<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina, Moskow: Barat Dihancurkan Tanpa Melepaskan Tembakan</title><description>Rusia menngejek apa yang Moskow sebut sebagai propaganda perang Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/16/18/2548044/tarik-pasukan-dari-perbatasan-ukraina-moskow-barat-dihancurkan-tanpa-melepaskan-tembakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/16/18/2548044/tarik-pasukan-dari-perbatasan-ukraina-moskow-barat-dihancurkan-tanpa-melepaskan-tembakan"/><item><title>Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina, Moskow: Barat Dihancurkan Tanpa Melepaskan Tembakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/16/18/2548044/tarik-pasukan-dari-perbatasan-ukraina-moskow-barat-dihancurkan-tanpa-melepaskan-tembakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/16/18/2548044/tarik-pasukan-dari-perbatasan-ukraina-moskow-barat-dihancurkan-tanpa-melepaskan-tembakan</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/18/2548044/tarik-pasukan-dari-perbatasan-ukraina-moskow-barat-dihancurkan-tanpa-melepaskan-tembakan-HTyobcvlYI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/18/2548044/tarik-pasukan-dari-perbatasan-ukraina-moskow-barat-dihancurkan-tanpa-melepaskan-tembakan-HTyobcvlYI.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Setelah menarik sebagian pasukannya dari wilayah dekat perbatasan Ukraina pada Selasa (15/2/2022), Rusia mengejek klaim Barat bahwa Moskow merencanakan invasi besar-besaran dalam waktu dekat.
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa propaganda perang Barat telah gagal dan telah dihancurkan oleh tindakan Moskow.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Tarik Sebagian Pasukan dari Perbatasan Dekat Ukraina&amp;nbsp;
&amp;ldquo;15 Februari 2022 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari ketika propaganda perang Barat gagal,&amp;rdquo; tulis Zakharova sebagaimana dilansir RT. Menurutnya, Barat telah &amp;ldquo;dipermalukan dan dihancurkan tanpa melepaskan satu tembakan pun.&amp;rdquo;
Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Moskow mengumumkan bahwa sejumlah tentara Rusia telah menyelesaikan latihan mereka di Belarus, dekat perbatasan Ukraina, dan akan memulai proses penarikan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Presiden AS: Invasi Rusia ke Ukraina Berarti Maut dan Kehancuran yang Tak Perlu

Komentar Zakharova muncul setelah Bloomberg, mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (12/2/2022) melaporkan bahwa serangan terhadap Ukraina dapat terjadi pada Selasa (16/2/2022). Bloomberg melaporkan bahwa kemungkinan serangan mungkin termasuk provokasi di wilayah Donbass atau terhadap Kiev.
Pada akhir pekan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan kepada CNN bahwa &quot;sumber dan informasi intelijen&quot; menyarankan &quot;aksi militer besar&quot; dapat &quot;dimulai kapan saja&quot;. Dia mengatakan bahwa invasi bisa terjadi pekan depan sebelum akhir pertandingan Olimpiade.Ketegangan di perbatasan Ukraina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan pejabat Barat meningkatkan peringatan bahwa pasukan Rusia dapat segera melancarkan invasi. Kremlin telah berulang kali bersikeras bahwa mereka tidak memiliki niat agresif dan menuding media Barat mengobarkan histeria.
Di tengah kekhawatiran potensi serangan, Moskow telah mencari jaminan keamanan yang akan membatasi perluasan NATO lebih dekat ke perbatasannya dan menghalangi Ukraina untuk bergabung ke dalam aliansi militer tersebut. Namun, Sekretaris Jenderal blok itu Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Rusia &amp;ldquo;tidak memiliki hak veto&amp;rdquo; atas ambisi Kiev untuk menjadi anggota NATO
Pada Senin (14/2/2022), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan tanggapan dari NATO dan AS, tetapi masih ada harapan untuk mencapai solusi diplomatik. Berbicara pada Selasa, Lavrov mengklaim bahwa laporan Barat tentang kemungkinan segera terjadinya invasi sama dengan &amp;ldquo;terorisme informasi&amp;rdquo;.</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Setelah menarik sebagian pasukannya dari wilayah dekat perbatasan Ukraina pada Selasa (15/2/2022), Rusia mengejek klaim Barat bahwa Moskow merencanakan invasi besar-besaran dalam waktu dekat.
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa propaganda perang Barat telah gagal dan telah dihancurkan oleh tindakan Moskow.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Tarik Sebagian Pasukan dari Perbatasan Dekat Ukraina&amp;nbsp;
&amp;ldquo;15 Februari 2022 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari ketika propaganda perang Barat gagal,&amp;rdquo; tulis Zakharova sebagaimana dilansir RT. Menurutnya, Barat telah &amp;ldquo;dipermalukan dan dihancurkan tanpa melepaskan satu tembakan pun.&amp;rdquo;
Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Moskow mengumumkan bahwa sejumlah tentara Rusia telah menyelesaikan latihan mereka di Belarus, dekat perbatasan Ukraina, dan akan memulai proses penarikan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Presiden AS: Invasi Rusia ke Ukraina Berarti Maut dan Kehancuran yang Tak Perlu

Komentar Zakharova muncul setelah Bloomberg, mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (12/2/2022) melaporkan bahwa serangan terhadap Ukraina dapat terjadi pada Selasa (16/2/2022). Bloomberg melaporkan bahwa kemungkinan serangan mungkin termasuk provokasi di wilayah Donbass atau terhadap Kiev.
Pada akhir pekan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan kepada CNN bahwa &quot;sumber dan informasi intelijen&quot; menyarankan &quot;aksi militer besar&quot; dapat &quot;dimulai kapan saja&quot;. Dia mengatakan bahwa invasi bisa terjadi pekan depan sebelum akhir pertandingan Olimpiade.Ketegangan di perbatasan Ukraina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan pejabat Barat meningkatkan peringatan bahwa pasukan Rusia dapat segera melancarkan invasi. Kremlin telah berulang kali bersikeras bahwa mereka tidak memiliki niat agresif dan menuding media Barat mengobarkan histeria.
Di tengah kekhawatiran potensi serangan, Moskow telah mencari jaminan keamanan yang akan membatasi perluasan NATO lebih dekat ke perbatasannya dan menghalangi Ukraina untuk bergabung ke dalam aliansi militer tersebut. Namun, Sekretaris Jenderal blok itu Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Rusia &amp;ldquo;tidak memiliki hak veto&amp;rdquo; atas ambisi Kiev untuk menjadi anggota NATO
Pada Senin (14/2/2022), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan tanggapan dari NATO dan AS, tetapi masih ada harapan untuk mencapai solusi diplomatik. Berbicara pada Selasa, Lavrov mengklaim bahwa laporan Barat tentang kemungkinan segera terjadinya invasi sama dengan &amp;ldquo;terorisme informasi&amp;rdquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
