<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepekan Serangan Rusia ke Ukraina, 227 Warga Sipil Tewas, 525 Terluka</title><description>Jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/03/18/2555737/sepekan-serangan-rusia-ke-ukraina-227-warga-sipil-tewas-525-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/03/18/2555737/sepekan-serangan-rusia-ke-ukraina-227-warga-sipil-tewas-525-terluka"/><item><title>Sepekan Serangan Rusia ke Ukraina, 227 Warga Sipil Tewas, 525 Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/03/18/2555737/sepekan-serangan-rusia-ke-ukraina-227-warga-sipil-tewas-525-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/03/18/2555737/sepekan-serangan-rusia-ke-ukraina-227-warga-sipil-tewas-525-terluka</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2022 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/03/18/2555737/sepekan-serangan-rusia-ke-ukraina-227-warga-sipil-tewas-525-terluka-DBGMqd2UdL.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Universitas Kharkiv di Kharkiv, Ukraina mengalami kerusakan berat akibat serangan pasukan Rusia, 2 Maret 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/03/18/2555737/sepekan-serangan-rusia-ke-ukraina-227-warga-sipil-tewas-525-terluka-DBGMqd2UdL.JPG</image><title>Gedung Universitas Kharkiv di Kharkiv, Ukraina mengalami kerusakan berat akibat serangan pasukan Rusia, 2 Maret 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>JENEWA - Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) pada Rabu (2/3/2022) mengatakan bahwa pihaknya mengonfirmasi 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka akibat operasi militer Rusia di Ukraina hingga Selasa (1/3/2022) tengah malam.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Seminggu Bungkam, Rusia Akui Hampir 500 Tentaranya Tewas di Ukraina

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, &quot;termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan udara.&quot;&amp;nbsp;
Dikatakan yakin jumlah korban sebenarnya dalam konflik selama seminggu itu &quot;jauh lebih tinggi&quot;, terutama di wilayah yang dikuasai pemerintah, karena penundaan pelaporan di beberapa daerah di mana pertempuran paling intens.
BACA JUGA:&amp;nbsp;PBB: 1 Juta Orang Telah Melarikan Diri dari Ukraina

Invasi tersebut belum mencapai tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggulingkan pemerintah Ukraina tetapi telah mengirim lebih dari 870.000 orang melarikan diri ke negara-negara tetangga dan mengguncang ekonomi global ketika pemerintah dan perusahaan berbaris untuk mengisolasi Moskow.Di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan serangan Rusia menyebabkan kerusakan pada target non-militer tetapi tidak langsung mengatakan Moskow sengaja menargetkan warga sipil.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMS8xLzE0NTU1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami mengamati dengan cermat apa yang terjadi di Ukraina saat ini termasuk apa yang terjadi pada warga sipil. Kami mempertimbangkannya, kami mendokumentasikannya, dan kami ingin memastikan, antara lain, bahwa ada pertanggungjawaban untuk itu,&quot; kata Blinken.
</description><content:encoded>JENEWA - Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) pada Rabu (2/3/2022) mengatakan bahwa pihaknya mengonfirmasi 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka akibat operasi militer Rusia di Ukraina hingga Selasa (1/3/2022) tengah malam.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Seminggu Bungkam, Rusia Akui Hampir 500 Tentaranya Tewas di Ukraina

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, &quot;termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan udara.&quot;&amp;nbsp;
Dikatakan yakin jumlah korban sebenarnya dalam konflik selama seminggu itu &quot;jauh lebih tinggi&quot;, terutama di wilayah yang dikuasai pemerintah, karena penundaan pelaporan di beberapa daerah di mana pertempuran paling intens.
BACA JUGA:&amp;nbsp;PBB: 1 Juta Orang Telah Melarikan Diri dari Ukraina

Invasi tersebut belum mencapai tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggulingkan pemerintah Ukraina tetapi telah mengirim lebih dari 870.000 orang melarikan diri ke negara-negara tetangga dan mengguncang ekonomi global ketika pemerintah dan perusahaan berbaris untuk mengisolasi Moskow.Di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan serangan Rusia menyebabkan kerusakan pada target non-militer tetapi tidak langsung mengatakan Moskow sengaja menargetkan warga sipil.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMS8xLzE0NTU1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami mengamati dengan cermat apa yang terjadi di Ukraina saat ini termasuk apa yang terjadi pada warga sipil. Kami mempertimbangkannya, kami mendokumentasikannya, dan kami ingin memastikan, antara lain, bahwa ada pertanggungjawaban untuk itu,&quot; kata Blinken.
</content:encoded></item></channel></rss>
