<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M6,1 Pasaman Barat, BNPB: 103 Rumah Rusak Berat   </title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendata dampak kerusakan yang timbul akibat gempa M6,1</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2553415/gempa-m6-1-pasaman-barat-bnpb-103-rumah-rusak-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2553415/gempa-m6-1-pasaman-barat-bnpb-103-rumah-rusak-berat"/><item><title>Gempa M6,1 Pasaman Barat, BNPB: 103 Rumah Rusak Berat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2553415/gempa-m6-1-pasaman-barat-bnpb-103-rumah-rusak-berat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/26/337/2553415/gempa-m6-1-pasaman-barat-bnpb-103-rumah-rusak-berat</guid><pubDate>Sabtu 26 Februari 2022 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/26/337/2553415/gempa-m6-1-pasaman-barat-bnpb-103-rumah-rusak-berat-MLkPmbJa3T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah warga Pasaman yang hancur akibat gempa (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/26/337/2553415/gempa-m6-1-pasaman-barat-bnpb-103-rumah-rusak-berat-MLkPmbJa3T.jpg</image><title>Rumah warga Pasaman yang hancur akibat gempa (foto: ist)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendata dampak kerusakan yang timbul akibat gempa M6,1 di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, ada sebanyak 103 rumah yang mengalami kerusakan berat.

Sementara yang mengalami kerusakan sedang, tercatat ada lima unit rumah. Sedangkan sebanyak 317 rumah lainnya, mengalami kerusakan ringan. Tak hanya rumah, sejumlah fasilitas pendidikan atau sekolah hingga rumah ibadah juga turut mengalami kerusakan.

&quot;Total kerusakan yang dipicu gempa antara lain rumah rusak berat (RB) 103 unit, rusak sedang (RS) 5 unit, rusak ringan (RR) 317 unit, fasilitas pendidikan RB 3 unit,&quot; ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Sabtu (26/2/2022).
BACA JUGA:Update Korban Gempa Pasaman Barat : 8 Meninggal dan 10 Luka Berat&amp;nbsp;
&quot;Kemudian, nalai masyarakat RR 1 unit, aula bupati Pasaman Barat RR 1 unit, serta kerusakan yang belum terkategori seperti fasilitas ibadah 2 unit, fasilitas umum lain 1 unit dan bank 1 unit,&quot; imbuhnya.

Muhari membeberkan data lengkap atau rincian kerusakan di sejumlah daerah Sumatera Barat akibat gempa kuat pada Jumat, 25 Februari 2022, kemarin. Berdasarkan data yang diterima BNPB, sebanyak 100 rumah rusak berat dan 300 rusak ringan di Kabupaten Pasaman Barat.
BACA JUGA:6 Warga Pasaman Barat Dilaporkan Hilang Diduga Tertimbun Longsor Pasca-Gempa&amp;nbsp;
&quot;Sedangkan di Kabupaten Pasaman, rumah rusak 10 unit dimana petugas masih menentukan kategori kerusakan,&quot; imbuhnya.
Kemudian, untuk daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, terdapat sebanyak tiga unit rumah yang mengalami rusak berat. Sedangkan yang mengalami rusak sedang sejumlah lima unit dan rusak ringan enam unit. &quot;Sedangkan di Kabupaten Agam, tercatat rumah rusak ringan 1 unit,&quot; sambungnya.

Sekadar informasi, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat saat ini telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam gempa bumi melalui SK bernomor 188.45/160/BUP-PASBAR/2022. Masa tanggap darurat akan berlaku selama 14 hari, terhitung pada 25 Februari hingga 10 Maret 2022.

&quot;Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak antara lain terpal dan tenda pengungsian, makanan siap saji, air bersih maupun perlengkapan keluarga,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendata dampak kerusakan yang timbul akibat gempa M6,1 di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, ada sebanyak 103 rumah yang mengalami kerusakan berat.

Sementara yang mengalami kerusakan sedang, tercatat ada lima unit rumah. Sedangkan sebanyak 317 rumah lainnya, mengalami kerusakan ringan. Tak hanya rumah, sejumlah fasilitas pendidikan atau sekolah hingga rumah ibadah juga turut mengalami kerusakan.

&quot;Total kerusakan yang dipicu gempa antara lain rumah rusak berat (RB) 103 unit, rusak sedang (RS) 5 unit, rusak ringan (RR) 317 unit, fasilitas pendidikan RB 3 unit,&quot; ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Sabtu (26/2/2022).
BACA JUGA:Update Korban Gempa Pasaman Barat : 8 Meninggal dan 10 Luka Berat&amp;nbsp;
&quot;Kemudian, nalai masyarakat RR 1 unit, aula bupati Pasaman Barat RR 1 unit, serta kerusakan yang belum terkategori seperti fasilitas ibadah 2 unit, fasilitas umum lain 1 unit dan bank 1 unit,&quot; imbuhnya.

Muhari membeberkan data lengkap atau rincian kerusakan di sejumlah daerah Sumatera Barat akibat gempa kuat pada Jumat, 25 Februari 2022, kemarin. Berdasarkan data yang diterima BNPB, sebanyak 100 rumah rusak berat dan 300 rusak ringan di Kabupaten Pasaman Barat.
BACA JUGA:6 Warga Pasaman Barat Dilaporkan Hilang Diduga Tertimbun Longsor Pasca-Gempa&amp;nbsp;
&quot;Sedangkan di Kabupaten Pasaman, rumah rusak 10 unit dimana petugas masih menentukan kategori kerusakan,&quot; imbuhnya.
Kemudian, untuk daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, terdapat sebanyak tiga unit rumah yang mengalami rusak berat. Sedangkan yang mengalami rusak sedang sejumlah lima unit dan rusak ringan enam unit. &quot;Sedangkan di Kabupaten Agam, tercatat rumah rusak ringan 1 unit,&quot; sambungnya.

Sekadar informasi, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat saat ini telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam gempa bumi melalui SK bernomor 188.45/160/BUP-PASBAR/2022. Masa tanggap darurat akan berlaku selama 14 hari, terhitung pada 25 Februari hingga 10 Maret 2022.

&quot;Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak antara lain terpal dan tenda pengungsian, makanan siap saji, air bersih maupun perlengkapan keluarga,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
