<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mabes Polri Terjunkan Tim Usut Kasus Tewasnya Warga di Parigi Moutong</title><description>Menurut Dedi, tim tersebut dikerahkan untuk memastikan komitmen pengusutan menyusulnya tewasnya warga tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546888/mabes-polri-terjunkan-tim-usut-kasus-tewasnya-warga-di-parigi-moutong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546888/mabes-polri-terjunkan-tim-usut-kasus-tewasnya-warga-di-parigi-moutong"/><item><title>Mabes Polri Terjunkan Tim Usut Kasus Tewasnya Warga di Parigi Moutong</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546888/mabes-polri-terjunkan-tim-usut-kasus-tewasnya-warga-di-parigi-moutong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/14/337/2546888/mabes-polri-terjunkan-tim-usut-kasus-tewasnya-warga-di-parigi-moutong</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2022 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/14/337/2546888/mabes-polri-terjunkan-tim-usut-kasus-tewasnya-warga-di-parigi-moutong-2883BDWVIA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: MPI/Indra Purnomo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/14/337/2546888/mabes-polri-terjunkan-tim-usut-kasus-tewasnya-warga-di-parigi-moutong-2883BDWVIA.jpg</image><title>Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: MPI/Indra Purnomo)</title></images><description>JAKARTA - Polri mengirimkan tim dari Divisi Propam Polri dan Humas Polri untuk mengusut peristiwa tewasnya warga saat aksi unjuk rasa penolakan tambang di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pengerahan tim sesuai instruksi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

&amp;ldquo;Hari ini sesuai perintah Bapak Kapolri, memerintahkan 1 tim dari Div Propam juga dibackup dari Div Humas Polri untuk langsung berangkat ke Sulteng dan Parigi Moutong,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kecewa Pengelolaan Galian C, Ratusan Sopir Truk di Banyuwangi Demo di Kantor Polisi
Menurut Dedi, tim tersebut dikerahkan untuk memastikan komitmen pengusutan menyusulnya tewasnya warga tersebut. Nantinya, tim itu akan berkoordinasi dengan Propam Polda Sulteng.

&amp;ldquo;Kemudian hari ini juga didatangkan tim labfor dari Polda Sulteng dalam rangka mengungkap peristiwa tersebut setuntas-tuntasnya,&amp;rdquo; ujar Dedi.

Dedi memastikan, terkait peristiwa ini, pimpinan Polri akan menindak tegas siapa pun anggota yang terbukti melakukan pelanggaran atau tidak menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

&amp;ldquo;Saya mengucapkan belangsungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,&amp;rdquo; ucap Dedi.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kapolri Perintahkan Jajaran Kawal Unjuk Rasa dengan Baik
Diketahui, unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tepatnya di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan, Sulawesi Tengah.

Aksi demo yang berakhir ricuh antara warga dan aparat kepolisian menyebabkan satu warga tewas tertembak. Awalnya, ratusan warga yang menolak pertambangan turun ke jalan dan menutup ruas jalan Trans Sulawesi sehingga kepolisian datang untuk membubarkan aksi demo tutup jalan tersebut.

Aksi yang berjalan selama 12 jam ini akhinya polisi melakukan tindakan atau membubar paksakan para unjuk rasa agar jalan bisa digunakan kembali oleh pengguna jalan lainnya.

Kapolda Sulteng Irjen pol Rudi Sufaryadi mengatakan tindakan tegas kepolisian adalah peraturan yang dilakukan. &amp;ldquo;Karena jalan Trans Sulawesi tidak bisa ditutup, sementara untuk korban yang meninggal Kabid Propam akan turun langsung daan menindak tegas anggota bila melanggar,&amp;rdquo; kata Rudi, Minggu 13 Februari 2022.

</description><content:encoded>JAKARTA - Polri mengirimkan tim dari Divisi Propam Polri dan Humas Polri untuk mengusut peristiwa tewasnya warga saat aksi unjuk rasa penolakan tambang di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pengerahan tim sesuai instruksi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

&amp;ldquo;Hari ini sesuai perintah Bapak Kapolri, memerintahkan 1 tim dari Div Propam juga dibackup dari Div Humas Polri untuk langsung berangkat ke Sulteng dan Parigi Moutong,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kecewa Pengelolaan Galian C, Ratusan Sopir Truk di Banyuwangi Demo di Kantor Polisi
Menurut Dedi, tim tersebut dikerahkan untuk memastikan komitmen pengusutan menyusulnya tewasnya warga tersebut. Nantinya, tim itu akan berkoordinasi dengan Propam Polda Sulteng.

&amp;ldquo;Kemudian hari ini juga didatangkan tim labfor dari Polda Sulteng dalam rangka mengungkap peristiwa tersebut setuntas-tuntasnya,&amp;rdquo; ujar Dedi.

Dedi memastikan, terkait peristiwa ini, pimpinan Polri akan menindak tegas siapa pun anggota yang terbukti melakukan pelanggaran atau tidak menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

&amp;ldquo;Saya mengucapkan belangsungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,&amp;rdquo; ucap Dedi.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kapolri Perintahkan Jajaran Kawal Unjuk Rasa dengan Baik
Diketahui, unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tepatnya di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan, Sulawesi Tengah.

Aksi demo yang berakhir ricuh antara warga dan aparat kepolisian menyebabkan satu warga tewas tertembak. Awalnya, ratusan warga yang menolak pertambangan turun ke jalan dan menutup ruas jalan Trans Sulawesi sehingga kepolisian datang untuk membubarkan aksi demo tutup jalan tersebut.

Aksi yang berjalan selama 12 jam ini akhinya polisi melakukan tindakan atau membubar paksakan para unjuk rasa agar jalan bisa digunakan kembali oleh pengguna jalan lainnya.

Kapolda Sulteng Irjen pol Rudi Sufaryadi mengatakan tindakan tegas kepolisian adalah peraturan yang dilakukan. &amp;ldquo;Karena jalan Trans Sulawesi tidak bisa ditutup, sementara untuk korban yang meninggal Kabid Propam akan turun langsung daan menindak tegas anggota bila melanggar,&amp;rdquo; kata Rudi, Minggu 13 Februari 2022.

</content:encoded></item></channel></rss>
