<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Akui Kelompok Separatis, PBB: Rusia Telah Melanggar Kedaulatan Ukraina</title><description>Sekjen mendesak semua aktor terkait agar memfokuskan upaya mereka untuk memastikan penghentian segera permusuhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551551/putin-akui-kelompok-separatis-pbb-rusia-telah-melanggar-kedaulatan-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551551/putin-akui-kelompok-separatis-pbb-rusia-telah-melanggar-kedaulatan-ukraina"/><item><title>Putin Akui Kelompok Separatis, PBB: Rusia Telah Melanggar Kedaulatan Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551551/putin-akui-kelompok-separatis-pbb-rusia-telah-melanggar-kedaulatan-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551551/putin-akui-kelompok-separatis-pbb-rusia-telah-melanggar-kedaulatan-ukraina</guid><pubDate>Rabu 23 Februari 2022 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551551/putin-akui-kelompok-separatis-pbb-rusia-telah-melanggar-kedaulatan-ukraina-RWs2apg2K0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekelompok orang merayakan wilayah Donestk sebagai republik independen yang diakui Rusia (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551551/putin-akui-kelompok-separatis-pbb-rusia-telah-melanggar-kedaulatan-ukraina-RWs2apg2K0.jpg</image><title>Sekelompok orang merayakan wilayah Donestk sebagai republik independen yang diakui Rusia (Foto: AP)</title></images><description>NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres pada Senin (21/2), menyebut keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakui wilayah tertentu di Donetsk dan Luhansk di Ukraina sebagai wilayah independen merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina.
&amp;ldquo;Sekretaris Jenderal mendesak semua aktor terkait agar memfokuskan upaya mereka untuk memastikan penghentian segera permusuhan, perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil, mencegah tindakan dan pernyataan apa pun yang dapat semakin meningkatkan situasi berbahaya di Ukraina dan sekitarnya, dan memprioritaskan diplomasi untuk mengatasi semua masalah dengan damai,&amp;rdquo; ujar juru bicara Sekretaris Jenderal PBB St&amp;eacute;phane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Baca juga:&amp;nbsp;Inggris: Invasi Rusia ke Ukraina Telah Dimulai, Sanksi Akan Dijatuhkan
Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Senin (21/2), memerintahkan pasukannya untuk &amp;ldquo;menjaga perdamaian&amp;rdquo; di wilayah separatis Ukraina timur dalam eskalasi ketegangan lebih lanjut, menyusul pengakuan Kremlin atas kemerdekaan daerah itu meskipun ada peringatan sanksi dan kecaman internasional.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketegangan Meningkat, Menlu Rusia Pertanyakan Hak Kedaulatan Ukraina</description><content:encoded>NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres pada Senin (21/2), menyebut keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakui wilayah tertentu di Donetsk dan Luhansk di Ukraina sebagai wilayah independen merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina.
&amp;ldquo;Sekretaris Jenderal mendesak semua aktor terkait agar memfokuskan upaya mereka untuk memastikan penghentian segera permusuhan, perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil, mencegah tindakan dan pernyataan apa pun yang dapat semakin meningkatkan situasi berbahaya di Ukraina dan sekitarnya, dan memprioritaskan diplomasi untuk mengatasi semua masalah dengan damai,&amp;rdquo; ujar juru bicara Sekretaris Jenderal PBB St&amp;eacute;phane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Baca juga:&amp;nbsp;Inggris: Invasi Rusia ke Ukraina Telah Dimulai, Sanksi Akan Dijatuhkan
Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Senin (21/2), memerintahkan pasukannya untuk &amp;ldquo;menjaga perdamaian&amp;rdquo; di wilayah separatis Ukraina timur dalam eskalasi ketegangan lebih lanjut, menyusul pengakuan Kremlin atas kemerdekaan daerah itu meskipun ada peringatan sanksi dan kecaman internasional.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketegangan Meningkat, Menlu Rusia Pertanyakan Hak Kedaulatan Ukraina</content:encoded></item></channel></rss>
