<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: Dua Rumah Warga Rusak Berat Akibat Banjir di Madiun</title><description>Sebanyak 17 KK terdampak banjir yang melanda Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/13/340/2546497/bnpb-dua-rumah-warga-rusak-berat-akibat-banjir-di-madiun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/13/340/2546497/bnpb-dua-rumah-warga-rusak-berat-akibat-banjir-di-madiun"/><item><title>BNPB: Dua Rumah Warga Rusak Berat Akibat Banjir di Madiun</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/13/340/2546497/bnpb-dua-rumah-warga-rusak-berat-akibat-banjir-di-madiun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/13/340/2546497/bnpb-dua-rumah-warga-rusak-berat-akibat-banjir-di-madiun</guid><pubDate>Minggu 13 Februari 2022 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/13/340/2546497/bnpb-dua-rumah-warga-rusak-berat-akibat-banjir-di-madiun-WWOtgKYYwx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: BPBD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/13/340/2546497/bnpb-dua-rumah-warga-rusak-berat-akibat-banjir-di-madiun-WWOtgKYYwx.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: BPBD)</title></images><description>JAKARTA -  Banjir yang melanda Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyebabkan dua rumah warga rusak berat, demikian dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (13/2/2022).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, banjir tersebut kini telah surut. Sementara, sebanyak 17 KK atau 61 jiwa dari desa tersebut terdampak banjir yang terjadi setelah hujan lebat menguyur wilayah itu. BPBD juga menyebutkan hujan intensitas tinggi ini mengakibatkan debit air Sungai Widas meluap.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Madiun Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak Tower Sutet Roboh
&quot;Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian tersebut. Meskipun dua rumah warga rusak berat dan 15 unit lainnya terdampak, banjir tidak menyebabkan adanya pengungsian,&quot; kata Abdul kepada wartawan, Jakarta, Minggu.
Menurut Abdul, BPBD bersama unsur Muspika Kecamatan Gemarang dan warga desa bergotong royong membantu warga yang rumahnya rusak. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah warga terdampak banjir. Tampak sampah dan material endapan yang terbawa banjir mengotori rumah maupun jalan desa.
BACA JUGA:8 Desa di Kapuas Hulu Kalbar Diterjang Banjir, Air Masih Merendam 92 Rumah

&quot;Selain berdampak pada rumah warga, banjir merusak 1 unit jembatan yang ada di Desa Gemarang. Belum ada rincian tingkat kerusakan pada fasilitas yang rusak tersebut,&quot; ujarnya.Abdul menjelaskan, pada kajian inaRISK, Kabupaten Madiun memiliki 15 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Satu di antaranya yaitu Kecamatan Gemarang yang terdampak banjir pada Sabtu kemarin.

Sementara itu, hari ini, wilayah Kecamatan Gemarang masih berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan-sedang-petir. Sedangkan pada esok hari, Senin, (14/2/2022), prakiraan cuaca masih menginformasikan adanya hujan ringan-petir di kawasan itu.

&quot;BNPB mengimbau Pemerintah Daerah dan warga mengantisipasi potensi dampak susulan. Ini mengingat potensi hujan masih berpeluang terjadi di Kecamatan Gemarang. Warga diharapkan tetap siap siaga dalam menghadapi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan angin kencang, pada puncak musim hujan di bulan Februari ini,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>JAKARTA -  Banjir yang melanda Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyebabkan dua rumah warga rusak berat, demikian dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (13/2/2022).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, banjir tersebut kini telah surut. Sementara, sebanyak 17 KK atau 61 jiwa dari desa tersebut terdampak banjir yang terjadi setelah hujan lebat menguyur wilayah itu. BPBD juga menyebutkan hujan intensitas tinggi ini mengakibatkan debit air Sungai Widas meluap.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Madiun Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak Tower Sutet Roboh
&quot;Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian tersebut. Meskipun dua rumah warga rusak berat dan 15 unit lainnya terdampak, banjir tidak menyebabkan adanya pengungsian,&quot; kata Abdul kepada wartawan, Jakarta, Minggu.
Menurut Abdul, BPBD bersama unsur Muspika Kecamatan Gemarang dan warga desa bergotong royong membantu warga yang rumahnya rusak. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah warga terdampak banjir. Tampak sampah dan material endapan yang terbawa banjir mengotori rumah maupun jalan desa.
BACA JUGA:8 Desa di Kapuas Hulu Kalbar Diterjang Banjir, Air Masih Merendam 92 Rumah

&quot;Selain berdampak pada rumah warga, banjir merusak 1 unit jembatan yang ada di Desa Gemarang. Belum ada rincian tingkat kerusakan pada fasilitas yang rusak tersebut,&quot; ujarnya.Abdul menjelaskan, pada kajian inaRISK, Kabupaten Madiun memiliki 15 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Satu di antaranya yaitu Kecamatan Gemarang yang terdampak banjir pada Sabtu kemarin.

Sementara itu, hari ini, wilayah Kecamatan Gemarang masih berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan-sedang-petir. Sedangkan pada esok hari, Senin, (14/2/2022), prakiraan cuaca masih menginformasikan adanya hujan ringan-petir di kawasan itu.

&quot;BNPB mengimbau Pemerintah Daerah dan warga mengantisipasi potensi dampak susulan. Ini mengingat potensi hujan masih berpeluang terjadi di Kecamatan Gemarang. Warga diharapkan tetap siap siaga dalam menghadapi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan angin kencang, pada puncak musim hujan di bulan Februari ini,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
