiba di Bulan Sebelum Neil Amstrong, Begini Caranya!Tak lupa, Gus Dur juga mengenang masa mudanya ketika menjadi santri. Ia terbiasa menanak nasi atau ngliwet dan makan bersama empat sampai tujuh orang santri lainnya di nampan besar menggunakan tangan langsung.
&quot;Wah, rasanya nikmat sekali, Mas. Tapi kalau lauknya berkuah itu yang susah,&quot; ungkap Gus Dur sambil terkekeh.
Gus Dur tercatat pernah menjadi santri di Tambakberas, Jombang, Ponpes Tegalrejo, Magelang, dan Ponpes di Krapyak, Yogyakarta. Pengalamannya menjadi santri pun membuatnya bisa menerima sajian makanan ala kadarnya di pesantren yang dikunjungi maupun suguhan di rumah-rumah rakyat ataupun warung pinggir jalan.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Wartawan Jengkel, Jawaban NU dan Muhammadiyah Selalu Sama
(fkh)</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupukan pemimpin yang dikenal dengan gaya humornya yang cerdas dan menggelitik.
Tinggal di pondok pesantren membentuk kepribadian Gus Dur menjadi rendah hati. Meski berasal dari kalangan darah biru ulama besar, namun dirinya punya selera makanan yang merakyat.
Suatu ketika Gus Dur disuguhi teh panas dan dua piring kue saat berkunjung ke sebuah pesantren di Kediri, Jawa Timur. Imam Anshori Saleh, seorang jurnalis yang selalu mendampinginya tiba-tiba dikejutkan aksi Gus Dur yang mengambil gelas teh bekas Imam.
Imam juga terlambat mengingatkan.&quot;Lho, Gus itu sudah saya minum,&quot; kata dia dikutip dari buku Mata Batin Gus Dur: Cerita-Cerita Unik Bersama Sang Kiai karya Imam Anshori Saleh
&quot;Nggak apa-apa, Mas. Saya ingin ngalap berkah sampeyan, kok (mendapat keberkahanmu),&quot; ujar Gus Dur menepis rasa sungkan Imam dengan candaan.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cara Anak Presiden Agar Populer, Lempar Ayahnya dari Pesawat?
Tamu yang berada di ruangan itu pun tergelak. Gus Dur dengan tenang langsung menghabiskan teh di gelas sampai habis.
&quot;Dulu waktu di pondok, saya biasa minum rame-rame dari satu gelas. Biasa-biasa saja,&quot; ucap Gus Dur.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Orang Indonesia Tiba di Bulan Sebelum Neil Amstrong, Begini Caranya!Tak lupa, Gus Dur juga mengenang masa mudanya ketika menjadi santri. Ia terbiasa menanak nasi atau ngliwet dan makan bersama empat sampai tujuh orang santri lainnya di nampan besar menggunakan tangan langsung.
&quot;Wah, rasanya nikmat sekali, Mas. Tapi kalau lauknya berkuah itu yang susah,&quot; ungkap Gus Dur sambil terkekeh.
Gus Dur tercatat pernah menjadi santri di Tambakberas, Jombang, Ponpes Tegalrejo, Magelang, dan Ponpes di Krapyak, Yogyakarta. Pengalamannya menjadi santri pun membuatnya bisa menerima sajian makanan ala kadarnya di pesantren yang dikunjungi maupun suguhan di rumah-rumah rakyat ataupun warung pinggir jalan.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Wartawan Jengkel, Jawaban NU dan Muhammadiyah Selalu Sama
(fkh)</content:encoded></item></channel></rss>
