<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil Beberkan 3 Langkah Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19</title><description>Gubernur Jabar Ridwan Kamil membeberkan 3 langkah menghadapi gelombang ketiga Covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/22/340/2550961/ridwan-kamil-beberkan-3-langkah-hadapi-gelombang-ketiga-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/22/340/2550961/ridwan-kamil-beberkan-3-langkah-hadapi-gelombang-ketiga-covid-19"/><item><title>Ridwan Kamil Beberkan 3 Langkah Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/22/340/2550961/ridwan-kamil-beberkan-3-langkah-hadapi-gelombang-ketiga-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/22/340/2550961/ridwan-kamil-beberkan-3-langkah-hadapi-gelombang-ketiga-covid-19</guid><pubDate>Selasa 22 Februari 2022 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/22/340/2550961/ridwan-kamil-beberkan-3-langkah-hadapi-gelombang-ketiga-covid-19-4domcgx8xq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jabar Ridwan Kamil beberkan 3 langkah hadapi gelombang ketiga Covid-19. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/22/340/2550961/ridwan-kamil-beberkan-3-langkah-hadapi-gelombang-ketiga-covid-19-4domcgx8xq.jpg</image><title>Gubernur Jabar Ridwan Kamil beberkan 3 langkah hadapi gelombang ketiga Covid-19. (Ist)</title></images><description>BEKASI - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memimpin rapat komite kebijakan penanganan dan pemulihan ekonomi daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kota Bekasi, pada Senin (21/2/2022). Rapat yang diikuti seluruh bupati/wali kota di Jabar itu membahas penyebaran Covid-19 yang memasuki gelombang ketiga.

Ridwan Kamil menyampaikan tiga poin untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19. Pertama, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta kapasitas tempat tidur rumah sakit (BOR) ditingkatkan laiknya saat puncak Covid-19 varian delta.

&quot;Saya minta perhitungan BOR menggunakan kapasitas maksimal seperti saat delta menjadi puncaknya. Memang di awal tahun karena delta turun, kapasitas rumah sakit juga turun,&quot; tutur Kang Emil, Senin (21/2/2022).

Kedua, ia meminta seluruh pemerintah daerah menegakan protokol kesehatan (prokes) 5M. Kang Emil dalam kesempatan ini menekankan pentingnya memakai masker sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Arahan Presiden prokes paling utama adalah masker. Arahan Pak Luhut ekonomi kita buka dengan bijak, tapi urusan masker lebih ditingkatkan. Jadi saya titip paling fundamental meningkatkan kedisiplinan masker,&quot; tuturnya.

Selain itu, testing, tracing, dan treatment tetap harus dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya 3T dan 5M merupakan cara untuk menghadapi virus Covid-19.

&quot;Apapun namanya (varian virus Covid-19) solusinya itu saja berbaginya. Rakyat patuhi prokes negara mencari, merawat, men-treatment,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Ridwan Kamil Resmikan Alun-Alun dan Gedung Creative Centre Bekasi

Ketiga, Kang Emil juga meminta kepala daerah serta unsur TNI/Polri untuk mempercepat vaksinasi. Percepatan vaksinasi khususnya ditingkatkan kepada para lansia dan penyuntikan vaksinasi dosis kedua.

Ia menuturkan, langkah ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari virus Covid-19 varian omicron yang menyebar begitu cepat. Sebab dari hasil penelitian di Jawa Barat, mereka yang meninggal karena Covid-19 adalah golongan lansia dan yang belum divaksin.

Sementara daerah yang tingkat vaksinasinya sudah tinggi, didorong untuk melaksanakan kegiatan booster. Sehingga tidak ada berita tentang vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa.

&quot;Kemudian tidak boleh ada vaksin yang kedaluwarsa. Jadi, jemput bola untuk segera dilakukan. Kemudian dikombinasikan dengan kebijakan pelayanan publik,&quot; ucapnya.

&quot;Titip lansia karena mayoritas yang meninggal dunia pada usia lansia dan yang belum divaksin. Jadi kalau ada lansia yang belum divaksin itu adalah yang paling-paling rawan oleh omicron,&amp;rdquo; tuturnya.


</description><content:encoded>BEKASI - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memimpin rapat komite kebijakan penanganan dan pemulihan ekonomi daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kota Bekasi, pada Senin (21/2/2022). Rapat yang diikuti seluruh bupati/wali kota di Jabar itu membahas penyebaran Covid-19 yang memasuki gelombang ketiga.

Ridwan Kamil menyampaikan tiga poin untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19. Pertama, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta kapasitas tempat tidur rumah sakit (BOR) ditingkatkan laiknya saat puncak Covid-19 varian delta.

&quot;Saya minta perhitungan BOR menggunakan kapasitas maksimal seperti saat delta menjadi puncaknya. Memang di awal tahun karena delta turun, kapasitas rumah sakit juga turun,&quot; tutur Kang Emil, Senin (21/2/2022).

Kedua, ia meminta seluruh pemerintah daerah menegakan protokol kesehatan (prokes) 5M. Kang Emil dalam kesempatan ini menekankan pentingnya memakai masker sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Arahan Presiden prokes paling utama adalah masker. Arahan Pak Luhut ekonomi kita buka dengan bijak, tapi urusan masker lebih ditingkatkan. Jadi saya titip paling fundamental meningkatkan kedisiplinan masker,&quot; tuturnya.

Selain itu, testing, tracing, dan treatment tetap harus dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya 3T dan 5M merupakan cara untuk menghadapi virus Covid-19.

&quot;Apapun namanya (varian virus Covid-19) solusinya itu saja berbaginya. Rakyat patuhi prokes negara mencari, merawat, men-treatment,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Ridwan Kamil Resmikan Alun-Alun dan Gedung Creative Centre Bekasi

Ketiga, Kang Emil juga meminta kepala daerah serta unsur TNI/Polri untuk mempercepat vaksinasi. Percepatan vaksinasi khususnya ditingkatkan kepada para lansia dan penyuntikan vaksinasi dosis kedua.

Ia menuturkan, langkah ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari virus Covid-19 varian omicron yang menyebar begitu cepat. Sebab dari hasil penelitian di Jawa Barat, mereka yang meninggal karena Covid-19 adalah golongan lansia dan yang belum divaksin.

Sementara daerah yang tingkat vaksinasinya sudah tinggi, didorong untuk melaksanakan kegiatan booster. Sehingga tidak ada berita tentang vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa.

&quot;Kemudian tidak boleh ada vaksin yang kedaluwarsa. Jadi, jemput bola untuk segera dilakukan. Kemudian dikombinasikan dengan kebijakan pelayanan publik,&quot; ucapnya.

&quot;Titip lansia karena mayoritas yang meninggal dunia pada usia lansia dan yang belum divaksin. Jadi kalau ada lansia yang belum divaksin itu adalah yang paling-paling rawan oleh omicron,&amp;rdquo; tuturnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
