<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Banjir Parah yang Pernah Melanda Banten, Terakhir Baru Saja Terjadi!</title><description>Salah satu daerah yang sering terkena dampak banjir adalah wilayah Banten dan sekitarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/03/337/2555351/5-banjir-parah-yang-pernah-melanda-banten-terakhir-baru-saja-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/03/337/2555351/5-banjir-parah-yang-pernah-melanda-banten-terakhir-baru-saja-terjadi"/><item><title>5 Banjir Parah yang Pernah Melanda Banten, Terakhir Baru Saja Terjadi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/03/337/2555351/5-banjir-parah-yang-pernah-melanda-banten-terakhir-baru-saja-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/03/337/2555351/5-banjir-parah-yang-pernah-melanda-banten-terakhir-baru-saja-terjadi</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2022 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555351/5-banjir-parah-yang-pernah-melanda-banten-terakhir-baru-saja-terjadi-IAIRkDqDlE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas evakuasi warga korban banjir di Serang, Banten (Foto: Dok BNPB) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/02/337/2555351/5-banjir-parah-yang-pernah-melanda-banten-terakhir-baru-saja-terjadi-IAIRkDqDlE.jpg</image><title>Petugas evakuasi warga korban banjir di Serang, Banten (Foto: Dok BNPB) </title></images><description>SAAT masuk musim penghujan, banjir merupakan hal yang paling diantisipasi. Salah satu daerah yang sering terkena dampak banjir adalah wilayah Banten dan sekitarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Banten mengungkapkan, hampir di semua kabupaten/kota di wilayah Banten berpotensi banjir, total sebanyak 125 kecamatan. Adapun beberapa kasus banjir yang pernah terjadi di Banten dirangkum sebagai berikut:
&amp;bull; 14 September 2021
Banjir juga pernah terjadi pada wilayah Lebak, Banten. Ratusan rumah warga terendam banjir setinggi 50 &amp;ndash; 100 cm. Hujan mengguyur selama 4 jam sejak pukul 20.30 WIB.
Baca Juga:&amp;nbsp;Viral Banjir di Serang, Rumah Hanyut dan Hancur Ketika Tabrak Jembatan
Ditambah sistem drainase yang buruk, membuat banjir tidak bisa dihindari. Untungnya tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Namun, 614 rumah terendam.
Menurut BPBD, setidaknya ada 14 kampung dari 2 kecamatan yang terkena dampak banjir. Tidak hanya di Lebak, banjir juga terjadi sejumlah wilayah termasuk Rangkasbitung dan Pandeglang.
&amp;bull; 29 November 2021&amp;nbsp;
Pada Minggu malam, 28 November 2021 banjir merendam 330 rumah warga di Kabupaten Serang, Banten. Berdasarkan catatan BNPB, setidaknya ada 408 kepala keluarga atau 1.203 jiwa yang terkena dampak banjir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Banjir Serang, 2 Orang Tewas dan 2 Lainnya Masih HilangKetinggian air sekitar 10 - 120 cm. Adapun desa yang direndam banjir adalah Desa Batu Kuwung dan Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Banten.&amp;nbsp;
&amp;bull; 1 Januari 2020
Tahun baru 2020 menjadi pembuka awal tahun yang buruk dengan banjir di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Banten. Sebanyak 6 kecamatan dan 30 desa di Lebak terkena dampak atas peristiwa longsor dan banjir bandang, mengakibatkan 10 korban meninggal dan 1 orang dinyatakan hilang.
Jumlah bangunan rusak mencapai 2.105 unit, diikuti rusaknya 1.410 rumah, 19 sarana pendidikan, 27 kantor, 28 unit jembatan, dan jalanan ambles dengan kedalaman 40 meter. Menurut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, selain karena hujan lebat yang mengguyur Lebak pada saat itu, bekas galian tambang juga menyebabkan potensi longsor yang semakin besar.
&amp;bull; 6 Desember 2020&amp;nbsp;
Banjir bandang dan longsor terjadi di Lebak, Banten pada penghujung tahun 2020. Ada 14 kecamatan yang terkena dampak, termasuk 37 desa, 1.200 rumah terendam, dan 13 rumah rusak berat.Bahkan, tiga warga terseret banjir. Infrastruktur jalan pun ambles sepanjang 10 meter di Kecamatan Muncang, begitu pula di jalan poros desa di Bojongmanik, serta jembatan gantung di Malingpung ambruk akibat peristiwa tersebut.&amp;nbsp;
&amp;bull; 1 Maret 2022&amp;nbsp;
Sejumlah wilayah di Banten mengalami banjir akibat hujan selama berjam-jam pada Selasa 1 Maret 2022 dini hari. Tinggi air mencapai satu setengah meter dan membuat warga membutuhkan bantuan perahu karet.
Di Serang, meluapnya Sungai Cibanten menyebabkan banjir di sepanjang Kabupaten Serang hingga pesisir Kasemen. Ada 20 titik banjir merendam pemukiman di wilayah Serang.
Sementara di Pandeglang sendiri, banjir menyebabkan dua jembatan runtuh. Jembatan tersebut berada di Kampung Kadujangkung, Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, dan jembatan di Kampung Sindangresmi, Desa Ciherang, Kecamatan Picung.
Dilansir dari berbagai sumber/Alifia Nur Faiza/Litbang MPI&amp;nbsp;</description><content:encoded>SAAT masuk musim penghujan, banjir merupakan hal yang paling diantisipasi. Salah satu daerah yang sering terkena dampak banjir adalah wilayah Banten dan sekitarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Banten mengungkapkan, hampir di semua kabupaten/kota di wilayah Banten berpotensi banjir, total sebanyak 125 kecamatan. Adapun beberapa kasus banjir yang pernah terjadi di Banten dirangkum sebagai berikut:
&amp;bull; 14 September 2021
Banjir juga pernah terjadi pada wilayah Lebak, Banten. Ratusan rumah warga terendam banjir setinggi 50 &amp;ndash; 100 cm. Hujan mengguyur selama 4 jam sejak pukul 20.30 WIB.
Baca Juga:&amp;nbsp;Viral Banjir di Serang, Rumah Hanyut dan Hancur Ketika Tabrak Jembatan
Ditambah sistem drainase yang buruk, membuat banjir tidak bisa dihindari. Untungnya tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Namun, 614 rumah terendam.
Menurut BPBD, setidaknya ada 14 kampung dari 2 kecamatan yang terkena dampak banjir. Tidak hanya di Lebak, banjir juga terjadi sejumlah wilayah termasuk Rangkasbitung dan Pandeglang.
&amp;bull; 29 November 2021&amp;nbsp;
Pada Minggu malam, 28 November 2021 banjir merendam 330 rumah warga di Kabupaten Serang, Banten. Berdasarkan catatan BNPB, setidaknya ada 408 kepala keluarga atau 1.203 jiwa yang terkena dampak banjir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Banjir Serang, 2 Orang Tewas dan 2 Lainnya Masih HilangKetinggian air sekitar 10 - 120 cm. Adapun desa yang direndam banjir adalah Desa Batu Kuwung dan Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Banten.&amp;nbsp;
&amp;bull; 1 Januari 2020
Tahun baru 2020 menjadi pembuka awal tahun yang buruk dengan banjir di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Banten. Sebanyak 6 kecamatan dan 30 desa di Lebak terkena dampak atas peristiwa longsor dan banjir bandang, mengakibatkan 10 korban meninggal dan 1 orang dinyatakan hilang.
Jumlah bangunan rusak mencapai 2.105 unit, diikuti rusaknya 1.410 rumah, 19 sarana pendidikan, 27 kantor, 28 unit jembatan, dan jalanan ambles dengan kedalaman 40 meter. Menurut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, selain karena hujan lebat yang mengguyur Lebak pada saat itu, bekas galian tambang juga menyebabkan potensi longsor yang semakin besar.
&amp;bull; 6 Desember 2020&amp;nbsp;
Banjir bandang dan longsor terjadi di Lebak, Banten pada penghujung tahun 2020. Ada 14 kecamatan yang terkena dampak, termasuk 37 desa, 1.200 rumah terendam, dan 13 rumah rusak berat.Bahkan, tiga warga terseret banjir. Infrastruktur jalan pun ambles sepanjang 10 meter di Kecamatan Muncang, begitu pula di jalan poros desa di Bojongmanik, serta jembatan gantung di Malingpung ambruk akibat peristiwa tersebut.&amp;nbsp;
&amp;bull; 1 Maret 2022&amp;nbsp;
Sejumlah wilayah di Banten mengalami banjir akibat hujan selama berjam-jam pada Selasa 1 Maret 2022 dini hari. Tinggi air mencapai satu setengah meter dan membuat warga membutuhkan bantuan perahu karet.
Di Serang, meluapnya Sungai Cibanten menyebabkan banjir di sepanjang Kabupaten Serang hingga pesisir Kasemen. Ada 20 titik banjir merendam pemukiman di wilayah Serang.
Sementara di Pandeglang sendiri, banjir menyebabkan dua jembatan runtuh. Jembatan tersebut berada di Kampung Kadujangkung, Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, dan jembatan di Kampung Sindangresmi, Desa Ciherang, Kecamatan Picung.
Dilansir dari berbagai sumber/Alifia Nur Faiza/Litbang MPI&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
