<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19 Optimis Indonesia Segera Lewati Gelombang Ketiga</title><description>Wiku Adisasmito optimis gelombang ketiga Covid-19 akibat varian Omicron saat ini bisa terlewati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/17/337/2548990/satgas-covid-19-optimis-indonesia-segera-lewati-gelombang-ketiga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/17/337/2548990/satgas-covid-19-optimis-indonesia-segera-lewati-gelombang-ketiga"/><item><title>Satgas Covid-19 Optimis Indonesia Segera Lewati Gelombang Ketiga</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/17/337/2548990/satgas-covid-19-optimis-indonesia-segera-lewati-gelombang-ketiga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/17/337/2548990/satgas-covid-19-optimis-indonesia-segera-lewati-gelombang-ketiga</guid><pubDate>Kamis 17 Februari 2022 18:47 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/17/337/2548990/satgas-covid-19-optimis-indonesia-segera-lewati-gelombang-ketiga-ipg8vjy9Ma.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/17/337/2548990/satgas-covid-19-optimis-indonesia-segera-lewati-gelombang-ketiga-ipg8vjy9Ma.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Saat ini kasus Covid-19 terus menunjukkan lonjakan. Bahkan, pada fase varian Omicron ini telah melebihi puncak saat varian Delta pada tahun lalu.
Kasus harian Covid-19 kini tembus di angka lebih dari 64 ribu kasus. Sementara pada saat puncak gelombang kedua atau Delta di angka 56 ribu kasus dalam satu hari.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito optimis gelombang ketiga Covid-19 akibat varian Omicron saat ini bisa terlewati. &amp;ldquo;Saya percaya Indonesia dapat segera melewati lonjakan kasus ketiga ini,&amp;rdquo; katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Kamis (17/2/2022).
&amp;ldquo;Kuncinya, adalah apabila kebijakan berlapis yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang dirancang semata-mata untuk melindungi satu persatu dari kita dilaksanakan dengan kesadaran tinggi,&amp;rdquo; tegas Wiku.
Saat ini, Indonesia masih terus melaksanakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel yang disesuaikan dengan dinamika kasus Covid-19 dan menyesuaikan daerah masing-masing.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Indonesia Melonjak saat Negara Lain Turun, Ini Penjelasan Satgas
Wiku pun mengatakan bahwa kebebasan yang melekat pada setiap orang tidak menjadikan seseorang bebas menempatkan orang lain pada situasi yang berisiko hingga mengakibatkan gejala berkepanjangan bahkan menghilangkan nyawa.
&amp;ldquo;Kebebasan juga tidak berarti kita bebas mengacuhkan keselamatan bersama,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Satgas Covid-19: Kenaikan Kasus Hampir 200 Kali Lipat
&amp;ldquo;Ingat pembatasan aktivitas yang harus diterapkan ketika kasus melonjak tidak hanya merugikan kita sebagai individu namun juga menimbulkan penurunan ekonomi negara yang tidak sedikit jumlahnya,&amp;rdquo; ungkap Wiku.

</description><content:encoded>JAKARTA - Saat ini kasus Covid-19 terus menunjukkan lonjakan. Bahkan, pada fase varian Omicron ini telah melebihi puncak saat varian Delta pada tahun lalu.
Kasus harian Covid-19 kini tembus di angka lebih dari 64 ribu kasus. Sementara pada saat puncak gelombang kedua atau Delta di angka 56 ribu kasus dalam satu hari.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito optimis gelombang ketiga Covid-19 akibat varian Omicron saat ini bisa terlewati. &amp;ldquo;Saya percaya Indonesia dapat segera melewati lonjakan kasus ketiga ini,&amp;rdquo; katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Kamis (17/2/2022).
&amp;ldquo;Kuncinya, adalah apabila kebijakan berlapis yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang dirancang semata-mata untuk melindungi satu persatu dari kita dilaksanakan dengan kesadaran tinggi,&amp;rdquo; tegas Wiku.
Saat ini, Indonesia masih terus melaksanakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel yang disesuaikan dengan dinamika kasus Covid-19 dan menyesuaikan daerah masing-masing.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Indonesia Melonjak saat Negara Lain Turun, Ini Penjelasan Satgas
Wiku pun mengatakan bahwa kebebasan yang melekat pada setiap orang tidak menjadikan seseorang bebas menempatkan orang lain pada situasi yang berisiko hingga mengakibatkan gejala berkepanjangan bahkan menghilangkan nyawa.
&amp;ldquo;Kebebasan juga tidak berarti kita bebas mengacuhkan keselamatan bersama,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Satgas Covid-19: Kenaikan Kasus Hampir 200 Kali Lipat
&amp;ldquo;Ingat pembatasan aktivitas yang harus diterapkan ketika kasus melonjak tidak hanya merugikan kita sebagai individu namun juga menimbulkan penurunan ekonomi negara yang tidak sedikit jumlahnya,&amp;rdquo; ungkap Wiku.

</content:encoded></item></channel></rss>
