<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dislitbangal Teliti Benda Diduga Rudal Made In USA di Selayar   </title><description>Ternyata, benda yang belakangan mencurigakan itu berjumlah 2 unit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/19/337/2549824/dislitbangal-teliti-benda-diduga-rudal-made-in-usa-di-selayar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/19/337/2549824/dislitbangal-teliti-benda-diduga-rudal-made-in-usa-di-selayar"/><item><title>Dislitbangal Teliti Benda Diduga Rudal Made In USA di Selayar   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/19/337/2549824/dislitbangal-teliti-benda-diduga-rudal-made-in-usa-di-selayar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/19/337/2549824/dislitbangal-teliti-benda-diduga-rudal-made-in-usa-di-selayar</guid><pubDate>Sabtu 19 Februari 2022 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/19/337/2549824/dislitbangal-teliti-benda-diduga-rudal-made-in-usa-di-sekayar-CFlbNmEtkV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dislitbangal teliti dua benda mencurigakan yang ditemukan di Selayar (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/19/337/2549824/dislitbangal-teliti-benda-diduga-rudal-made-in-usa-di-sekayar-CFlbNmEtkV.jpg</image><title>Dislitbangal teliti dua benda mencurigakan yang ditemukan di Selayar (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Benda asing diduga mirip rudal yang ditemukan oleh nelayan di kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, kini telah berhasil sampai di Kota Makassar pada Sabtu (19/2/2022) di Dermaga Fasharkan. Ternyata, benda yang belakangan mencurigakan itu berjumlah 2 unit.
Sesampainya di dermaga, benda itu langsung diserahterimakan dari  Danguskamla Koarmada II Laksna TNI I Gung Putu Alit Jaya kepada Danlantamal VI Laksma TNI Benny Sukandari.
Benny menyampaikan benda asing ini sering sekali ditemukan di sekitar Kepulauan Selayar yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
&quot;ALKI II ini merupakan jalur laut yang begitu ramai dilewati oleh kapal-kapal militer maupun sipil yang mempunyai misi-misi tersendiri memanfaatkan situasi lenggang dari pada luasnya perairan Indonesia,&quot; ungkap Benny, Sabtu (19/2/2022).
Dia menjelaskan, kedua unit benda atau tersebut merupakan alat survei bawah air yang dilepaskan ke bawah air. Benda itu, sambung dia, dikontrol oleh kapal induk yang mana data yang diperoleh oleh alat ini akan ditransfer melalui kabel data ke kapal induknya.
Baca juga:&amp;nbsp;Heboh! Benda Diduga Rudal Diamankan TNI AL di Kepulauan Selayar
&quot;Sehingga data-data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di rekam yang bertujuan untuk kepentingan tertentu dari kapal yang mengontrol alat ini,&quot; jelasnya.
&quot;Data yang bisa diambil dari alat survei bawah laut ini diantaranya adalah keadaan dalam laut mulai dari suhu, salinitas, arus, pasang surut, seismik termasuk sumber daya alam seperti mineral dan lain-lain&amp;rdquo;, imbuhnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Evaluasi Penangkapan PMI Ilegal, TNI AL Minta BP2MI Lebih TerbukaBenny memastikan, benda tersebut bukanlah rudal, melainkan Side Scan Sonar (SSS). Menurut dia, benda tersebut masih aktif jika ditilik dari tanda sensor yang masih berkedip.
&quot;Saya yakinkan alat ini bukan rudal akan tetapi alat Side Scan Sonar (SSS). Kalau dilihat lampu indikatif sensor masih berkedip tentunya alat ini masih aktif dan tetap merekam sampai lampu tersebut mati,&quot; ujarnya.
Dia berharap, Dinas Pengembangan dan Penelitian TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) bisa meneliti lebih lanjut. Kemudian, juga merekam ulang hasil data yang ada di dalam Side Scan Sonar (SSS).
Kedua unit alat yang memiliki berat masing-masing kurang lebih 5 kg tersebut diantaranya 1 unit berwarna hijau yang ditemukan oleh nelayan setempat Bernama Arifin Lewa pada tanggal 9 Februari 2020. Lalu, 1 unit berwarna oranye ditemukan sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu.
&quot;Kedua alat tersebut bertempel plat yang bertuliskan Made In USA ini juga ditemukan di tempat yang sama yaitu di Pulau Jampea Kabupaten Kepulauan Selayar,&quot; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Sempat Hilang, 2 Nelayan Morotai Berhasil Ditemukan TNI AL</description><content:encoded>JAKARTA - Benda asing diduga mirip rudal yang ditemukan oleh nelayan di kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, kini telah berhasil sampai di Kota Makassar pada Sabtu (19/2/2022) di Dermaga Fasharkan. Ternyata, benda yang belakangan mencurigakan itu berjumlah 2 unit.
Sesampainya di dermaga, benda itu langsung diserahterimakan dari  Danguskamla Koarmada II Laksna TNI I Gung Putu Alit Jaya kepada Danlantamal VI Laksma TNI Benny Sukandari.
Benny menyampaikan benda asing ini sering sekali ditemukan di sekitar Kepulauan Selayar yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
&quot;ALKI II ini merupakan jalur laut yang begitu ramai dilewati oleh kapal-kapal militer maupun sipil yang mempunyai misi-misi tersendiri memanfaatkan situasi lenggang dari pada luasnya perairan Indonesia,&quot; ungkap Benny, Sabtu (19/2/2022).
Dia menjelaskan, kedua unit benda atau tersebut merupakan alat survei bawah air yang dilepaskan ke bawah air. Benda itu, sambung dia, dikontrol oleh kapal induk yang mana data yang diperoleh oleh alat ini akan ditransfer melalui kabel data ke kapal induknya.
Baca juga:&amp;nbsp;Heboh! Benda Diduga Rudal Diamankan TNI AL di Kepulauan Selayar
&quot;Sehingga data-data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di rekam yang bertujuan untuk kepentingan tertentu dari kapal yang mengontrol alat ini,&quot; jelasnya.
&quot;Data yang bisa diambil dari alat survei bawah laut ini diantaranya adalah keadaan dalam laut mulai dari suhu, salinitas, arus, pasang surut, seismik termasuk sumber daya alam seperti mineral dan lain-lain&amp;rdquo;, imbuhnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Evaluasi Penangkapan PMI Ilegal, TNI AL Minta BP2MI Lebih TerbukaBenny memastikan, benda tersebut bukanlah rudal, melainkan Side Scan Sonar (SSS). Menurut dia, benda tersebut masih aktif jika ditilik dari tanda sensor yang masih berkedip.
&quot;Saya yakinkan alat ini bukan rudal akan tetapi alat Side Scan Sonar (SSS). Kalau dilihat lampu indikatif sensor masih berkedip tentunya alat ini masih aktif dan tetap merekam sampai lampu tersebut mati,&quot; ujarnya.
Dia berharap, Dinas Pengembangan dan Penelitian TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) bisa meneliti lebih lanjut. Kemudian, juga merekam ulang hasil data yang ada di dalam Side Scan Sonar (SSS).
Kedua unit alat yang memiliki berat masing-masing kurang lebih 5 kg tersebut diantaranya 1 unit berwarna hijau yang ditemukan oleh nelayan setempat Bernama Arifin Lewa pada tanggal 9 Februari 2020. Lalu, 1 unit berwarna oranye ditemukan sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu.
&quot;Kedua alat tersebut bertempel plat yang bertuliskan Made In USA ini juga ditemukan di tempat yang sama yaitu di Pulau Jampea Kabupaten Kepulauan Selayar,&quot; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Sempat Hilang, 2 Nelayan Morotai Berhasil Ditemukan TNI AL</content:encoded></item></channel></rss>
