<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Melonjak, KSP: Kebijakan Pemerintah Masih Gas dan Rem</title><description>Pada Selasa 15 Februari 2022 kasus Covid-19 tercatat bertambah 57.049.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/16/337/2548297/kasus-covid-19-melonjak-ksp-kebijakan-pemerintah-masih-gas-dan-rem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/16/337/2548297/kasus-covid-19-melonjak-ksp-kebijakan-pemerintah-masih-gas-dan-rem"/><item><title>Kasus Covid-19 Melonjak, KSP: Kebijakan Pemerintah Masih Gas dan Rem</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/16/337/2548297/kasus-covid-19-melonjak-ksp-kebijakan-pemerintah-masih-gas-dan-rem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/16/337/2548297/kasus-covid-19-melonjak-ksp-kebijakan-pemerintah-masih-gas-dan-rem</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/337/2548297/kasus-covid-19-melonjak-ksp-kebijakan-pemerintah-masih-gas-dan-rem-XVGdJoFQoE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/337/2548297/kasus-covid-19-melonjak-ksp-kebijakan-pemerintah-masih-gas-dan-rem-XVGdJoFQoE.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung evaluasi kebijakan pemerintah di tengah meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air.
Pada Selasa 15 Februari 2022 kasus Covid-19 tercatat  bertambah 57.049.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) dr. Brian Sri Prahastuti menyebut bahwa Presiden Jokowi terus melakukan evaluasi setiap pekannya. Menurut Brian, saat ini kebijakan pemerintah masih gas dan rem.
&quot;Arahan presiden juga rutin disampaikan pada saat press conference. Kebijakan pemerintah masih gas dan rem,&quot; ujar Brian kepada wartawan, Rabu (16/2/2022).
Brian mengungkapkan bahwa pemerintah juga menyoroti pada cakupan vaksinasi Covid-19, termasuk kepada kelompok rentan seperti lansia, sebagai salah satu faktor penentu penting keputusan menurunkan level PPKM.
Baca juga:&amp;nbsp;14% Kasus Positif Anak-Anak, Jubir Kemenkes: Tertular dari Orang Tua
Selain itu, kata Brian, pemerintah juga melakukan penguatan pada fasilitas layanan kesehatan, di antaranya melakukan rekrutmen tenaga kesehatan yang disebar di RSUD dan RSD.
&quot;Perluasan jangkauan telemedisin untuk kasus isoman di Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya,&quot; kata Brian.
Baca juga:&amp;nbsp;Modal Tes Antigen Kini Bisa Dapat Obat Gratis dari KemenkesPemerintah, lanjut Brian, juga melakukan penambahan tempat tidur, fasilitas isolasi dan ICU kasus Covid-19 di RS, dan menambah stok oksigen konsentrator serta obat-obatan.
&quot;Mengalokasikan kembali dana insentif nakes dan tambahan alokasi dana perawatan di RS. Dan memperkuat tracing dan testing untuk kepentingan pelacakan kontak erat dan diagnostik,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;54 RT di Jakarta Barat Zona Merah, Ini Daftarnya</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung evaluasi kebijakan pemerintah di tengah meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air.
Pada Selasa 15 Februari 2022 kasus Covid-19 tercatat  bertambah 57.049.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) dr. Brian Sri Prahastuti menyebut bahwa Presiden Jokowi terus melakukan evaluasi setiap pekannya. Menurut Brian, saat ini kebijakan pemerintah masih gas dan rem.
&quot;Arahan presiden juga rutin disampaikan pada saat press conference. Kebijakan pemerintah masih gas dan rem,&quot; ujar Brian kepada wartawan, Rabu (16/2/2022).
Brian mengungkapkan bahwa pemerintah juga menyoroti pada cakupan vaksinasi Covid-19, termasuk kepada kelompok rentan seperti lansia, sebagai salah satu faktor penentu penting keputusan menurunkan level PPKM.
Baca juga:&amp;nbsp;14% Kasus Positif Anak-Anak, Jubir Kemenkes: Tertular dari Orang Tua
Selain itu, kata Brian, pemerintah juga melakukan penguatan pada fasilitas layanan kesehatan, di antaranya melakukan rekrutmen tenaga kesehatan yang disebar di RSUD dan RSD.
&quot;Perluasan jangkauan telemedisin untuk kasus isoman di Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya,&quot; kata Brian.
Baca juga:&amp;nbsp;Modal Tes Antigen Kini Bisa Dapat Obat Gratis dari KemenkesPemerintah, lanjut Brian, juga melakukan penambahan tempat tidur, fasilitas isolasi dan ICU kasus Covid-19 di RS, dan menambah stok oksigen konsentrator serta obat-obatan.
&quot;Mengalokasikan kembali dana insentif nakes dan tambahan alokasi dana perawatan di RS. Dan memperkuat tracing dan testing untuk kepentingan pelacakan kontak erat dan diagnostik,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;54 RT di Jakarta Barat Zona Merah, Ini Daftarnya</content:encoded></item></channel></rss>
