<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Saya Heran Kok Dia Belum Kawin, Padahal Kawin Itu Enak   </title><description>Pada suatu waktu, Gus Dur mengundang Uskup Kardinal Darmaatmadja dalam sebuah forum doa bersama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/04/337/2555955/humor-gus-dur-saya-heran-kok-dia-belum-kawin-padahal-kawin-itu-enak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/04/337/2555955/humor-gus-dur-saya-heran-kok-dia-belum-kawin-padahal-kawin-itu-enak"/><item><title>Humor Gus Dur: Saya Heran Kok Dia Belum Kawin, Padahal Kawin Itu Enak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/04/337/2555955/humor-gus-dur-saya-heran-kok-dia-belum-kawin-padahal-kawin-itu-enak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/04/337/2555955/humor-gus-dur-saya-heran-kok-dia-belum-kawin-padahal-kawin-itu-enak</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2022 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/03/337/2555955/humor-gus-dur-saya-heran-kok-dia-belum-kawin-padahal-kawin-itu-enak-UBQw96QKOp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/03/337/2555955/humor-gus-dur-saya-heran-kok-dia-belum-kawin-padahal-kawin-itu-enak-UBQw96QKOp.jpeg</image><title>Gus Dur. (Foto: Istimewa)</title></images><description>KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kerap mengundang sejumlah tokoh lintas agama. Hal itu tak mengherankan karena jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ormas Islam terbesar di Indonesia

Pada suatu waktu, ia mengundang Uskup Kardinal Darmaatmadja dalam sebuah forum doa bersama.

Sebelum masuk ke acara inti, Gus Dur mencairkan suasana dengan menyapa sang pembawa acara Fajrul Falaakh, tokoh muda NU asal Yogyakarta.

&amp;ldquo;Dia (Fajrul) ini belum kawin. Saya heran kok dia belum kawin. Padahal kawin itu enak,&amp;rdquo; ujar Gus Dur dengan lugas.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kiai yang Datang Kok Tidak Diberi Bekal?
Tiba-tiba Gus Dur tersadar, di sebelahnya duduk seorang uskup. Langsung saja ia menoleh ke Darmaatmadja sembari mempertemukan kedua telapak tangannya di depan dada.

&amp;ldquo;Wah, sorry Romo. Bukan bermaksud menyindir Romo,&amp;rdquo; kata Gus Dur sembari tersenyum kecil.Sang uskup pun tidak menjawab. Hanya seulas senyum juga ditampilkan di hadapan jamaah yang bersiap-siap berdoa.

*Diadaptasi dari buku &amp;lsquo;Ger-Geran Bersama Gus Dur: Edisi Spesial Mengenang Gus Dur&amp;rsquo;, penyunting Hamid Basyaib dan fajar W Hermawan (2010).</description><content:encoded>KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kerap mengundang sejumlah tokoh lintas agama. Hal itu tak mengherankan karena jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ormas Islam terbesar di Indonesia

Pada suatu waktu, ia mengundang Uskup Kardinal Darmaatmadja dalam sebuah forum doa bersama.

Sebelum masuk ke acara inti, Gus Dur mencairkan suasana dengan menyapa sang pembawa acara Fajrul Falaakh, tokoh muda NU asal Yogyakarta.

&amp;ldquo;Dia (Fajrul) ini belum kawin. Saya heran kok dia belum kawin. Padahal kawin itu enak,&amp;rdquo; ujar Gus Dur dengan lugas.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kiai yang Datang Kok Tidak Diberi Bekal?
Tiba-tiba Gus Dur tersadar, di sebelahnya duduk seorang uskup. Langsung saja ia menoleh ke Darmaatmadja sembari mempertemukan kedua telapak tangannya di depan dada.

&amp;ldquo;Wah, sorry Romo. Bukan bermaksud menyindir Romo,&amp;rdquo; kata Gus Dur sembari tersenyum kecil.Sang uskup pun tidak menjawab. Hanya seulas senyum juga ditampilkan di hadapan jamaah yang bersiap-siap berdoa.

*Diadaptasi dari buku &amp;lsquo;Ger-Geran Bersama Gus Dur: Edisi Spesial Mengenang Gus Dur&amp;rsquo;, penyunting Hamid Basyaib dan fajar W Hermawan (2010).</content:encoded></item></channel></rss>
