<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Sebut Pasaman Barat Pernah Diguncang Gempa pada 1977   </title><description>Gempa yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/25/337/2553278/pakar-sebut-pasaman-barat-pernah-diguncang-gempa-pada-1977</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/25/337/2553278/pakar-sebut-pasaman-barat-pernah-diguncang-gempa-pada-1977"/><item><title>Pakar Sebut Pasaman Barat Pernah Diguncang Gempa pada 1977   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/25/337/2553278/pakar-sebut-pasaman-barat-pernah-diguncang-gempa-pada-1977</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/25/337/2553278/pakar-sebut-pasaman-barat-pernah-diguncang-gempa-pada-1977</guid><pubDate>Jum'at 25 Februari 2022 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/337/2553278/pakar-sebut-pasaman-barat-pernah-diguncang-gempa-pada-1977-zgzJ22UmTZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/337/2553278/pakar-sebut-pasaman-barat-pernah-diguncang-gempa-pada-1977-zgzJ22UmTZ.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>
PADANG - Pakar Gempa Universitas Andalas (Unand) Padang, Badrul Mustafa mengemukakan gempa yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama pada 1977 dengan kekuatan M5,5.

&quot;Di lokasi ini pada 1977 juga pernah terjadi gempa yang bersumber dari segmen Sumpur atau Angkola,&quot; kata dia di Padang, Jumat (25/2/2022).

Ia menjelaskan, Sumatera Barat dilalui oleh patahan geser yang bernama Sesar Semangko. Sesar ini terdiri atas empat segmen, yakni Segmen Sumpur yang merupakan lanjutan dari segmen Angkola dan Barumun, kemudian segmen Sianok, segmen Sumani dan segmen Suliti di Solok Selatan yang berhubungan dengan segmen Siulak di Kerinci.
BACA JUGA:Gempa Pasaman Barat, Pemkab Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama 14 Hari&amp;nbsp;
Ia mengemukakan, gempa di darat dengan kekuatan 5,5 sampai 6,5 sudah bisa menimbulkan kerugian cukup besar sebab, kedalamannya sangat dangkal dan dekat dengan permukiman.

&quot;Saya bersama rekan-rekan geologi di Sumbar sering mengingatkan tentang potensi gempa di segmen ini, juga segmen Suliti di Solok Selatan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gempa M6,1 di Pasaman Barat, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 7 Orang
Ia mengemukakan, periode ulang gempa darat di sepanjang sesar Semangko ini cukup pendek waktunya. Beda dengan periode ulang gempa akibat subduksi lempeng di megathrust Mentawai.

&quot;Karena itu, mitigasi harus terus diupayakan, tidak hanya menghadapi kemungkinan gempa dari megathrust Mentawai, tapi juga dari sesar Semangko,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yNS8xLzE0NTQwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>
PADANG - Pakar Gempa Universitas Andalas (Unand) Padang, Badrul Mustafa mengemukakan gempa yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama pada 1977 dengan kekuatan M5,5.

&quot;Di lokasi ini pada 1977 juga pernah terjadi gempa yang bersumber dari segmen Sumpur atau Angkola,&quot; kata dia di Padang, Jumat (25/2/2022).

Ia menjelaskan, Sumatera Barat dilalui oleh patahan geser yang bernama Sesar Semangko. Sesar ini terdiri atas empat segmen, yakni Segmen Sumpur yang merupakan lanjutan dari segmen Angkola dan Barumun, kemudian segmen Sianok, segmen Sumani dan segmen Suliti di Solok Selatan yang berhubungan dengan segmen Siulak di Kerinci.
BACA JUGA:Gempa Pasaman Barat, Pemkab Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama 14 Hari&amp;nbsp;
Ia mengemukakan, gempa di darat dengan kekuatan 5,5 sampai 6,5 sudah bisa menimbulkan kerugian cukup besar sebab, kedalamannya sangat dangkal dan dekat dengan permukiman.

&quot;Saya bersama rekan-rekan geologi di Sumbar sering mengingatkan tentang potensi gempa di segmen ini, juga segmen Suliti di Solok Selatan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gempa M6,1 di Pasaman Barat, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 7 Orang
Ia mengemukakan, periode ulang gempa darat di sepanjang sesar Semangko ini cukup pendek waktunya. Beda dengan periode ulang gempa akibat subduksi lempeng di megathrust Mentawai.

&quot;Karena itu, mitigasi harus terus diupayakan, tidak hanya menghadapi kemungkinan gempa dari megathrust Mentawai, tapi juga dari sesar Semangko,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yNS8xLzE0NTQwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
