<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia</title><description>Zelensky menyebut serangan Rusia seperti invasi Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/24/18/2552550/ukraina-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/24/18/2552550/ukraina-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-rusia"/><item><title>Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/24/18/2552550/ukraina-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/24/18/2552550/ukraina-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-rusia</guid><pubDate>Kamis 24 Februari 2022 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/24/18/2552550/ukraina-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-rusia-6KnwH0R2Vh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/24/18/2552550/ukraina-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-rusia-6KnwH0R2Vh.JPG</image><title>Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)</title></images><description>KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (24/2/2022) mengumumkan bahwa negaranya telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia. Langkah itu diambil Kiev menyusul serangan yang dilancarkkan Rusia ke Ukraina dengan dalih operasi militer khusus.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rudal-Rudal Presisi Rusia Hantam Fasilitas Militer, Pertahanan Udara Ukraina

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Zelensky juga meminta publik mendukung angkatan bersenjata Ukraina dalam pertempuran melawan Rusia, termasuk dengan mengangkat senjata. Dia berjanji untuk mencabut sanksi pribadi, yang telah dia kenakan sebelumnya, dari siapa pun yang bersedia membela Ukraina, demikian diwartakan RT.
Zelensky mengatakan serangan Rusia terhadap Ukraina mirip dengan invasi Nazi Jerman dan meminta warga Rusia untuk memprotes keputusan yang diambil pemerintahnya.&amp;nbsp;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Menlu Ukraina: Perang Dimulai, Rusia Telah Lancarkan Invasi Skala Penuh

Sebagaimana diberitakan, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mengumumkan operasi militer khusus di wilayah Donetsk dan Luhansk, yang juga disebut dengan Donbass, di Ukraina timur. Langkah itu diambil setelah pada Senin (21/2/2022) Moskow mengumumkan pengakuan kemerdekaan separatis LPR dan Republik Rakyat Donetsk (DPR).
Putin berdalih operasi militer itu dilakukan untuk &quot;demiliterisasi&quot; dan &quot;de-Nazifikasi&quot; Ukraina agar menghentikan serangan pada dua republik di Donbass.</description><content:encoded>KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (24/2/2022) mengumumkan bahwa negaranya telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia. Langkah itu diambil Kiev menyusul serangan yang dilancarkkan Rusia ke Ukraina dengan dalih operasi militer khusus.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rudal-Rudal Presisi Rusia Hantam Fasilitas Militer, Pertahanan Udara Ukraina

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Zelensky juga meminta publik mendukung angkatan bersenjata Ukraina dalam pertempuran melawan Rusia, termasuk dengan mengangkat senjata. Dia berjanji untuk mencabut sanksi pribadi, yang telah dia kenakan sebelumnya, dari siapa pun yang bersedia membela Ukraina, demikian diwartakan RT.
Zelensky mengatakan serangan Rusia terhadap Ukraina mirip dengan invasi Nazi Jerman dan meminta warga Rusia untuk memprotes keputusan yang diambil pemerintahnya.&amp;nbsp;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Menlu Ukraina: Perang Dimulai, Rusia Telah Lancarkan Invasi Skala Penuh

Sebagaimana diberitakan, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mengumumkan operasi militer khusus di wilayah Donetsk dan Luhansk, yang juga disebut dengan Donbass, di Ukraina timur. Langkah itu diambil setelah pada Senin (21/2/2022) Moskow mengumumkan pengakuan kemerdekaan separatis LPR dan Republik Rakyat Donetsk (DPR).
Putin berdalih operasi militer itu dilakukan untuk &quot;demiliterisasi&quot; dan &quot;de-Nazifikasi&quot; Ukraina agar menghentikan serangan pada dua republik di Donbass.</content:encoded></item></channel></rss>
