<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas: Mutasi Virus Covid-19 Sasar Daerah Vaksinasi Rendah   </title><description>&quot;Kalau mau melihat potensi mutasi dari Covid-19, maka lihatlah negara maupun daerah yang vaksinasinya rendah dan interaksi atau mobilitasnya tinggi,&quot; kata dia</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555489/satgas-mutasi-virus-covid-19-sasar-daerah-vaksinasi-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555489/satgas-mutasi-virus-covid-19-sasar-daerah-vaksinasi-rendah"/><item><title>Satgas: Mutasi Virus Covid-19 Sasar Daerah Vaksinasi Rendah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555489/satgas-mutasi-virus-covid-19-sasar-daerah-vaksinasi-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/02/337/2555489/satgas-mutasi-virus-covid-19-sasar-daerah-vaksinasi-rendah</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2022 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555489/satgas-mutasi-virus-covid-19-sasar-daerah-vaksinasi-rendah-Fy2Q5I9eA3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555489/satgas-mutasi-virus-covid-19-sasar-daerah-vaksinasi-rendah-Fy2Q5I9eA3.jpg</image><title>Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 PWiku Adisasmito mengemukakan wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah dan mobilitas penduduk yang tinggi berpotensi menjadi sarang bagi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bermutasi.
&quot;Kalau mau melihat potensi mutasi dari Covid-19, maka lihatlah negara maupun daerah yang vaksinasinya rendah dan interaksi atau mobilitasnya tinggi,&quot; kata dia dalam diskusi daring, Rabu (2/3/2022).
Dalam acara bertajuk &quot;Dua Tahun Pandemi Indonesia, Bangun Mental Juara&quot; itu, ia memastikan mutasi virus akan tetap terjadi sebab bagian dari sifat alamiah untuk bertahan hidup.
&quot;Sama seperti manusia, juga akan berusaha untuk bertahan hidup,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Puncak Macet Akibat Mobilitas Warga Meningkat, Apa Kata Satgas Covid-19?
Menurut Wiku, ancaman terhadap virus corona dapat muncul, salah satunya saat terjadi intervensi vaksinasi.
Tetapi, belum semua negara di dunia memiliki kemampuan vaksinasi sama seperti Indonesia.
&quot;Artinya tempat vaksinasi yang tidak tinggi seperti di Afrika misalnya, maka terjadi mutasi adalah di tempat-tempat yang dengan imunitas lemah seperti itu,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wisatawan Asing Masuk Bali Bebas Karantina Mulai 14 Maret, Apa Kata Satgas Covid-19?Status endemi di satu negara bukan berarti pandemi dinyatakan selesai di seluruh dunia. Setiap negara perlu membangun kolaborasi untuk saling menguatkan dan menutup kelemahan dari berbagai negara lain.
&quot;Menurut saya Indonesia termasuk daerah yang potensi terjadi mutasi virusnya kecil. Hanya akan naik risikonya untuk mutasi di tempat-tempat yang vaksinasinya belum tinggi dan interaksi mobilitas masyarakat yang tinggi,&quot; katanya.
Negara yang diduga belum memperoleh pemerataan hak atas vaksin, di antaranya negara di Afrika, sebagian Asia, serta Amerika Latin.
&quot;Itulah negara-negara yang sebetulnya harus dibantu. Dengan menutup daerah-daerah itu melalui vaksinasinya, sebenarnya adalah menyelamatkan seluruh dunia,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 24.728 Hari Ini, Jawa Barat Penyumbang Terbanyak</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 PWiku Adisasmito mengemukakan wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah dan mobilitas penduduk yang tinggi berpotensi menjadi sarang bagi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bermutasi.
&quot;Kalau mau melihat potensi mutasi dari Covid-19, maka lihatlah negara maupun daerah yang vaksinasinya rendah dan interaksi atau mobilitasnya tinggi,&quot; kata dia dalam diskusi daring, Rabu (2/3/2022).
Dalam acara bertajuk &quot;Dua Tahun Pandemi Indonesia, Bangun Mental Juara&quot; itu, ia memastikan mutasi virus akan tetap terjadi sebab bagian dari sifat alamiah untuk bertahan hidup.
&quot;Sama seperti manusia, juga akan berusaha untuk bertahan hidup,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Puncak Macet Akibat Mobilitas Warga Meningkat, Apa Kata Satgas Covid-19?
Menurut Wiku, ancaman terhadap virus corona dapat muncul, salah satunya saat terjadi intervensi vaksinasi.
Tetapi, belum semua negara di dunia memiliki kemampuan vaksinasi sama seperti Indonesia.
&quot;Artinya tempat vaksinasi yang tidak tinggi seperti di Afrika misalnya, maka terjadi mutasi adalah di tempat-tempat yang dengan imunitas lemah seperti itu,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wisatawan Asing Masuk Bali Bebas Karantina Mulai 14 Maret, Apa Kata Satgas Covid-19?Status endemi di satu negara bukan berarti pandemi dinyatakan selesai di seluruh dunia. Setiap negara perlu membangun kolaborasi untuk saling menguatkan dan menutup kelemahan dari berbagai negara lain.
&quot;Menurut saya Indonesia termasuk daerah yang potensi terjadi mutasi virusnya kecil. Hanya akan naik risikonya untuk mutasi di tempat-tempat yang vaksinasinya belum tinggi dan interaksi mobilitas masyarakat yang tinggi,&quot; katanya.
Negara yang diduga belum memperoleh pemerataan hak atas vaksin, di antaranya negara di Afrika, sebagian Asia, serta Amerika Latin.
&quot;Itulah negara-negara yang sebetulnya harus dibantu. Dengan menutup daerah-daerah itu melalui vaksinasinya, sebenarnya adalah menyelamatkan seluruh dunia,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 24.728 Hari Ini, Jawa Barat Penyumbang Terbanyak</content:encoded></item></channel></rss>
