<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Khawatir Invasi Rusia, AS Minta Presiden Ukraina Tinggalkan Kiev </title><description>AS telah mengadakan diskusi tentang kemungkinan relokasi Zelensky ke kota kedua Ukraina</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551622/khawatir-invasi-rusia-as-minta-presiden-ukraina-tinggalkan-kiev</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551622/khawatir-invasi-rusia-as-minta-presiden-ukraina-tinggalkan-kiev"/><item><title>Khawatir Invasi Rusia, AS Minta Presiden Ukraina Tinggalkan Kiev </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551622/khawatir-invasi-rusia-as-minta-presiden-ukraina-tinggalkan-kiev</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/23/18/2551622/khawatir-invasi-rusia-as-minta-presiden-ukraina-tinggalkan-kiev</guid><pubDate>Rabu 23 Februari 2022 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551622/khawatir-invasi-rusia-as-minta-presiden-ukraina-tinggalkan-kiev-VsL1v8tveh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Kantor Press Kepresidenan Ukraina via AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/23/18/2551622/khawatir-invasi-rusia-as-minta-presiden-ukraina-tinggalkan-kiev-VsL1v8tveh.jpg</image><title>Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Kantor Press Kepresidenan Ukraina via AP)</title></images><description>WASHINGTON - Dengan kekhawatiran akan invasi Rusia yang terus meningkat, Kiev dan Washington telah mulai berhubungan dengan rencana untuk memindahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke kota Lviv di barat negara itu.
Mengutip dua sumber anonim yang akrab dengan hal tersebut, NBC News melaporkan pada Senin (21/2), bahwa anggota pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengadakan diskusi tentang kemungkinan relokasi Zelensky ke kota kedua Ukraina, yang terletak 50 mil dari perbatasan Polandia, jika terjadi invasi oleh militer Rusia.
Rencana untuk memindahkan pemimpin Ukraina itu menyusul keputusan AS pekan lalu untuk merelokasi kedutaannya dan semua aktivitas diplomatnya keluar dari Kiev. Washington juga mengeluarkan peringatan kepada warga AS yang tinggal di ibukota Ukraina untuk mengungsi secepat mungkin, dengan alasan kemungkinan serangan militer oleh pasukan Rusia. Lebih dari 100.000 tentara Rusia dilaporkan telah dikerahkan di perbatasan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Dianggap Gagal Melindungi, Rusia Akan Evakuasi Diplomatnya dari Ukraina 
Menurut NBC, pejabat administrasi di AS memandang posisi Zelensky sebagai &quot;semakin rentan.&quot; Namun, menurut publikasi tersebut, juru bicara Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar ketika ditanya apakah ada rencana resmi yang telah dilaksanakan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sanksi Baru AS ke Rusia, Targetkan Lembaga Keuangan hingga Elit dan Anggota Keluarga Pada Senin (21/2), Zelensky dan Biden mengadakan panggilan telepon darurat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, dua negara bagian yang memisahkan diri dari Ukraina pada 2014 setelah peristiwa Maidan.
Namun, juru bicara Zelensky membantah hal itu dan menyatakan bahwa pemimpin Ukraina dan Biden tidak membahas kemungkinan kepergiannya dari Kiev dan relokasi ke Lviv selama perbincangan di telepon.</description><content:encoded>WASHINGTON - Dengan kekhawatiran akan invasi Rusia yang terus meningkat, Kiev dan Washington telah mulai berhubungan dengan rencana untuk memindahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke kota Lviv di barat negara itu.
Mengutip dua sumber anonim yang akrab dengan hal tersebut, NBC News melaporkan pada Senin (21/2), bahwa anggota pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengadakan diskusi tentang kemungkinan relokasi Zelensky ke kota kedua Ukraina, yang terletak 50 mil dari perbatasan Polandia, jika terjadi invasi oleh militer Rusia.
Rencana untuk memindahkan pemimpin Ukraina itu menyusul keputusan AS pekan lalu untuk merelokasi kedutaannya dan semua aktivitas diplomatnya keluar dari Kiev. Washington juga mengeluarkan peringatan kepada warga AS yang tinggal di ibukota Ukraina untuk mengungsi secepat mungkin, dengan alasan kemungkinan serangan militer oleh pasukan Rusia. Lebih dari 100.000 tentara Rusia dilaporkan telah dikerahkan di perbatasan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Dianggap Gagal Melindungi, Rusia Akan Evakuasi Diplomatnya dari Ukraina 
Menurut NBC, pejabat administrasi di AS memandang posisi Zelensky sebagai &quot;semakin rentan.&quot; Namun, menurut publikasi tersebut, juru bicara Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar ketika ditanya apakah ada rencana resmi yang telah dilaksanakan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sanksi Baru AS ke Rusia, Targetkan Lembaga Keuangan hingga Elit dan Anggota Keluarga Pada Senin (21/2), Zelensky dan Biden mengadakan panggilan telepon darurat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, dua negara bagian yang memisahkan diri dari Ukraina pada 2014 setelah peristiwa Maidan.
Namun, juru bicara Zelensky membantah hal itu dan menyatakan bahwa pemimpin Ukraina dan Biden tidak membahas kemungkinan kepergiannya dari Kiev dan relokasi ke Lviv selama perbincangan di telepon.</content:encoded></item></channel></rss>
