<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketegangan Meningkat, Menlu Rusia Pertanyakan Hak Kedaulatan Ukraina</title><description>Lavrov menuding Ukraina keluar dari jalur tersebut sejak 2014, ketika Presiden yang didukung Rusia digulingkan di Kiev.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551542/ketegangan-meningkat-menlu-rusia-pertanyakan-hak-kedaulatan-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551542/ketegangan-meningkat-menlu-rusia-pertanyakan-hak-kedaulatan-ukraina"/><item><title>Ketegangan Meningkat, Menlu Rusia Pertanyakan Hak Kedaulatan Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551542/ketegangan-meningkat-menlu-rusia-pertanyakan-hak-kedaulatan-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551542/ketegangan-meningkat-menlu-rusia-pertanyakan-hak-kedaulatan-ukraina</guid><pubDate>Rabu 23 Februari 2022 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551542/ketegangan-meningkat-menlu-rusia-pertanyakan-hak-kedaulatan-ukraina-JlsN8xXy2n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Rusia Sergey Lavrov (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551542/ketegangan-meningkat-menlu-rusia-pertanyakan-hak-kedaulatan-ukraina-JlsN8xXy2n.jpg</image><title>Menlu Rusia Sergey Lavrov (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov pada Selasa (22/2) mempertanyakan apakah Ukraina memiliki hak kedaulatan sebab menurutnya pemerintah di Kiev tidak mewakili bagian-bagian konstituen negara tersebut.

&quot;Jika berbicara tentang prinsip kedaulatan dan integritas wilayah, salah satu dokumen pentingnya ... adalah Deklarasi Prinsip Hukum Internasional mengenai Hubungan Persahabatan di kalangan Rakyat,&quot; katanya, dikutip Kantor Berita Interfax.
Lavrov menuding Ukraina keluar dari jalur tersebut sejak 2014, ketika Presiden yang didukung Rusia digulingkan di Kiev dan digantikan oleh seorang pemimpin pro-Negara Barat.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketegangan Meningkat, India Mulai Evakuasi Warga dari Ukraina
Hal itu memicu Rusia untuk mencaplok semenanjung Krimea di Ukraina dan mendukung kelompok separatis di sejumlah wilayah timur.
Baca juga:&amp;nbsp;Menlu Rusia Kecam Penarikan Pasukan AS dan NATO Secara Tergesa-gesa
&quot;Saya rasa tidak ada siapa pun yang dapat mengklaim bahwa rezim Ukraina, semenjak kudeta 2014, mewakili seluruh orang yang tinggal di wilayah Ukraina,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov pada Selasa (22/2) mempertanyakan apakah Ukraina memiliki hak kedaulatan sebab menurutnya pemerintah di Kiev tidak mewakili bagian-bagian konstituen negara tersebut.

&quot;Jika berbicara tentang prinsip kedaulatan dan integritas wilayah, salah satu dokumen pentingnya ... adalah Deklarasi Prinsip Hukum Internasional mengenai Hubungan Persahabatan di kalangan Rakyat,&quot; katanya, dikutip Kantor Berita Interfax.
Lavrov menuding Ukraina keluar dari jalur tersebut sejak 2014, ketika Presiden yang didukung Rusia digulingkan di Kiev dan digantikan oleh seorang pemimpin pro-Negara Barat.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketegangan Meningkat, India Mulai Evakuasi Warga dari Ukraina
Hal itu memicu Rusia untuk mencaplok semenanjung Krimea di Ukraina dan mendukung kelompok separatis di sejumlah wilayah timur.
Baca juga:&amp;nbsp;Menlu Rusia Kecam Penarikan Pasukan AS dan NATO Secara Tergesa-gesa
&quot;Saya rasa tidak ada siapa pun yang dapat mengklaim bahwa rezim Ukraina, semenjak kudeta 2014, mewakili seluruh orang yang tinggal di wilayah Ukraina,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
