<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala Hoegeng Mikul Duwur Mendem Jero Usai Lepas Jabatan Kapolri</title><description>Hoegeng rela melepas jabatannya sebagai Kapolri, demi tetap berada dan mengabdi kepada Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555468/kala-hoegeng-mikul-duwur-mendem-jero-usai-lepas-jabatan-kapolri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555468/kala-hoegeng-mikul-duwur-mendem-jero-usai-lepas-jabatan-kapolri"/><item><title>Kala Hoegeng Mikul Duwur Mendem Jero Usai Lepas Jabatan Kapolri</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555468/kala-hoegeng-mikul-duwur-mendem-jero-usai-lepas-jabatan-kapolri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555468/kala-hoegeng-mikul-duwur-mendem-jero-usai-lepas-jabatan-kapolri</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2022 08:00 WIB</pubDate><dc:creator> Alyssa Nazira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555468/kala-hoegeng-mikul-duwur-mendem-jero-usai-lepas-jabatan-kapolri-zCfvKVJHCg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hoegeng (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555468/kala-hoegeng-mikul-duwur-mendem-jero-usai-lepas-jabatan-kapolri-zCfvKVJHCg.jpg</image><title>Hoegeng (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Hoegeng Imam Santoso dikenal konsisten dalam memberantas korupsi, penyelundupan dan tindak kriminal, serta tidak merasa takut kepada aparat dan pejabat busuk, yang menyebabkan munculnya perseteruan antara dirinya dengan Presiden Soeharto.
Sehingga pada akhirnya Hoegeng rela melepas jabatannya sebagai Kapolri, demi tetap berada dan mengabdi kepada Tanah Air.
Dalam keterangan pers yang dilakukan sesaat setelah Hoegeng mengundurkan diri sebagai Kapolri di kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Hoegeng menjelaskan dengan sepantasnya, apa yang menjadi alasannya memutuskan untuk berhenti sebagai Kapolri.
Mengutip Buku Hoegeng Polisi dan Menteri karya Suhartono, meskipun pada saat itu pers yang mewawancarainya bertanya tentang Jenderal Pol Moh. Hasan, yang merupakan pengganti Hoegeng yang usianya jauh lebih muda di bawah Hoegeng, ia tidak mau menanggapinya.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Hoegeng Bikin BJ Habibie Tertawa Kecut dan Ainun Tertawa Meringis
Hoegeng hanya ingin mikul duwur mendem jero, atau dapat diartikan bahwa Hoegeng hanya ingin menjunjung tinggi kehormatan seorang pemimpin, dengan cara menyimpan sendiri segala sesuatu yang kurang baik pada pemimpinnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Pensiun dari Kapolri, Hoegeng Jual Lukisannya untuk Biaya HidupDalam kasus Hoegeng, Presiden Soeharto lah yang dimaksud sebagai pemimpinnya. Bisa jadi Hoegeng tidak ingin Presiden Soeharto selaku pemimpinnya, dipandang rendah atau jelek di mata banyak orang. Jadilah ia memilih untuk tidak memberi keterangan yang berlebihan kepada pers.
Tak hanya itu, setelah diberhentikan, Hoegeng juga mengembalikan semua barang yang pernah ia gunakan selama menjadi Kapolri, mulai dari mobil dinas Kapolri, hingga handy talky, dan semua barang miliki polisi ia kembalikan.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Hoegeng Dipanggil Koko dan Dibentak Tentara</description><content:encoded>JAKARTA - Hoegeng Imam Santoso dikenal konsisten dalam memberantas korupsi, penyelundupan dan tindak kriminal, serta tidak merasa takut kepada aparat dan pejabat busuk, yang menyebabkan munculnya perseteruan antara dirinya dengan Presiden Soeharto.
Sehingga pada akhirnya Hoegeng rela melepas jabatannya sebagai Kapolri, demi tetap berada dan mengabdi kepada Tanah Air.
Dalam keterangan pers yang dilakukan sesaat setelah Hoegeng mengundurkan diri sebagai Kapolri di kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Hoegeng menjelaskan dengan sepantasnya, apa yang menjadi alasannya memutuskan untuk berhenti sebagai Kapolri.
Mengutip Buku Hoegeng Polisi dan Menteri karya Suhartono, meskipun pada saat itu pers yang mewawancarainya bertanya tentang Jenderal Pol Moh. Hasan, yang merupakan pengganti Hoegeng yang usianya jauh lebih muda di bawah Hoegeng, ia tidak mau menanggapinya.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Hoegeng Bikin BJ Habibie Tertawa Kecut dan Ainun Tertawa Meringis
Hoegeng hanya ingin mikul duwur mendem jero, atau dapat diartikan bahwa Hoegeng hanya ingin menjunjung tinggi kehormatan seorang pemimpin, dengan cara menyimpan sendiri segala sesuatu yang kurang baik pada pemimpinnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Pensiun dari Kapolri, Hoegeng Jual Lukisannya untuk Biaya HidupDalam kasus Hoegeng, Presiden Soeharto lah yang dimaksud sebagai pemimpinnya. Bisa jadi Hoegeng tidak ingin Presiden Soeharto selaku pemimpinnya, dipandang rendah atau jelek di mata banyak orang. Jadilah ia memilih untuk tidak memberi keterangan yang berlebihan kepada pers.
Tak hanya itu, setelah diberhentikan, Hoegeng juga mengembalikan semua barang yang pernah ia gunakan selama menjadi Kapolri, mulai dari mobil dinas Kapolri, hingga handy talky, dan semua barang miliki polisi ia kembalikan.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Hoegeng Dipanggil Koko dan Dibentak Tentara</content:encoded></item></channel></rss>
