<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Terkuaknya Kuburan Jenderal-Jenderal di Lubang Buaya</title><description>Pasukan khusus yang sedang mencari para jenderal itu membawa Sukitman ke Cijantung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553572/kisah-terkuaknya-kuburan-jenderal-jenderal-di-lubang-buaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553572/kisah-terkuaknya-kuburan-jenderal-jenderal-di-lubang-buaya"/><item><title>Kisah Terkuaknya Kuburan Jenderal-Jenderal di Lubang Buaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553572/kisah-terkuaknya-kuburan-jenderal-jenderal-di-lubang-buaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553572/kisah-terkuaknya-kuburan-jenderal-jenderal-di-lubang-buaya</guid><pubDate>Minggu 27 Februari 2022 06:06 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Oktavia Rengganis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/26/337/2553572/kisah-terkuaknya-kuburan-jenderal-jenderal-di-lubang-buaya-lxoEdT2EeN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lubang Buaya di Jakarta Timur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/26/337/2553572/kisah-terkuaknya-kuburan-jenderal-jenderal-di-lubang-buaya-lxoEdT2EeN.jpg</image><title>Lubang Buaya di Jakarta Timur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sukitman, anggota Kepolisian Sektor Kebayoran Baru mengejapkan matanya. Ia kaget ketika beberapa prajurit Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) membangunkannya.

Kejadian ini terjadi pada Minggu, 3 Oktober berlokasi di Lubang Buaya. Dua hari sebelumnya, kerumunan massa PKI menculik dia. Namun, sudah tak nampak keberadaannya.

Berawal ketika Sukitman sedang berpatroli di Jalan Iskandarsyah, ia diringkus sekelompok militer dan dibawa ke Lubang Buaya. Untungnya, ia berhasil lolos dan bersembunyi di kolong truk yang terparkir di depan rumah, hingga tertidur pulas.

Pasukan khusus yang sedang mencari para jenderal itu membawa Sukitman ke Cijantung untuk dilaporkan ke Sarwo Edhie. Awalnya, dia menolak menceritakan pengalamannya tiga hari terakhir.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Serangan Melegenda 30 Prajurit Kopassus &quot;Les Spiritesses&quot; Kalahkan 30 Ribu Pemberontak Kongo
Namun, setelah Sarwo meyakinkan bahwa banyak yang bergantung padanya, Sukitman membeberkan lokasi markas PKI di Lubang Buaya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Minggu Negara Prajurit Kopassus, Terancam Disiksa bak Tahan PerangBerdasarkan petunjuk Sukitman, Sintong Panjaitan dan anak buahnya menemukan tanah gembur yang mencurigakan. Setelah digali, ternyata tempat itu sumur tua.



Dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965', diketahui pada kedalaman sepuluh meter, mereka menemukan potongan kaki. Diduga, penemuan potongan tubuh ini berkaitannya dengan hilangnya para Jenderal.



Dari sini terkuaklah keberadaan para jenderal yang telah dibunuh. Menjelang sore, rencana pengangkatan jenazah dihentikan. Sebab, dibutuhkan tabung oksigen agar tak terkena gas beracun.



Selain itu, Sarwo menyuruh pengangkatan ditunda karena Pangkostrad Soeharto akan menyaksikan keesokan harinya.




</description><content:encoded>JAKARTA - Sukitman, anggota Kepolisian Sektor Kebayoran Baru mengejapkan matanya. Ia kaget ketika beberapa prajurit Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) membangunkannya.

Kejadian ini terjadi pada Minggu, 3 Oktober berlokasi di Lubang Buaya. Dua hari sebelumnya, kerumunan massa PKI menculik dia. Namun, sudah tak nampak keberadaannya.

Berawal ketika Sukitman sedang berpatroli di Jalan Iskandarsyah, ia diringkus sekelompok militer dan dibawa ke Lubang Buaya. Untungnya, ia berhasil lolos dan bersembunyi di kolong truk yang terparkir di depan rumah, hingga tertidur pulas.

Pasukan khusus yang sedang mencari para jenderal itu membawa Sukitman ke Cijantung untuk dilaporkan ke Sarwo Edhie. Awalnya, dia menolak menceritakan pengalamannya tiga hari terakhir.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Serangan Melegenda 30 Prajurit Kopassus &quot;Les Spiritesses&quot; Kalahkan 30 Ribu Pemberontak Kongo
Namun, setelah Sarwo meyakinkan bahwa banyak yang bergantung padanya, Sukitman membeberkan lokasi markas PKI di Lubang Buaya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Minggu Negara Prajurit Kopassus, Terancam Disiksa bak Tahan PerangBerdasarkan petunjuk Sukitman, Sintong Panjaitan dan anak buahnya menemukan tanah gembur yang mencurigakan. Setelah digali, ternyata tempat itu sumur tua.



Dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965', diketahui pada kedalaman sepuluh meter, mereka menemukan potongan kaki. Diduga, penemuan potongan tubuh ini berkaitannya dengan hilangnya para Jenderal.



Dari sini terkuaklah keberadaan para jenderal yang telah dibunuh. Menjelang sore, rencana pengangkatan jenazah dihentikan. Sebab, dibutuhkan tabung oksigen agar tak terkena gas beracun.



Selain itu, Sarwo menyuruh pengangkatan ditunda karena Pangkostrad Soeharto akan menyaksikan keesokan harinya.




</content:encoded></item></channel></rss>
