<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Ditangkap, 59 Warga yang Demo Tolak Tambang di Sulteng Dipulangkan</title><description>Sebanyak 59 warga yang demo menolak tambang di Sulteng telah dipulangkan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546873/sempat-ditangkap-59-warga-yang-demo-tolak-tambang-di-sulteng-dipulangkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546873/sempat-ditangkap-59-warga-yang-demo-tolak-tambang-di-sulteng-dipulangkan"/><item><title>Sempat Ditangkap, 59 Warga yang Demo Tolak Tambang di Sulteng Dipulangkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546873/sempat-ditangkap-59-warga-yang-demo-tolak-tambang-di-sulteng-dipulangkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546873/sempat-ditangkap-59-warga-yang-demo-tolak-tambang-di-sulteng-dipulangkan</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2022 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/14/337/2546873/sempat-ditangkap-59-warga-yang-demo-tolak-tambang-di-sulteng-dipulangkan-tf5kpXJxQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/14/337/2546873/sempat-ditangkap-59-warga-yang-demo-tolak-tambang-di-sulteng-dipulangkan-tf5kpXJxQK.jpg</image><title>Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Polisi menyatakan sebanyak 59 warga yang demonstrasi menolak tambang di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), telah dipulangkan ke keluarganya.

&quot;59 warga masyarakat yang diamankan kepolisian sudah dikembalikan ke keluarganya,&quot; kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Senin (14/2/2022).

Sebagaimana diketahui, massa berunjuk rasa dengan memblokir jalan di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Aksi demo berakhir ricuh antara warga dan aparat kepolisian. Satu warga pun tewas tertembak.

BACA JUGA:Sulteng Panas! Seorang Warga Penolak Tambang Tewas Ditembak Polisi

Awalnya, ratusan warga yang menolak pertambangan turun ke jalan dan menutup ruas jalan Trans Sulawesi. Aparat kepolisian lalu datang ke lokasi untuk membubarkan aksi demo tutup jalan tersebut.

Polisi membubarkan paksa massa aksi yang berjalan selama 12 jam ini. Hal itu agar jalan bisa digunakan kembali oleh pengguna jalan lainnya.

&amp;ldquo;Karena jalan Trans Sulawesi tidak bisa ditutup, sementara untuk korban yang meninggal Kabid Propam akan turun langsung dan menindak tegas anggota bila melanggar,&amp;rdquo; kata Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudi Sufaryadi, Minggu (13/2/2022).
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menyatakan sebanyak 59 warga yang demonstrasi menolak tambang di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), telah dipulangkan ke keluarganya.

&quot;59 warga masyarakat yang diamankan kepolisian sudah dikembalikan ke keluarganya,&quot; kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Senin (14/2/2022).

Sebagaimana diketahui, massa berunjuk rasa dengan memblokir jalan di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Aksi demo berakhir ricuh antara warga dan aparat kepolisian. Satu warga pun tewas tertembak.

BACA JUGA:Sulteng Panas! Seorang Warga Penolak Tambang Tewas Ditembak Polisi

Awalnya, ratusan warga yang menolak pertambangan turun ke jalan dan menutup ruas jalan Trans Sulawesi. Aparat kepolisian lalu datang ke lokasi untuk membubarkan aksi demo tutup jalan tersebut.

Polisi membubarkan paksa massa aksi yang berjalan selama 12 jam ini. Hal itu agar jalan bisa digunakan kembali oleh pengguna jalan lainnya.

&amp;ldquo;Karena jalan Trans Sulawesi tidak bisa ditutup, sementara untuk korban yang meninggal Kabid Propam akan turun langsung dan menindak tegas anggota bila melanggar,&amp;rdquo; kata Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudi Sufaryadi, Minggu (13/2/2022).
</content:encoded></item></channel></rss>
