<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Retno: Kompetisi di Indo-Pasifik Jangan Sampai Menjadi Konflik Terbuka</title><description>Retno mengatakan bahwa Indonesia sangat sadar akan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551535/menlu-retno-kompetisi-di-indo-pasifik-jangan-sampai-menjadi-konflik-terbuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551535/menlu-retno-kompetisi-di-indo-pasifik-jangan-sampai-menjadi-konflik-terbuka"/><item><title>Menlu Retno: Kompetisi di Indo-Pasifik Jangan Sampai Menjadi Konflik Terbuka</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551535/menlu-retno-kompetisi-di-indo-pasifik-jangan-sampai-menjadi-konflik-terbuka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551535/menlu-retno-kompetisi-di-indo-pasifik-jangan-sampai-menjadi-konflik-terbuka</guid><pubDate>Rabu 23 Februari 2022 05:52 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551535/menlu-retno-kompetisi-di-indo-pasifik-jangan-sampai-menjadi-konflik-terbuka-wfXrTggU7h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu RI Retno Marsudi (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551535/menlu-retno-kompetisi-di-indo-pasifik-jangan-sampai-menjadi-konflik-terbuka-wfXrTggU7h.jpg</image><title>Menlu RI Retno Marsudi (foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi mengatakan bahwa kompetisi yang ada di kawasan Indo-Pasifik harus berjalan secara sehat dan sesuai dengan  hukum internasional yang berlaku agar tidak  berubah menjadi konflik terbuka.

&amp;ldquo;Kompetisi di Indo-Pasifik tidak dapat dihindari, bahkan ini disambut. Namun, jangan sampai kompetisi itu menjadi konflik terbuka,&amp;rdquo; terang  Menlu dalam pidatonya di Forum Menteri untuk Kerja Sama di Indo-Pasifik yang diselenggarakan di Paris, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenlu RI di Jakarta, Selasa (22/2).

Retno mengatakan bahwa Indonesia sangat sadar akan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang terhadap ekonomi dunia, namun dia menggarisbawahi bahwa tanpa perdamaian dan stabilitas dan tanpa adanya kesesuaian dengan hukum internasional, semua potensi yang dimiliki dapat hilang.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Menlu Retno: Tahun 2022, Indonesia Masih Akan Bela Hak Negara-Negara Konflik
&amp;ldquo;Untuk Indonesia, Indo-Pasifik adalah lautan kesempatan yang terlalu besar untuk didominasi oleh satu negara,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia meyakini bahwa keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan bersama di kawasan harus menjadi sesuatu yang dapat diakses bagi semua masyarakat Indo-Pasifik. Hal tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi strategis.
Baca juga:&amp;nbsp;Menlu AS: Indonesia Miliki Peran Utama Tingkatkan Kerja Sama Komprehensif Indo-Pasifik&amp;ldquo;Kita harus menghormati hukum internasional. Perdamaian, stabilitas, dan prediktabilitas harus menjadi titik pusat dari kawasan kita,&amp;rdquo; ujarnya,

Dia menambahkan bahwa hal tersebut juga menjadi jiwa dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan juga inti dari presidensi Indonesia di G20.



Dia meyakini bahwa perubahan paradigma yang lebih positif dapat membawa dampak besar bagi Indo-Pasifik dan dunia.



Selain itu, Retno juga mendorong adanya sinergi yang kuat dalam inisiatif Indo-Pasifik. Selain dalam isu keamanan, kerja sama yang konkret juga perlu dilakukan dalam area maritim, keberlanjutan dan transisi hijau, investasi dan perdagangan, serta konektivitas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).



&amp;ldquo;Ini akan memperkuat kemitraan kita, membangun kepercayaan, dan mengurangi risiko keamanan,&amp;rdquo; terangnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi mengatakan bahwa kompetisi yang ada di kawasan Indo-Pasifik harus berjalan secara sehat dan sesuai dengan  hukum internasional yang berlaku agar tidak  berubah menjadi konflik terbuka.

&amp;ldquo;Kompetisi di Indo-Pasifik tidak dapat dihindari, bahkan ini disambut. Namun, jangan sampai kompetisi itu menjadi konflik terbuka,&amp;rdquo; terang  Menlu dalam pidatonya di Forum Menteri untuk Kerja Sama di Indo-Pasifik yang diselenggarakan di Paris, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenlu RI di Jakarta, Selasa (22/2).

Retno mengatakan bahwa Indonesia sangat sadar akan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang terhadap ekonomi dunia, namun dia menggarisbawahi bahwa tanpa perdamaian dan stabilitas dan tanpa adanya kesesuaian dengan hukum internasional, semua potensi yang dimiliki dapat hilang.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Menlu Retno: Tahun 2022, Indonesia Masih Akan Bela Hak Negara-Negara Konflik
&amp;ldquo;Untuk Indonesia, Indo-Pasifik adalah lautan kesempatan yang terlalu besar untuk didominasi oleh satu negara,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia meyakini bahwa keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan bersama di kawasan harus menjadi sesuatu yang dapat diakses bagi semua masyarakat Indo-Pasifik. Hal tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi strategis.
Baca juga:&amp;nbsp;Menlu AS: Indonesia Miliki Peran Utama Tingkatkan Kerja Sama Komprehensif Indo-Pasifik&amp;ldquo;Kita harus menghormati hukum internasional. Perdamaian, stabilitas, dan prediktabilitas harus menjadi titik pusat dari kawasan kita,&amp;rdquo; ujarnya,

Dia menambahkan bahwa hal tersebut juga menjadi jiwa dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan juga inti dari presidensi Indonesia di G20.



Dia meyakini bahwa perubahan paradigma yang lebih positif dapat membawa dampak besar bagi Indo-Pasifik dan dunia.



Selain itu, Retno juga mendorong adanya sinergi yang kuat dalam inisiatif Indo-Pasifik. Selain dalam isu keamanan, kerja sama yang konkret juga perlu dilakukan dalam area maritim, keberlanjutan dan transisi hijau, investasi dan perdagangan, serta konektivitas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).



&amp;ldquo;Ini akan memperkuat kemitraan kita, membangun kepercayaan, dan mengurangi risiko keamanan,&amp;rdquo; terangnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
