<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Penumpang Bus yang Tertabrak KA di Tulungagung : Hendak Doa, Tiba-Tiba Duar!</title><description>Seorang korban mengaku saat para penumpang hendak berdoa, tiba-tiba duar bus yang ditumpangi tertabrak kereta api.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553795/kesaksian-penumpang-bus-yang-tertabrak-ka-di-tulungagung-hendak-doa-tiba-tiba-duar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553795/kesaksian-penumpang-bus-yang-tertabrak-ka-di-tulungagung-hendak-doa-tiba-tiba-duar"/><item><title>Kesaksian Penumpang Bus yang Tertabrak KA di Tulungagung : Hendak Doa, Tiba-Tiba Duar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553795/kesaksian-penumpang-bus-yang-tertabrak-ka-di-tulungagung-hendak-doa-tiba-tiba-duar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/27/337/2553795/kesaksian-penumpang-bus-yang-tertabrak-ka-di-tulungagung-hendak-doa-tiba-tiba-duar</guid><pubDate>Minggu 27 Februari 2022 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/27/337/2553795/kesaksian-penumpang-bus-yang-tertabrak-ka-di-tulungagung-hendak-doa-tiba-tiba-duar-DleQi2AsDW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfudz, korban selamat bus tertabrak kereta api di Tulungagung. (MNC Portal/Solichan Arif)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/27/337/2553795/kesaksian-penumpang-bus-yang-tertabrak-ka-di-tulungagung-hendak-doa-tiba-tiba-duar-DleQi2AsDW.jpeg</image><title>Mahfudz, korban selamat bus tertabrak kereta api di Tulungagung. (MNC Portal/Solichan Arif)</title></images><description>TULUNGAGUNG - Kecelakaan antara kereta api (KA) Rapih Dhoho dengan bus pariwisata terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/2/2022) sekira pukul 05.16 WIB.

Salah satu korban selamat, Muhammad Mahfudz (56), warga Kauman,tidak menyangka bakal terjadi kecelakaan. Mahfudz duduk nomor tiga dari depan, berdampingan dengan istrinya, Suminah (55).

Pasangan suami istri ini berada di deretan kursi sebelah kiri bus. Sementara putranya Ghozi Al Fikri (27) berada di sebelahnya, di deretan bangku sebelah kanan.

Sebelum terjadi kecelakaan, ia tidak mendengar ada kereta api yang hendak melintas.

&quot;Sebelumnya tidak terdengar apa-apa,&quot; tuturnya kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (27/2/2022).

Mahfudz menyebut, bus rombongan pariwisata PO Harapan Jaya itu belum jauh meninggalkan lokasi penjemputan penumpang. Rencananya, rombongan tiga bus pariwisata tersebut hendak bertamasya ke Malang.

Para penumpang bus merupakan para karyawan pabrik plastik. Kemudian ditambah tetangga sekitar yang sebagian besar membawa keluarga.

Menurut Mahfudz, bus yang ditumpanginya merupakan bus kedua, yang jaraknya hanya beberapa meter di belakang bus pertama.

Sebelum bus melaju lebih jauh, Mahfudz melanjutkan, saat itu salah seorang kru mengajak seluruh penumpang berdoa bersama.

BACA JUGA:Korban Meninggal Bus Tertabrak KA di Tulungagung Jadi 5 Orang, 14 Terluka

&quot;Pada saat hendak berdoa itu tiba-tiba duarrr!, terjadi benturan keras,&quot; tutur Mahfudz. Menurut Mahfudz, dirinya nyungsep di bawah kursi dan sempat kehilangan kesadaran.


Sementara istri dan anaknya terlempar ke depan, melewati tempat duduk Mahfudz. &quot;Padahal posisi istri saya ada di sebelah kiri saya, dekat jendela,&quot; katanya.

Situasi di dalam bus sontak gaduh. Semuanya panik. Mahfudz mengaku mendengar suara istrinya yang teriak-teriak memanggil namanya.

Begitu terjaga, Mahfudz baru tahu kalau bus yang ditumpanginya tengah dihantam kereta. Bus yang dalam kondisi tidak penuh penumpang itu terlempar sekaligus terseret sejauh 10 meter.

Sebanyak lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Semuanya dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Empat korban tewas diantaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban meninggal dunia di RSUD dr Iskak.


Mahfudz sendiri mengalami luka lecet pada kaki, bibir, dan kening. Begitu juga dengan anak dan istrinya. Dalam situasi gaduh tersebut ia sempat menolong korban yang selamat, terutama anak-anak.


&quot;Korban yang meninggal dunia rata -rata duduk di kursi belakang. Sebab tabrakan terjadi pada bagian belakang bus,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>TULUNGAGUNG - Kecelakaan antara kereta api (KA) Rapih Dhoho dengan bus pariwisata terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/2/2022) sekira pukul 05.16 WIB.

Salah satu korban selamat, Muhammad Mahfudz (56), warga Kauman,tidak menyangka bakal terjadi kecelakaan. Mahfudz duduk nomor tiga dari depan, berdampingan dengan istrinya, Suminah (55).

Pasangan suami istri ini berada di deretan kursi sebelah kiri bus. Sementara putranya Ghozi Al Fikri (27) berada di sebelahnya, di deretan bangku sebelah kanan.

Sebelum terjadi kecelakaan, ia tidak mendengar ada kereta api yang hendak melintas.

&quot;Sebelumnya tidak terdengar apa-apa,&quot; tuturnya kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (27/2/2022).

Mahfudz menyebut, bus rombongan pariwisata PO Harapan Jaya itu belum jauh meninggalkan lokasi penjemputan penumpang. Rencananya, rombongan tiga bus pariwisata tersebut hendak bertamasya ke Malang.

Para penumpang bus merupakan para karyawan pabrik plastik. Kemudian ditambah tetangga sekitar yang sebagian besar membawa keluarga.

Menurut Mahfudz, bus yang ditumpanginya merupakan bus kedua, yang jaraknya hanya beberapa meter di belakang bus pertama.

Sebelum bus melaju lebih jauh, Mahfudz melanjutkan, saat itu salah seorang kru mengajak seluruh penumpang berdoa bersama.

BACA JUGA:Korban Meninggal Bus Tertabrak KA di Tulungagung Jadi 5 Orang, 14 Terluka

&quot;Pada saat hendak berdoa itu tiba-tiba duarrr!, terjadi benturan keras,&quot; tutur Mahfudz. Menurut Mahfudz, dirinya nyungsep di bawah kursi dan sempat kehilangan kesadaran.


Sementara istri dan anaknya terlempar ke depan, melewati tempat duduk Mahfudz. &quot;Padahal posisi istri saya ada di sebelah kiri saya, dekat jendela,&quot; katanya.

Situasi di dalam bus sontak gaduh. Semuanya panik. Mahfudz mengaku mendengar suara istrinya yang teriak-teriak memanggil namanya.

Begitu terjaga, Mahfudz baru tahu kalau bus yang ditumpanginya tengah dihantam kereta. Bus yang dalam kondisi tidak penuh penumpang itu terlempar sekaligus terseret sejauh 10 meter.

Sebanyak lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Semuanya dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Empat korban tewas diantaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban meninggal dunia di RSUD dr Iskak.


Mahfudz sendiri mengalami luka lecet pada kaki, bibir, dan kening. Begitu juga dengan anak dan istrinya. Dalam situasi gaduh tersebut ia sempat menolong korban yang selamat, terutama anak-anak.


&quot;Korban yang meninggal dunia rata -rata duduk di kursi belakang. Sebab tabrakan terjadi pada bagian belakang bus,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
