<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ma'ruf Amin Targetkan Stunting Berkurang Jadi 14 Persen Pada 2024</title><description>Ma'ruf Amin mengatakan persoalan stunting harus ditangani secara serius karena bukan sekedar gagal tumbuh secara fisik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/22/337/2551207/wapres-ma-ruf-amin-targetkan-stunting-berkurang-jadi-14-persen-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/22/337/2551207/wapres-ma-ruf-amin-targetkan-stunting-berkurang-jadi-14-persen-pada-2024"/><item><title>Wapres Ma'ruf Amin Targetkan Stunting Berkurang Jadi 14 Persen Pada 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/22/337/2551207/wapres-ma-ruf-amin-targetkan-stunting-berkurang-jadi-14-persen-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/22/337/2551207/wapres-ma-ruf-amin-targetkan-stunting-berkurang-jadi-14-persen-pada-2024</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/337/2551207/wapres-ma-ruf-amin-targetkan-stunting-berkurang-jadi-14-persen-pada-2024-xqk5ZkBR1d.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/337/2551207/wapres-ma-ruf-amin-targetkan-stunting-berkurang-jadi-14-persen-pada-2024-xqk5ZkBR1d.jpeg</image><title>Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyebutkan pemerintah menargetkan angka anak kekurangan gizi yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak atau stunting di Indonesia akan berkurang menjadi 14 persen pada 2024.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin saat membuka rapat kerja nasional (Rakernas) BKKBN 'Program Bangga Kencana' Tahun 2022 pada Selasa (22/2/2022).

&quot;Terutama agar prevalensi stunting turun ke angka 14 persen pada 2024 sesuai target RPJMN 2020&amp;ndash;2024, bahkan kelak diharapkan 0 (nol) pada 2030,&quot; ujar Ma'ruf Amin.

BACA JUGA:BKKBN: Kasus Stunting Turun 3,3% dalam 2 Tahun Terakhir

Ma'ruf Amin mengatakan persoalan stunting harus ditangani secara serius karena bukan sekedar gagal tumbuh secara fisik. Stunting dapat mematikan masa depan seorang anak bahkan sebelum ia tumbuh dewasa karena stunting mengindikasikan kemampuan kognitifnya.

&quot;Padahal human capital sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Bila nyaris 30 persen anak Indonesia stunting, artinya 30 persen kekuatan pembangunan Indonesia di masa depan terancam hilang,&quot; ungkap Ma'ruf Amin.

Apalagi bila dilihat dari kerugian ekonomi bagi negara yang ditimbulkan oleh stunting juga merupakan masalah serius.
&quot;Sekitar 2-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) hilang per tahun akibat stunting. Dengan jumlah PDB Indonesia tahun 2020 sekitar Rp 15 ribu triliun, maka potensi kerugian akibat stunting mencapai Rp 450 triliun per tahun,&quot; jelas Ma'ruf Amin.

Pemerintah Indonesia dikatakan Wapres meyakini tidak ada masalah dengan ketersediaan program, kegiatan, dan anggaran dalam menangani stunting.

&quot;Seluruhnya hanya perlu dioptimalkan dengan mengedepankan pendekatan keluarga dan kolaboratif melalui kemitraan, sehingga konvergensi lintas sektor bukan sekadar wacana, melainkan sungguh bisa terlaksana,&quot; pungkas Ma'ruf Amin.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyebutkan pemerintah menargetkan angka anak kekurangan gizi yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak atau stunting di Indonesia akan berkurang menjadi 14 persen pada 2024.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin saat membuka rapat kerja nasional (Rakernas) BKKBN 'Program Bangga Kencana' Tahun 2022 pada Selasa (22/2/2022).

&quot;Terutama agar prevalensi stunting turun ke angka 14 persen pada 2024 sesuai target RPJMN 2020&amp;ndash;2024, bahkan kelak diharapkan 0 (nol) pada 2030,&quot; ujar Ma'ruf Amin.

BACA JUGA:BKKBN: Kasus Stunting Turun 3,3% dalam 2 Tahun Terakhir

Ma'ruf Amin mengatakan persoalan stunting harus ditangani secara serius karena bukan sekedar gagal tumbuh secara fisik. Stunting dapat mematikan masa depan seorang anak bahkan sebelum ia tumbuh dewasa karena stunting mengindikasikan kemampuan kognitifnya.

&quot;Padahal human capital sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Bila nyaris 30 persen anak Indonesia stunting, artinya 30 persen kekuatan pembangunan Indonesia di masa depan terancam hilang,&quot; ungkap Ma'ruf Amin.

Apalagi bila dilihat dari kerugian ekonomi bagi negara yang ditimbulkan oleh stunting juga merupakan masalah serius.
&quot;Sekitar 2-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) hilang per tahun akibat stunting. Dengan jumlah PDB Indonesia tahun 2020 sekitar Rp 15 ribu triliun, maka potensi kerugian akibat stunting mencapai Rp 450 triliun per tahun,&quot; jelas Ma'ruf Amin.

Pemerintah Indonesia dikatakan Wapres meyakini tidak ada masalah dengan ketersediaan program, kegiatan, dan anggaran dalam menangani stunting.

&quot;Seluruhnya hanya perlu dioptimalkan dengan mengedepankan pendekatan keluarga dan kolaboratif melalui kemitraan, sehingga konvergensi lintas sektor bukan sekadar wacana, melainkan sungguh bisa terlaksana,&quot; pungkas Ma'ruf Amin.</content:encoded></item></channel></rss>
