<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Arya Damar Melamar Selir Cantik Ayahnya, Dewi Kian Merespons Begini</title><description>Dewi Kian saat itu baru saja melahirkan buah hatinya yang ia beri nama Pangeran Jimbun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2546086/ketika-arya-damar-melamar-selir-cantik-ayahnya-dewi-kian-merespons-begini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2546086/ketika-arya-damar-melamar-selir-cantik-ayahnya-dewi-kian-merespons-begini"/><item><title>Ketika Arya Damar Melamar Selir Cantik Ayahnya, Dewi Kian Merespons Begini</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2546086/ketika-arya-damar-melamar-selir-cantik-ayahnya-dewi-kian-merespons-begini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/12/337/2546086/ketika-arya-damar-melamar-selir-cantik-ayahnya-dewi-kian-merespons-begini</guid><pubDate>Sabtu 12 Februari 2022 07:38 WIB</pubDate><dc:creator>Alvin Agung Sanjaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/12/337/2546086/ketika-arya-damar-melamar-selir-cantik-ayahnya-dewi-kian-merespons-begini-326TgFksQl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/12/337/2546086/ketika-arya-damar-melamar-selir-cantik-ayahnya-dewi-kian-merespons-begini-326TgFksQl.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Istimewa)</title></images><description>ARYA DAMAR&amp;nbsp;adalah anak dari Dewi Dillah yang merupakan istri selir Bhre Kertabhumi atau biasa disebut Prabu Brawijaya V, raja terakhir dari Kerajaan Majapahit.

Ketika Arya Damar menjadi Adipati di wilayah kadipaten Palembang, ia kedatangan istri selir kanjeng ramanya yaitu Tan Eng Kian atau Dewi Kian nama populernya.

Melansir buku &amp;lsquo;Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit&amp;rsquo;, Dewi Kian saat itu baru saja melahirkan buah hatinya yang ia beri nama Pangeran Jimbun.

Dalam merawat bayi laki-lakinya yang tampan dan sehat, bagi Dewi Kian waktu 24 jam sehari-semalam seperti terasa kurang sampai-sampai Dewi Dilah dan Arya Damar pun tak kebagian menggendong Pangeran Jimbun.

Kira-kira setahun pasca kelahiran Pangeran Jimbun, Arya Damar baru teringat pesan khusus dari ayahnya tentang dirinya yang baru boleh menikahi Dewi Kian setelah kelahiran Pangeran Jimbun.

Saat itu Arya Damar menemui Dewi Kian untuk menyampaikan pesan tersebut karena sebelum kepergiannya dari Istana Majapahit, Dewi Kian tidak tahu apa-apa tentang pesan itu.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Hati Raden Arya Damar Bergetar Lihat Kecantikan Istri Raja Majapahit
&quot;Maaf Tuan Putri, perkenankan saya menyampaikan pesan penting Kanjeng Rama yang saya terima melalui surat beberapa waktu yang lalu,&quot; ucapnya.

&quot;Semenjak Kanjeng Ibu Ratu Dwarawati tidak berkenan Tuan Putri berada di istana Majapahit, lalu Tuan Putri pindah ke Palembang, atas perintah Kanjeng Rama maka saya diperintahkan untuk menjadi pelindung serta pengayom Tuan Putri,&quot; jelas Arya Damar.

Nampaknya, Dewi Kian kurang tanggap terhadap penuturan Arya Damar.

Sehingga, ia dengan santai mengatakan, &quot;O... iya Raden, bukankah Ramandamu memang memerintahkan kepadamu supaya menampung dan menjaga diriku serta putraku Pangeran Jimbun di Palembang sini?&quot;.

Dewi Dilah yang kebetulan ikut nimbrung dalam pembicaraan itu dengan terpaksa angkat bicara.

&quot;Maksud putraku Arya Damar bahwa Kanjeng Ramanya, Prabu Brawijaya V, berkenan menghadiahkan dirimu kepada kepada Arya Damar,&quot;

&quot;Awalnya aku sendiri tidak mengetahui hal ini, tetapi putraku menunjukkan surat Kanjeng Ramanya kepadaku, dengan demikian, sejak saat ini kau akan dinikahi oleh Arya Damar sebagai suami-istri yang sah dalam hukum agama Islam,&quot; ujar Dewi Dillah.

Dalam keadaan seperti itu, Dewi Kian nampak terkejut, wajah Dewi Kian tertunduk. Ia tidak mengerti bagaimana mengartikan perasaannya sendiri, apakah ia sedih atau apakah ia senang.

&quot;Bagaimana pendapatmu?&quot; tanya Dewi Dilah kepada Dewi Kian.Dewi Kian tak kuasa menjawabnya, tetapi ia cukup memberikan isyarat dengan anggukan kepala pertanda setuju.

Pada hari yang disepakati, di depan penghulu Kadipaten Palembang, akhirnya Adipati Arya Damar benar-benar menikahi Dewi Kian yang telah berputra Pangeran Jimbun. Tak ayal, sejak itu, tanggung jawab Raden Arya Damar semakin besar kepada Dewi Kian dan Pangeran Jimbun.

Terutama membimbing dan mendidik Pangeran Jimbun. Sesuai pesan Prabu Brawijaya V, Arya Damar memang diperintahkan supaya mengajari ilmu politik dan pemerintahan, termasuk strategi perang dan sebagainya, kepada putra Dewi Kian.</description><content:encoded>ARYA DAMAR&amp;nbsp;adalah anak dari Dewi Dillah yang merupakan istri selir Bhre Kertabhumi atau biasa disebut Prabu Brawijaya V, raja terakhir dari Kerajaan Majapahit.

Ketika Arya Damar menjadi Adipati di wilayah kadipaten Palembang, ia kedatangan istri selir kanjeng ramanya yaitu Tan Eng Kian atau Dewi Kian nama populernya.

Melansir buku &amp;lsquo;Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit&amp;rsquo;, Dewi Kian saat itu baru saja melahirkan buah hatinya yang ia beri nama Pangeran Jimbun.

Dalam merawat bayi laki-lakinya yang tampan dan sehat, bagi Dewi Kian waktu 24 jam sehari-semalam seperti terasa kurang sampai-sampai Dewi Dilah dan Arya Damar pun tak kebagian menggendong Pangeran Jimbun.

Kira-kira setahun pasca kelahiran Pangeran Jimbun, Arya Damar baru teringat pesan khusus dari ayahnya tentang dirinya yang baru boleh menikahi Dewi Kian setelah kelahiran Pangeran Jimbun.

Saat itu Arya Damar menemui Dewi Kian untuk menyampaikan pesan tersebut karena sebelum kepergiannya dari Istana Majapahit, Dewi Kian tidak tahu apa-apa tentang pesan itu.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Hati Raden Arya Damar Bergetar Lihat Kecantikan Istri Raja Majapahit
&quot;Maaf Tuan Putri, perkenankan saya menyampaikan pesan penting Kanjeng Rama yang saya terima melalui surat beberapa waktu yang lalu,&quot; ucapnya.

&quot;Semenjak Kanjeng Ibu Ratu Dwarawati tidak berkenan Tuan Putri berada di istana Majapahit, lalu Tuan Putri pindah ke Palembang, atas perintah Kanjeng Rama maka saya diperintahkan untuk menjadi pelindung serta pengayom Tuan Putri,&quot; jelas Arya Damar.

Nampaknya, Dewi Kian kurang tanggap terhadap penuturan Arya Damar.

Sehingga, ia dengan santai mengatakan, &quot;O... iya Raden, bukankah Ramandamu memang memerintahkan kepadamu supaya menampung dan menjaga diriku serta putraku Pangeran Jimbun di Palembang sini?&quot;.

Dewi Dilah yang kebetulan ikut nimbrung dalam pembicaraan itu dengan terpaksa angkat bicara.

&quot;Maksud putraku Arya Damar bahwa Kanjeng Ramanya, Prabu Brawijaya V, berkenan menghadiahkan dirimu kepada kepada Arya Damar,&quot;

&quot;Awalnya aku sendiri tidak mengetahui hal ini, tetapi putraku menunjukkan surat Kanjeng Ramanya kepadaku, dengan demikian, sejak saat ini kau akan dinikahi oleh Arya Damar sebagai suami-istri yang sah dalam hukum agama Islam,&quot; ujar Dewi Dillah.

Dalam keadaan seperti itu, Dewi Kian nampak terkejut, wajah Dewi Kian tertunduk. Ia tidak mengerti bagaimana mengartikan perasaannya sendiri, apakah ia sedih atau apakah ia senang.

&quot;Bagaimana pendapatmu?&quot; tanya Dewi Dilah kepada Dewi Kian.Dewi Kian tak kuasa menjawabnya, tetapi ia cukup memberikan isyarat dengan anggukan kepala pertanda setuju.

Pada hari yang disepakati, di depan penghulu Kadipaten Palembang, akhirnya Adipati Arya Damar benar-benar menikahi Dewi Kian yang telah berputra Pangeran Jimbun. Tak ayal, sejak itu, tanggung jawab Raden Arya Damar semakin besar kepada Dewi Kian dan Pangeran Jimbun.

Terutama membimbing dan mendidik Pangeran Jimbun. Sesuai pesan Prabu Brawijaya V, Arya Damar memang diperintahkan supaya mengajari ilmu politik dan pemerintahan, termasuk strategi perang dan sebagainya, kepada putra Dewi Kian.</content:encoded></item></channel></rss>
