<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Kapok! Dwi Kembali Jual Perabotan Rumah hingga Pukuli Ibunya</title><description>Paliyem, berencana untuk melaporkan kembali anaknya ke polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/13/337/2546590/tidak-kapok-dwi-kembali-jual-perabotan-rumah-hingga-pukuli-ibunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/13/337/2546590/tidak-kapok-dwi-kembali-jual-perabotan-rumah-hingga-pukuli-ibunya"/><item><title>Tidak Kapok! Dwi Kembali Jual Perabotan Rumah hingga Pukuli Ibunya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/13/337/2546590/tidak-kapok-dwi-kembali-jual-perabotan-rumah-hingga-pukuli-ibunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/13/337/2546590/tidak-kapok-dwi-kembali-jual-perabotan-rumah-hingga-pukuli-ibunya</guid><pubDate>Minggu 13 Februari 2022 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Oktavia Rengganis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/13/337/2546590/tidak-kapok-dwi-kembali-jual-perabotan-rumah-hingga-pukuli-ibunya-r8wG76SQqm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/13/337/2546590/tidak-kapok-dwi-kembali-jual-perabotan-rumah-hingga-pukuli-ibunya-r8wG76SQqm.jpg</image><title>ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Nama Dwi Rahayu Saputro yang sempat viral karena ulahnya yang menjual perabot milik orangtuanya untuk sang kekasih, kini sontak ramai kembali diperbincangkan. Pasalnya, pemuda asal Bantul tersebut kembali melakukan aksi yang sama.
(Baca juga: Dijual Anaknya Buat Pacaran, Genting Rumah Ibu Paliyem Kembali Dipasang Warga)
Sebelumnya, pada kasus pertama, sang ibu bernama Paliyem telah mencabut laporan polisi. Namun, seperti tidak ada kapoknya, Dwi kembali ingin menjual perabotan milik orangtuanya. Kejadian tersebut bermula saat Warsito (63) paman dari Dwi mendengar ada suara mobil bak terbuka yang datang ke rumah Dwi di Paten, Srihardono, Pundong, Bantul.
Warsito melihat keponakannya dibantu oleh kru mobil pick-up tengah menaikkan lemari ke mobil pick-up. &amp;ldquo;Saya mikir, jangan-jangan Dwi jual lemari lagi,&amp;rdquo; ujarnya  beberapa waktu lalu.
(Baca juga: Astaga! Seorang Anak Tega Jual Daun Pintu hingga Genting Rumah Ibunya)
Karena melihat aksi keponakannya tersebut, Warsito langsung melapor ke Ketua RT setempat. Ketua RT langsung mendatangi rumah Dwi Warsito untuk menanyakan maksud dari tindakannya tersebut. Benar saja, Dwi hendak ingin menjual lemari milik orangtuanya.
Setelah melalui proses perdebatan panjang, lemari tersebut diturunkan dari mobil pick-up dan batal untuk dijual. Kemudian pemuda tersebut pergi dari rumah dengan alasan mencari ibunya untuk membayar sewa mobil pick-up.
Warsito sudah curiga terhadap keponakannya. Pasalnya beberapa hari setelah Dwi dibebaskan dari tahanan, ia melihat Dwi membawa kompor dan tabung gas. Selain itu, dua pekan lalu, Warsito mengetahui Dwi menjual seperangkat meja kursi tamu yang ada di rumah sang ibu. Padahal, meja kursi tersebut merupakan bantuan dari yayasan sebuah gereja.


Tak hanya itu, tetangga Paliyem, Asmawati beberapa hari lalu menuturkan hal serupa, Dwi dan Paliyem datang ke rumah Asmawati untuk meminjam uang senilai Rp700.000. Namun, Asmawati enggan memberikan pinjaman karena tahu lemari tersebut menjadi barang bukti di Polsek Pundong.



Karena tidak mendapatkan pinjaman, saat itu Dwi marah-marah dan memukul ibunya. Pemukulan tersebut berlanjut ketika Dwi dan ibunya kembali ke rumah. Sang ibu, Paliyem, melarikan diri ke rumah tetangga untuk bersembunyi.



Paliyem, berencana untuk melaporkan kembali anaknya ke polisi. Kasat Reskrim Polres Bantul membenarkan bahwa Paliyem datang ke Polres Bantul untuk berkonsultasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Nama Dwi Rahayu Saputro yang sempat viral karena ulahnya yang menjual perabot milik orangtuanya untuk sang kekasih, kini sontak ramai kembali diperbincangkan. Pasalnya, pemuda asal Bantul tersebut kembali melakukan aksi yang sama.
(Baca juga: Dijual Anaknya Buat Pacaran, Genting Rumah Ibu Paliyem Kembali Dipasang Warga)
Sebelumnya, pada kasus pertama, sang ibu bernama Paliyem telah mencabut laporan polisi. Namun, seperti tidak ada kapoknya, Dwi kembali ingin menjual perabotan milik orangtuanya. Kejadian tersebut bermula saat Warsito (63) paman dari Dwi mendengar ada suara mobil bak terbuka yang datang ke rumah Dwi di Paten, Srihardono, Pundong, Bantul.
Warsito melihat keponakannya dibantu oleh kru mobil pick-up tengah menaikkan lemari ke mobil pick-up. &amp;ldquo;Saya mikir, jangan-jangan Dwi jual lemari lagi,&amp;rdquo; ujarnya  beberapa waktu lalu.
(Baca juga: Astaga! Seorang Anak Tega Jual Daun Pintu hingga Genting Rumah Ibunya)
Karena melihat aksi keponakannya tersebut, Warsito langsung melapor ke Ketua RT setempat. Ketua RT langsung mendatangi rumah Dwi Warsito untuk menanyakan maksud dari tindakannya tersebut. Benar saja, Dwi hendak ingin menjual lemari milik orangtuanya.
Setelah melalui proses perdebatan panjang, lemari tersebut diturunkan dari mobil pick-up dan batal untuk dijual. Kemudian pemuda tersebut pergi dari rumah dengan alasan mencari ibunya untuk membayar sewa mobil pick-up.
Warsito sudah curiga terhadap keponakannya. Pasalnya beberapa hari setelah Dwi dibebaskan dari tahanan, ia melihat Dwi membawa kompor dan tabung gas. Selain itu, dua pekan lalu, Warsito mengetahui Dwi menjual seperangkat meja kursi tamu yang ada di rumah sang ibu. Padahal, meja kursi tersebut merupakan bantuan dari yayasan sebuah gereja.


Tak hanya itu, tetangga Paliyem, Asmawati beberapa hari lalu menuturkan hal serupa, Dwi dan Paliyem datang ke rumah Asmawati untuk meminjam uang senilai Rp700.000. Namun, Asmawati enggan memberikan pinjaman karena tahu lemari tersebut menjadi barang bukti di Polsek Pundong.



Karena tidak mendapatkan pinjaman, saat itu Dwi marah-marah dan memukul ibunya. Pemukulan tersebut berlanjut ketika Dwi dan ibunya kembali ke rumah. Sang ibu, Paliyem, melarikan diri ke rumah tetangga untuk bersembunyi.



Paliyem, berencana untuk melaporkan kembali anaknya ke polisi. Kasat Reskrim Polres Bantul membenarkan bahwa Paliyem datang ke Polres Bantul untuk berkonsultasi.</content:encoded></item></channel></rss>
