<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebut Vaksinasi Booster, DKI Siapkan Skema Lansia dan Komorbid Disuntik Tanpa Tunggu 6 Bulan</title><description>Sehingga, mereka bisa disuntik booster lebih cepat tanpa harus menunggu 6 bulan pasca-vaksinasi tahap dua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/24/338/2552162/kebut-vaksinasi-booster-dki-siapkan-skema-lansia-dan-komorbid-disuntik-tanpa-tunggu-6-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/24/338/2552162/kebut-vaksinasi-booster-dki-siapkan-skema-lansia-dan-komorbid-disuntik-tanpa-tunggu-6-bulan"/><item><title>Kebut Vaksinasi Booster, DKI Siapkan Skema Lansia dan Komorbid Disuntik Tanpa Tunggu 6 Bulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/24/338/2552162/kebut-vaksinasi-booster-dki-siapkan-skema-lansia-dan-komorbid-disuntik-tanpa-tunggu-6-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/24/338/2552162/kebut-vaksinasi-booster-dki-siapkan-skema-lansia-dan-komorbid-disuntik-tanpa-tunggu-6-bulan</guid><pubDate>Kamis 24 Februari 2022 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/24/338/2552162/kebut-vaksinasi-booster-dki-siapkan-skema-lansia-dan-komorbid-disuntik-tanpa-tunggu-6-bulan-fBZ7txlkAU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/24/338/2552162/kebut-vaksinasi-booster-dki-siapkan-skema-lansia-dan-komorbid-disuntik-tanpa-tunggu-6-bulan-fBZ7txlkAU.jpg</image><title>Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rencana percepatan vaksinasi booster untuk warga lanjut usia (lansia) dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sehingga mereka bisa disuntik booster lebih cepat tanpa harus menunggu 6 bulan pasca-vaksinasi tahap dua.
&quot;Sedang di-create untuk lansia dan komorbid setelah tiga bulan (sudah bisa divaksin booster),&quot; ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti pada wartawan, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Minta Vaksinasi Booster Dipusatkan di Pasar atau Pertokoan
Widyastuti mengatakan, saat rencana itu sudah dilakukan, warga yang bakal divaksin booster tetap diharuskan memiliki tiket vaksin booster terlebih dahulu. Sama halnya tiket vaksin booster yang dimiliki warga berusia lebih dari 18 tahun pada umumnya.
&quot;Menunggu e-tiket keluar lebih dahulu,&quot; katanya.
Dia menambahkan, pihaknya bakal terus menggencot vaksinasi booster ini, baik pada lansia, warga komorbid maupun warga secara umum, salah satunya dengan berkolabolarsi dengan instansi lain dan pihak swasta. Pasalnya, penyuntikan vaksinasi booster tiap harinya cukup lambat dibandingan vaksinasi dosis pertama dan kedua.
&quot;Dosis pertama DKI sudah bisa menyuntik 12,3 juta lebih, dosis kedua 10,3 juta lebih, nah untuk booster ini memang sedikit lebih lambat, baru sekitar 1,1 juta lebih warga. Tahun lalu sehari kami bisa suntik 200 ribu sehari, tahun ini sangat lambat,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;997.505 Orang di Jakarta Sudah Vaksinasi Booster</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rencana percepatan vaksinasi booster untuk warga lanjut usia (lansia) dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sehingga mereka bisa disuntik booster lebih cepat tanpa harus menunggu 6 bulan pasca-vaksinasi tahap dua.
&quot;Sedang di-create untuk lansia dan komorbid setelah tiga bulan (sudah bisa divaksin booster),&quot; ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti pada wartawan, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Minta Vaksinasi Booster Dipusatkan di Pasar atau Pertokoan
Widyastuti mengatakan, saat rencana itu sudah dilakukan, warga yang bakal divaksin booster tetap diharuskan memiliki tiket vaksin booster terlebih dahulu. Sama halnya tiket vaksin booster yang dimiliki warga berusia lebih dari 18 tahun pada umumnya.
&quot;Menunggu e-tiket keluar lebih dahulu,&quot; katanya.
Dia menambahkan, pihaknya bakal terus menggencot vaksinasi booster ini, baik pada lansia, warga komorbid maupun warga secara umum, salah satunya dengan berkolabolarsi dengan instansi lain dan pihak swasta. Pasalnya, penyuntikan vaksinasi booster tiap harinya cukup lambat dibandingan vaksinasi dosis pertama dan kedua.
&quot;Dosis pertama DKI sudah bisa menyuntik 12,3 juta lebih, dosis kedua 10,3 juta lebih, nah untuk booster ini memang sedikit lebih lambat, baru sekitar 1,1 juta lebih warga. Tahun lalu sehari kami bisa suntik 200 ribu sehari, tahun ini sangat lambat,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;997.505 Orang di Jakarta Sudah Vaksinasi Booster</content:encoded></item></channel></rss>
