<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabu Brawijaya V Junjung Toleransi, Hargai Perbedaan Beragama</title><description>Putranya sendiri Pangeran Jimbun, untuk menjalankan pilihan keyakinan agamanya masing-masing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546658/prabu-brawijaya-v-junjung-toleransi-hargai-perbedaan-beragama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546658/prabu-brawijaya-v-junjung-toleransi-hargai-perbedaan-beragama"/><item><title>Prabu Brawijaya V Junjung Toleransi, Hargai Perbedaan Beragama</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546658/prabu-brawijaya-v-junjung-toleransi-hargai-perbedaan-beragama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546658/prabu-brawijaya-v-junjung-toleransi-hargai-perbedaan-beragama</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2022 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Alvin Agung Sanjaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/13/337/2546658/prabu-brawijaya-v-junjung-toleransi-hargai-perbedaan-beragama-3wgBJnGNIB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabu Brawijaya V (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/13/337/2546658/prabu-brawijaya-v-junjung-toleransi-hargai-perbedaan-beragama-3wgBJnGNIB.jpg</image><title>Prabu Brawijaya V (Foto: istimewa)</title></images><description>BHRE Kertabhumi atau biasa disebut Prabu Brawijaya V adalah Raja terakhir yang menjabat di Istana besar Kerajaan Majapahit.

Dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Prabu Brawijaya V adalah orang yang terkenal sangat mengutamakan toleransi diatas apapun terutama masalah keyakinan.

Memang, dalam hal keyakinan agama ini Prabu Brawijaya dikenal sebagai seorang raja besar yang sangat toleran. Hal itu terbukti, para nayaka praja atau pembesar kerajaan serta rakyat Majapahit yang menganut keyakinan agama yang berkembang saat itu, yaitu tiga agama (agama Hindu, Budha, dan Islam) secara damai dan penuh toleransi.

Bahkan termasuk putranya sendiri Pangeran Jimbun, untuk menjalankan pilihan keyakinan agamanya masing-masing.

BACA JUGA:Jayanegara, Raja Majapahit Kedua yang Tewas karena Wanita Cantik

Dengan kehidupan keberagamaan yang penuh toleransi, seperti yang ditauladani Prabu Brawijaya V, maka di Kerajaan Majapahit saat itu banyak para pejabat kerajaan yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda tetapi semuanya rukun dan hidup damai.

Tidak ada yang berusaha memaksakan suatu keyakinan agama tertentu kepada pemeluk agama lain.'Kematangan' atau 'kedewasaan' Prabu Brawijaya V dalam menjalankan toleransi beragama tersebut, sebenarnya disadari atau tidak karena besarnya pengaruh dua orang tokoh penasihat spiritualnya sekaligus abdi dalemnya yaitu Sabda Palon dan Naya Genggong.

Setidaknya dua orang abdi dalem kinasih Sang Baginda Raja tersebut boleh dikatakan sebagai orang yang sangat berpengaruh, terutama dalam urusan keagamaan, di Kerajaan Majapahit.</description><content:encoded>BHRE Kertabhumi atau biasa disebut Prabu Brawijaya V adalah Raja terakhir yang menjabat di Istana besar Kerajaan Majapahit.

Dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Prabu Brawijaya V adalah orang yang terkenal sangat mengutamakan toleransi diatas apapun terutama masalah keyakinan.

Memang, dalam hal keyakinan agama ini Prabu Brawijaya dikenal sebagai seorang raja besar yang sangat toleran. Hal itu terbukti, para nayaka praja atau pembesar kerajaan serta rakyat Majapahit yang menganut keyakinan agama yang berkembang saat itu, yaitu tiga agama (agama Hindu, Budha, dan Islam) secara damai dan penuh toleransi.

Bahkan termasuk putranya sendiri Pangeran Jimbun, untuk menjalankan pilihan keyakinan agamanya masing-masing.

BACA JUGA:Jayanegara, Raja Majapahit Kedua yang Tewas karena Wanita Cantik

Dengan kehidupan keberagamaan yang penuh toleransi, seperti yang ditauladani Prabu Brawijaya V, maka di Kerajaan Majapahit saat itu banyak para pejabat kerajaan yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda tetapi semuanya rukun dan hidup damai.

Tidak ada yang berusaha memaksakan suatu keyakinan agama tertentu kepada pemeluk agama lain.'Kematangan' atau 'kedewasaan' Prabu Brawijaya V dalam menjalankan toleransi beragama tersebut, sebenarnya disadari atau tidak karena besarnya pengaruh dua orang tokoh penasihat spiritualnya sekaligus abdi dalemnya yaitu Sabda Palon dan Naya Genggong.

Setidaknya dua orang abdi dalem kinasih Sang Baginda Raja tersebut boleh dikatakan sebagai orang yang sangat berpengaruh, terutama dalam urusan keagamaan, di Kerajaan Majapahit.</content:encoded></item></channel></rss>
