<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes: Pemerintah Pertimbangkan Ubah Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi   </title><description>Presiden Jokowi meminta agar keputusan tersebut dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan berbagai pendekatan baik dari sisi sains, kesehatan, sosial, budaya, dan ekonomi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/28/337/2553962/menkes-pemerintah-pertimbangkan-ubah-status-pandemi-covid-19-jadi-endemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/28/337/2553962/menkes-pemerintah-pertimbangkan-ubah-status-pandemi-covid-19-jadi-endemi"/><item><title>Menkes: Pemerintah Pertimbangkan Ubah Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/28/337/2553962/menkes-pemerintah-pertimbangkan-ubah-status-pandemi-covid-19-jadi-endemi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/28/337/2553962/menkes-pemerintah-pertimbangkan-ubah-status-pandemi-covid-19-jadi-endemi</guid><pubDate>Senin 28 Februari 2022 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/27/337/2553962/menkes-pemerintah-pertimbangkan-ubah-status-pandemi-covid-19-jadi-endemi-Zt88pFA90n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/27/337/2553962/menkes-pemerintah-pertimbangkan-ubah-status-pandemi-covid-19-jadi-endemi-Zt88pFA90n.jpg</image><title>Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.
&quot;Kami juga mendapatkan arahan dari Bapak Presiden tadi atas masukan Bapak Menko mengenai strategi dari pandemi menjadi endemi, kami sudah siapkan protokolnya,&quot; kata Menkes, Senin (28/2/2022)
Budi menjelaskan Presiden Jokowi meminta agar keputusan tersebut dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan berbagai pendekatan baik dari sisi sains, kesehatan, sosial, budaya, dan ekonomi.
&quot;Arahan Bapak Presiden agar diterapkan dengan hati-hati dan agar pertimbangan saintifik-nya, pertimbangan kesehatannya digunakan secara berimbang dengan pertimbangan sosial budaya maupun ekonomi,&quot; katanya.
Dia mengatakan di berbagai negara yang sudah mencabut berbagai pembatasan terkait Covid-19, mereka mempertimbangkan berbagai pendekatan, tidak hanya pendekatan kesehatan dan saintifik saja.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Meninggal Covid-19 RI Capai 250 Orang Per Hari, Menkes: Mereka Belum Divaksinasi
&quot;Kami memahami bahwa tidak bisa hanya pertimbangan kesehatan atau saintifik saja yang digunakan dan itu juga yang terjadi di negara-negara lain,&quot; kata Budi.
Oleh karena itu Presiden Jokowi meminta kajian pertimbangan berbagai pendekatan tersebut dilakukan secara seimbang sehingga pemerintah dapat menghasilkan keputusan yang baik dan tepat.
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes Budi: Setiap Hari 17 Persen Dokter Tertular Covid-19</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.
&quot;Kami juga mendapatkan arahan dari Bapak Presiden tadi atas masukan Bapak Menko mengenai strategi dari pandemi menjadi endemi, kami sudah siapkan protokolnya,&quot; kata Menkes, Senin (28/2/2022)
Budi menjelaskan Presiden Jokowi meminta agar keputusan tersebut dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan berbagai pendekatan baik dari sisi sains, kesehatan, sosial, budaya, dan ekonomi.
&quot;Arahan Bapak Presiden agar diterapkan dengan hati-hati dan agar pertimbangan saintifik-nya, pertimbangan kesehatannya digunakan secara berimbang dengan pertimbangan sosial budaya maupun ekonomi,&quot; katanya.
Dia mengatakan di berbagai negara yang sudah mencabut berbagai pembatasan terkait Covid-19, mereka mempertimbangkan berbagai pendekatan, tidak hanya pendekatan kesehatan dan saintifik saja.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Meninggal Covid-19 RI Capai 250 Orang Per Hari, Menkes: Mereka Belum Divaksinasi
&quot;Kami memahami bahwa tidak bisa hanya pertimbangan kesehatan atau saintifik saja yang digunakan dan itu juga yang terjadi di negara-negara lain,&quot; kata Budi.
Oleh karena itu Presiden Jokowi meminta kajian pertimbangan berbagai pendekatan tersebut dilakukan secara seimbang sehingga pemerintah dapat menghasilkan keputusan yang baik dan tepat.
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes Budi: Setiap Hari 17 Persen Dokter Tertular Covid-19</content:encoded></item></channel></rss>
