<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Jadi Negara ASEAN Pertama yang Akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Termasuk Blokir Bank </title><description>Sanksi tersebut termasuk dalam sektor perbankan dan keuangan serta kontrol ekspor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/01/18/2554463/singapura-jadi-negara-asean-pertama-yang-akan-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-termasuk-blokir-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/01/18/2554463/singapura-jadi-negara-asean-pertama-yang-akan-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-termasuk-blokir-bank"/><item><title>Singapura Jadi Negara ASEAN Pertama yang Akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Termasuk Blokir Bank </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/01/18/2554463/singapura-jadi-negara-asean-pertama-yang-akan-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-termasuk-blokir-bank</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/01/18/2554463/singapura-jadi-negara-asean-pertama-yang-akan-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-termasuk-blokir-bank</guid><pubDate>Selasa 01 Maret 2022 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/01/18/2554463/singapura-jadi-negara-asean-pertama-yang-akan-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-termasuk-blokir-bank-ZbHUjctjis.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/01/18/2554463/singapura-jadi-negara-asean-pertama-yang-akan-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-termasuk-blokir-bank-ZbHUjctjis.jpg</image><title>Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (Foto: Antara)</title></images><description>SINGAPURA - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, pada Senin (28/2), mengatakan negaranya akan memberlakukan &quot;sanksi dan pembatasan yang pantas&quot; pada Rusia. Sanksi tersebut termasuk dalam sektor perbankan dan keuangan serta kontrol ekspor atas barang-barang yang dapat digunakan sebagai senjata dalam menghadapi rakyat Ukraina.
Negara kecil yang juga pusat keuangan Asia dan pusat pelayaran internasional utama menegaskan ikut mematuhi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Meski demikian Singapura dikenal sebagai negara yang jarang mengeluarkan sanksinya sendiri terhadap negara-negara lain.
&quot;Singapura bermaksud untuk bertindak bersama dengan banyak negara lain yang berpikiran sama untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan yang sesuai terhadap Rusia,&quot; kata Balakrishnan kepada parlemen. Ia menggambarkan invasi Rusia sebagai hal yang tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran berat norma-norma internasional.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Invansi Ukraina, Rusia Dijatuhkan Sanksi Berat oleh Negara Barat
Dia mengatakan sanksi itu dijatuhkan karena &quot;beratnya situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya&quot; dan veto Rusia pada minggu lalu atas rancangan resolusi Dewan Keamanan.
Baca juga:&amp;nbsp;China Menentang Sanksi Terhadap Rusia, Dianggap Ilegal dan Tidak Pecahkan Persoalan&quot;Secara khusus, kami akan memberlakukan kontrol ekspor pada barang-barang yang dapat digunakan secara langsung sebagai senjata di Ukraina yang merugikan atau menaklukkan Ukraina,&quot; lanjutnya.
&quot;Kami juga akan memblokir bank-bank Rusia tertentu dan transaksi keuangan yang terhubung ke Rusia,&quot; tambahnya.
Balakrishnan mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah khusus terkait Rusia dan akan diumumkan segera.
Singapura adalah anggota ASEAN pertama yang melakukan sanksi terhadap Rusia. ASEAN, yang beranggotakan 10 negara, pada Sabtu (26/2) menyerukan Rusia untuk melakukan de-eskalasi konflik dan berdialog dan menghormati hukum internasional dan komitmen PBB.</description><content:encoded>SINGAPURA - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, pada Senin (28/2), mengatakan negaranya akan memberlakukan &quot;sanksi dan pembatasan yang pantas&quot; pada Rusia. Sanksi tersebut termasuk dalam sektor perbankan dan keuangan serta kontrol ekspor atas barang-barang yang dapat digunakan sebagai senjata dalam menghadapi rakyat Ukraina.
Negara kecil yang juga pusat keuangan Asia dan pusat pelayaran internasional utama menegaskan ikut mematuhi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Meski demikian Singapura dikenal sebagai negara yang jarang mengeluarkan sanksinya sendiri terhadap negara-negara lain.
&quot;Singapura bermaksud untuk bertindak bersama dengan banyak negara lain yang berpikiran sama untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan yang sesuai terhadap Rusia,&quot; kata Balakrishnan kepada parlemen. Ia menggambarkan invasi Rusia sebagai hal yang tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran berat norma-norma internasional.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Invansi Ukraina, Rusia Dijatuhkan Sanksi Berat oleh Negara Barat
Dia mengatakan sanksi itu dijatuhkan karena &quot;beratnya situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya&quot; dan veto Rusia pada minggu lalu atas rancangan resolusi Dewan Keamanan.
Baca juga:&amp;nbsp;China Menentang Sanksi Terhadap Rusia, Dianggap Ilegal dan Tidak Pecahkan Persoalan&quot;Secara khusus, kami akan memberlakukan kontrol ekspor pada barang-barang yang dapat digunakan secara langsung sebagai senjata di Ukraina yang merugikan atau menaklukkan Ukraina,&quot; lanjutnya.
&quot;Kami juga akan memblokir bank-bank Rusia tertentu dan transaksi keuangan yang terhubung ke Rusia,&quot; tambahnya.
Balakrishnan mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah khusus terkait Rusia dan akan diumumkan segera.
Singapura adalah anggota ASEAN pertama yang melakukan sanksi terhadap Rusia. ASEAN, yang beranggotakan 10 negara, pada Sabtu (26/2) menyerukan Rusia untuk melakukan de-eskalasi konflik dan berdialog dan menghormati hukum internasional dan komitmen PBB.</content:encoded></item></channel></rss>
