<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perseteruan Terpendam Sarwo Edhie Prabowo dengan Soeharto, Begini Awal Mulanya!</title><description>Penerbangan dan pertemuan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Sukarno tanpa seizin Soeharto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2552981/perseteruan-terpendam-sarwo-edhie-prabowo-dengan-soeharto-begini-awal-mulanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2552981/perseteruan-terpendam-sarwo-edhie-prabowo-dengan-soeharto-begini-awal-mulanya"/><item><title>Perseteruan Terpendam Sarwo Edhie Prabowo dengan Soeharto, Begini Awal Mulanya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2552981/perseteruan-terpendam-sarwo-edhie-prabowo-dengan-soeharto-begini-awal-mulanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2552981/perseteruan-terpendam-sarwo-edhie-prabowo-dengan-soeharto-begini-awal-mulanya</guid><pubDate>Sabtu 26 Februari 2022 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Oktavia Rengganis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/25/337/2552981/perseteruan-terpendam-sarwo-edhie-prabowo-dengan-soeharto-begini-awal-mulanya-o4o9Ukupjb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarwo Edhie Wibowo. (Foto: Purworejokab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/25/337/2552981/perseteruan-terpendam-sarwo-edhie-prabowo-dengan-soeharto-begini-awal-mulanya-o4o9Ukupjb.jpg</image><title>Sarwo Edhie Wibowo. (Foto: Purworejokab)</title></images><description>JAKARTA - Penerbangan dan pertemuan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Sukarno tanpa seizin Soeharto ini memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat.

Sarwo menemui Soekarno dengan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61  untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI yang terjadi pada September 1965.

Saat itu, Sarwo bergegas terbang ke Bogor pada saat Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto mengabari bahwa Soekarno sudah berada di Bogor.

BACA JUGA:Saat Sintong Dimarahi Habis-habisan oleh Sarwo Edhie Usai Pertempuran

BACA JUGA:Dekatnya Hubungan Jenderal Ahmad Yani dengan Sarwo Edhie Wibowo

Kecurigaan Soeharto bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang saat itu ditengarai dekat dengan PKI.

Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. &quot;Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?&quot; kata Ali.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo. &quot;Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan,&quot;

Meskipun demikian, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, maka dari itu Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku&amp;nbsp;Sarwo Edhie dan Misteri 1965.

Pengamat militer Salim Said juga melihat ketidaksukaan Soeharto atas pertemuan Sarwo dan Soekarno. Sejak itulah hubungan antara Soeharto dan Sarwo menjadi dingin. Ditambah Ali Moertopo yang sering menggosok-gosok. Namun, Salim mengatakan bahwa tidak benar jika akibat peristiwa tersebut Sarwo jadi pro Soekarno.

&amp;ldquo;Namun tidak benar jika karena peristiwa itu Sarwo Edhie jadi pro-Bung Karno,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Penerbangan dan pertemuan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Sukarno tanpa seizin Soeharto ini memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat.

Sarwo menemui Soekarno dengan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61  untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI yang terjadi pada September 1965.

Saat itu, Sarwo bergegas terbang ke Bogor pada saat Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto mengabari bahwa Soekarno sudah berada di Bogor.

BACA JUGA:Saat Sintong Dimarahi Habis-habisan oleh Sarwo Edhie Usai Pertempuran

BACA JUGA:Dekatnya Hubungan Jenderal Ahmad Yani dengan Sarwo Edhie Wibowo

Kecurigaan Soeharto bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang saat itu ditengarai dekat dengan PKI.

Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. &quot;Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?&quot; kata Ali.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo. &quot;Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan,&quot;

Meskipun demikian, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, maka dari itu Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku&amp;nbsp;Sarwo Edhie dan Misteri 1965.

Pengamat militer Salim Said juga melihat ketidaksukaan Soeharto atas pertemuan Sarwo dan Soekarno. Sejak itulah hubungan antara Soeharto dan Sarwo menjadi dingin. Ditambah Ali Moertopo yang sering menggosok-gosok. Namun, Salim mengatakan bahwa tidak benar jika akibat peristiwa tersebut Sarwo jadi pro Soekarno.

&amp;ldquo;Namun tidak benar jika karena peristiwa itu Sarwo Edhie jadi pro-Bung Karno,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
