<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Tidak Akan Tergesa-gesa Putuskan Status Pandemi Covid-19 ke Endemi</title><description>Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, Bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555041/pemerintah-tidak-akan-tergesa-gesa-putuskan-status-pandemi-covid-19-ke-endemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555041/pemerintah-tidak-akan-tergesa-gesa-putuskan-status-pandemi-covid-19-ke-endemi"/><item><title>Pemerintah Tidak Akan Tergesa-gesa Putuskan Status Pandemi Covid-19 ke Endemi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555041/pemerintah-tidak-akan-tergesa-gesa-putuskan-status-pandemi-covid-19-ke-endemi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555041/pemerintah-tidak-akan-tergesa-gesa-putuskan-status-pandemi-covid-19-ke-endemi</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555041/pemerintah-tidak-akan-tergesa-gesa-putuskan-status-pandemi-covid-19-ke-endemi-ayyLL72HmQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Express)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555041/pemerintah-tidak-akan-tergesa-gesa-putuskan-status-pandemi-covid-19-ke-endemi-ayyLL72HmQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Express)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah tidak akan tergesa-gesa memutuskan status pandemi menjadi endemi meski beberapa indikator pengendalian Covid-19 menunjukkan perbaikan

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menegaskan, seluruh keputusan apapun didasarkan pada data science dan kalkulasi yang matang.

&quot;Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, Bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa dan memperhatikan aspek kehati-hatian,&quot; ujar Abraham dalam keterangannya, Rabu (2/3/2022).

&quot;Presiden tidak mau kita sampai kembali ke situasi pada awal pandemi,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:Alhamdulillah, 14 Provinsi Catatkan Penurunan Kasus Covid-19

Abraham mengatakan, pemerintah selalu memonitor dengan detail perkembangan Covid-19 di Indonesia maupun di negara lain. Selain itu, kata dia, pemerintah juga melibatkan para pakar dalam mengambil setiap kebijakan terutama dalam penentuan status pandemi.

&quot;Jika memang data-data ilmiah dan analisa pakar menunjukan kondisi terus membaik, maka relaksasi juga akan semakin dibuka,&quot; ujarnya.Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, jumlah kasus Covid-19 hari hingga pasien rawat inap terus menurun dari hari ke hari.

Per Selasa 1 Maret 2022, total Bed Occupancy Rate BOR) Covid-19 secara nasional turun menjadi 34 persen dari hari sebelumnya, yakni 35 persen. Begitu pula dengan kasus konfirmasi harian yang kembali turun menjadi 24.728 kasus.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah tidak akan tergesa-gesa memutuskan status pandemi menjadi endemi meski beberapa indikator pengendalian Covid-19 menunjukkan perbaikan

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menegaskan, seluruh keputusan apapun didasarkan pada data science dan kalkulasi yang matang.

&quot;Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, Bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa dan memperhatikan aspek kehati-hatian,&quot; ujar Abraham dalam keterangannya, Rabu (2/3/2022).

&quot;Presiden tidak mau kita sampai kembali ke situasi pada awal pandemi,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:Alhamdulillah, 14 Provinsi Catatkan Penurunan Kasus Covid-19

Abraham mengatakan, pemerintah selalu memonitor dengan detail perkembangan Covid-19 di Indonesia maupun di negara lain. Selain itu, kata dia, pemerintah juga melibatkan para pakar dalam mengambil setiap kebijakan terutama dalam penentuan status pandemi.

&quot;Jika memang data-data ilmiah dan analisa pakar menunjukan kondisi terus membaik, maka relaksasi juga akan semakin dibuka,&quot; ujarnya.Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, jumlah kasus Covid-19 hari hingga pasien rawat inap terus menurun dari hari ke hari.

Per Selasa 1 Maret 2022, total Bed Occupancy Rate BOR) Covid-19 secara nasional turun menjadi 34 persen dari hari sebelumnya, yakni 35 persen. Begitu pula dengan kasus konfirmasi harian yang kembali turun menjadi 24.728 kasus.</content:encoded></item></channel></rss>
