<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diiringi Isak Tangis, Pasutri Korban Ritual Maut Pantai Payangan Dimakamkan</title><description>Kedua jenazah ini sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit dokter Soebandi, Jember untuk proses autopsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546761/diiringi-isak-tangis-pasutri-korban-ritual-maut-pantai-payangan-dimakamkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546761/diiringi-isak-tangis-pasutri-korban-ritual-maut-pantai-payangan-dimakamkan"/><item><title>Diiringi Isak Tangis, Pasutri Korban Ritual Maut Pantai Payangan Dimakamkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546761/diiringi-isak-tangis-pasutri-korban-ritual-maut-pantai-payangan-dimakamkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546761/diiringi-isak-tangis-pasutri-korban-ritual-maut-pantai-payangan-dimakamkan</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2022 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Yayan Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/14/337/2546761/diiringi-isak-tangis-pasutri-korban-ritual-maut-pantai-payangan-dimakamkan-VOBbnSNPqv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban ritual maut Pantai Payangan dimakamkan (Foto: Yayan Nugroho)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/14/337/2546761/diiringi-isak-tangis-pasutri-korban-ritual-maut-pantai-payangan-dimakamkan-VOBbnSNPqv.jpg</image><title>Korban ritual maut Pantai Payangan dimakamkan (Foto: Yayan Nugroho)</title></images><description>LUMAJANG - Jenazah Syaiful dan Sri Wahyuni, pasangan suami istri (pasutri) warga Dusun Krajan, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur yang menjadi korban ritual maut Pantai Payangan tiba di rumah duka pada Minggu 13 Februari 2022 malam sekitar pukul 23.00.

Kedua jenazah ini sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit dokter Soebandi, Jember untuk proses autopsi bersama sembilan jenazah lainnya. Kedatangan jenazah pasutri ini langsung disambut isak tangis keluarga, terlebih korban meninggalkan lima anak yang masih balita.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Korban Tewas Ritual di Pantai Payangan Dikabarkan Sedang Jajal Ilmu Kanuragan
Usai dimandikan dan disholatkan, kedua jenazah langsung dibawa ke pemakaman umum, Desa Ajung yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah duka.

Semasa hidup, kedua korban dikenal baik dengan tetangga meskipun selama ini hidup di bawah garis kemiskinan, seperti diungkapkan tetangga korban, Denin Ekawai. Dalam kesehariannya, Saiful bekerja sebagai sales kopi sedangkan istrinya Sri Wahyuni bekerja sebagai buruh borongan pabrik krupuk.

Sementara itu, Syaiful dan Sri Wahyuni diketahui sudah mengikuti pengajian di padepokan tersebut sejak dua bulan terakhir. Pasutri ini terakhir berpamitan hari Sabtu malam. Nahas, Minggu pagi keduanya ditemukan meninggal dunia akibat terseret ombak Pantai Payangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Polisi Selidiki Kasus Ritual Tewaskan 11 Orang di Pantai Payangan</description><content:encoded>LUMAJANG - Jenazah Syaiful dan Sri Wahyuni, pasangan suami istri (pasutri) warga Dusun Krajan, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur yang menjadi korban ritual maut Pantai Payangan tiba di rumah duka pada Minggu 13 Februari 2022 malam sekitar pukul 23.00.

Kedua jenazah ini sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit dokter Soebandi, Jember untuk proses autopsi bersama sembilan jenazah lainnya. Kedatangan jenazah pasutri ini langsung disambut isak tangis keluarga, terlebih korban meninggalkan lima anak yang masih balita.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Korban Tewas Ritual di Pantai Payangan Dikabarkan Sedang Jajal Ilmu Kanuragan
Usai dimandikan dan disholatkan, kedua jenazah langsung dibawa ke pemakaman umum, Desa Ajung yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah duka.

Semasa hidup, kedua korban dikenal baik dengan tetangga meskipun selama ini hidup di bawah garis kemiskinan, seperti diungkapkan tetangga korban, Denin Ekawai. Dalam kesehariannya, Saiful bekerja sebagai sales kopi sedangkan istrinya Sri Wahyuni bekerja sebagai buruh borongan pabrik krupuk.

Sementara itu, Syaiful dan Sri Wahyuni diketahui sudah mengikuti pengajian di padepokan tersebut sejak dua bulan terakhir. Pasutri ini terakhir berpamitan hari Sabtu malam. Nahas, Minggu pagi keduanya ditemukan meninggal dunia akibat terseret ombak Pantai Payangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Polisi Selidiki Kasus Ritual Tewaskan 11 Orang di Pantai Payangan</content:encoded></item></channel></rss>
